Bismillah,

Terima kasih atas pejelasannya, Akhie Harto Nading.
Itulah yang saya selalu cari jawabannya selama ini.
Sementara itu saya masih saja dikejar beberapa pertanyaan yang agak sulit
dijelaskan dan diluar dari akal kita. Antara alam makhluk halus -- ruh
penasaran -- ruh orang mati penasaran, 
syaithon, jin, malaikat, alam perkumpulan -- dimana para arwah dikumpulkan
-- contohnya para awliya yang telah meninggal 
tetapi masih bisa menemui atau berdialog dengan seseorang melalui karomah.
 
Jin adalah makhluk kasat mata begitu juga syaithon ataupun malaikat, 
apakah mereka hidup berdampingan?

Dan ada pula yang ingin saya tanyakan disini,
karena banyaknya pertentangan pemikiran mengenai dialog antara
Allah dengan manusia ataupun saling berhadap-hadapannya tanpa tabir pemisah
Allah dengan Manusia di dunia. Sebagian ada yang mengatakan 'bisa' dan yang
lain 'tidak'.

Terima kasih,
Dody Iskandar



> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, May 25, 1999 1:34 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Cc:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      RE: [Tasawuf] Pendamping Ghaib
> 
> Tanggapan dari : Harto Nading.
> 
> Assalamu a'laikum Wr.Wb.
> 
> Jin Pendamping atau (Qarin):
> Abadullah Bin Mas'ud mengatakan bahwa : Rasulullah saw bersabda;
> "Tidak ada seorangpun diantara kalian yang tidak ditunjuk untuknya Jin
> pendamping (Qarin)".  Para sahabat bertanya; "Termasuk  anda  ya
> Rasulullah ?, "Ya" jawab Nabi, Hanya saja aku mendapat pertolongan
> Allah,sehingga Jin pendampingku masuk Islam, dan dia tidak pernah
> mengajakku
> kecuali yang baik-baik".
> 
> Jin pendamping (Qarin) Rasulullah saw, adalah bernama Habib Al-Huda,
> beragama Islam dan menurut para ulama sampai sekarang beliau masih hidup,
> beliau tinggal di Baqi'. Beliau mempunyai majelis pengajaran tafsir dan
> hadis-hadis Rasulullah saw disana yang didatangi oleh jin-jin muslim.
> Hal ini bisa saja terjadi sebab mengingat umur rata2 Jin adalah panjang
> yang
> bisa mencapai ratusan dan ribuan tahun, seperti yang telah saya kemukakan
> pada topik sebelumnya.
> 
> Bagi orang kita orang awam akan timbul pertanyaan : Apakah Jin pendamping
> muslim itu juga pasti muslim ..?,   jawabnya tidak mesti.  Kadang-kadang
> Jin
> pendamping seorang muslim itu adalah jin muslim, tetapi ada juga jin
> kafir,
> ateis, penyembah berhalah, kristen, yahudi. Jin pendamping (qarin) yang
> non
> muslim ini, bertengger dibahu kiri pada orang yang didampinginya, dan dia
> adalah pendukung kejahatan. Tetapi pengaruh manusia terhadap jin lebih
> besar
> ketimbang pengaruh jin terhadap manusia.
> Jin Pedamping yang muslim, sangat mencintai orang muslim yang
> didampinginya
> dalam derajat yang tidak dapat dibayangkan oleh manusia. Dia melindungi
> manusia yang didampinginya dari berbagai bahaya, dan membantu untuk
> melaksanakan ketaatan kepada Allah. Ketika anda lupa sholat dia membantu
> mengingatkan dan membangunkan anda. Dia tidak pernah meninggalkan orang
> muslim yang didampinginya kecuali orang tsb sedang menggauli istrinya.
> Ketika sang suami isteri sudah masuk kamar dan pintu ditutup, maka Qarin
> dengan sekejap sudah berada di Mekkah untuk sholat disana, dan balik lagi
> dalam waktu sekejap kerumah orang muslim tsb.
> JIn pendamping dikuatkan oleh dalil Al-Qur'an dalam (QS. Qaf: 23-31).
> 
> Bagai mana tentang perkawinan manusia dengan Jin. mungkinkah itu..?
> 
> Berdasarkan dalil Al-Qur'an dan logika manusia, hal tersebut tidak mungkin
> terjadi, sebab manusia dan jin mempunyai wujud tubuh dan watak yang
> berbeda,
> walaupun disisi lain terdapat banyak kesamaan.
> Allah berfirman dalam (QS. Ar-Rum :21); "Dan diantara tanda-tanda
> kekuasaan-Nya, Dia telah menjadikan pasangan-pasangan dari jenismu,
> agar supaya kamu tenang bersamanya, dan menjadikan diantaramu cinta
> dan kasih sayang". 
> Ayat yang mulia ini berlaku untuk Jin dan manusia, maksudnya manusia hanya
> bisa kawin dengan manusia saja, dan begitu pula Jin hanya bisa kawin
> dengan
> sesama jin.
> Kalaupun itu terjadi..maka ada pengecualian yang memerlukan penelitian
> para
> ulama lebih lanjut berdasar kepada dalil Al Qur'an dan Hadis Rasulullah
> saw.
> 
> Yang sering terjadi adalah :  Jin kafir ikut bergabung (masuk) kedalam
> tubuh
> suami dan melakukan senggama, bahkan bisa pula ianya mengeluarkan
> nutfahnya
> bersama2 dengan suami tsb, dan meninggalkan nutfah tersebut didalam rahim
> istrinya.
> Atau Jin kafir (setan) datang dengan merubah bentuk seperti seorang suami
> bahkan mirip dengan suami seseorang wanita yang didatanginya dan melakukan
> bersetubuan dengan wanita tersebut sebagai mana layaknya seorang suami,
> namun sperma yang bercampur dengan sperma jin tidak dapat membuahkan
> kehamilan didalam rahim wanita, sebab sperma jin dapat merusak sperma
> manusia bersamanya.
> 
> Adapun halnya dengan Jin muslim, tidak bisa berubah bentuk, dia tetap pada
> bentuk tubuh aslinya terutama jin pendamping (Qarin), sebab merubah bentuk
> dalam masyarakat Jin adalah suatu hal yang sangat tabuh, dan disamping
> sangat susah untuk dilaksanakan ianya juga mempunyai resiko yang tinggi,
> yang bisa berakibat fatal terhadap Jin yang bersangkutan.
> 
> Untuk itu Rasulullah selalu menganjurkan membaca do'a berikut ini setiap
> sebelum menggauli isteri  yaitu :
> 
> " Bismillahi Allahumma jannii bissyaithan wa jannibissyaitanama razaqtana"
> kemudian menbaca:
> " Bismillahillazii Lailaaha illahuwa".
> 
> Demikian dari saya, diharapkan masukan/pendapat dari Milis lainnya.
> 
> Wassalam
> Harto Nading.
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke