Allahuakbar , bagus sekali tulisannya mate,
Rasanya cerita fakta sejarah islam saat ini banyak umat islam yang telah
lupa atau malah belum tahu.
Barangkali masih banyak cerita sejarah yang lain yang belum diketahui
dikalangan suni tapi sangat populer di mazab lain seperti syiah.
Cerita-cerita seperti ini insya-Allah menambah kecintaan kita kepada
Rasulullah SAW dan keluarganya, ditunggu mate.
-----Original Message-----
From: Ali Abidin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, June 23, 1999 12:05 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: [Tasawuf] Buktikan Cintamu kepada Rasulullah SAAW
> ----------
> From: Husein Anis[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Sekarang ni, bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran manusia paling
mulia.
> Kapan
> dong, kita akan mengenang beliau. Seorang yang arif berkata:
Barang siapa
> sungguh-sungguh mencintai seseorang, ia pasti akan sering
menyebut-nyebut
> namanya.
>
>
Assalaamu 'alaikum wr.wb.
Mengikuti ajakan mas Husein Anis untuk menuliskan tentang Rasulullah
Muhammad SAAW pada bulan Rabiulawwal ini, saya coba tulis ulang
berdasarkan
ingatan dari buah pikiran Jalaluddin Rahmat. Sekali lagi namanya
juga cuman
tulis ulang jadi mohon maaf jika salah atau tidak mampu menyebut
sumber
(terutama hadist) pada beberapa bagian.
Pada bagian akhir dari buku "Membuka Tirai Kegaiban" yaitu pada
Bagian
Keenam, Jalaluddin membisikkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad
SAAW
beserta keluarganya. Bagian ini dipenuhi dengan kepingan-kepingan
sejarah
(dari kitab hadist) yang sangat mengharukan tentang bagaimana usaha
umat
islam menunjukkan kecintaan kepada Muhammad SAAW beserta
keluarganya. Pada
bagian ini juga Jalaluddin menunjukkan kepedihan Rasulullah dalam
menegakkan
ajaran Islam, serta betapa besarnya sikap belas kasih yang
ditunjukkan
Muhammad kepada umatnya. Pada bagian ini juga ada ditunjukkan betapa
banyak
perlakuan buruk sebagian umatnya terhadap Rasulullah (dari jaman
beliau
hidup hingga kini), perlakuan ini memunculkan pertanyaan yang
menusuk
"Tidakkah kita sedang menyakiti hati Rasulullah SAAW?".
Menyinggung tentang tuduhan 'bidah', 'kultus individu' bahkan
'syirk' yang
dilemparkan terhadap sebagian orang yang menunjukkan kecintaan
kepada
Rasulullah dengan cara-cara tertentu, maka setelah memberikan
beberapa
argumen penolakan, pada akhirnya Jalaluddin kemudian berkata lirih:
"Ungkapan cinta yang seharusnya menjadi sunnah, ungkapan tawhid,
sekarang
disebut sebagai syirk. Maafkan kami ya Rasulullah".
Bagian keenam ini, menurut saya merupakan bagian yang paling
menyentuh dari
buku tersebut.
Jalaluddin dalam buku ini menggariskan 3 cara yang dilakukan para
shahabat
dalam membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAAW yaitu:
1. Mencintai semua "atsar" beliau yaitu apa saja berupa waktu,
tempat,
peristiwa, benda dll yang berkaitan dengan Muhammad SAAW.
2. Memanjatkan Shalawat.
3. Mencintai keluarga Rasulullah.
-------------------------------------------------------------
MENCINTAI ATSAR MUHAMMAD SAAW
-------------------------------------------------------------
Bangsa-bangsa di seluruh dunia membuat monumen yang megah untuk
mengenang
tempat atau peristiwa berkaitan dengan pahlawan-pahlawannya.
Demikian juga
seorang istri yang jauh dari suami dan kemudian membasahi baju
suaminya
dengan air mata. Untuk Apa semua ini?
Dalam kitab hadist Bukhari (3: 255) diceritakan suatu kisah dalam
perjanjian
Hudaibiyah. Urwah AlTsaqafi (salah seorang utusan mekkah) ketika
kembali
kepada kaumnya kemudian berkata: "Orang islam itu luar biasa. Demi
Allah,
aku pernah menjadi utusan menemui raja-raja. Aku pernah berkunjung
kepada
Kaisar, Kisra dan Najasyi. Demi Allah, belum pernah aku melihat
shahabat
mengagungkan rajanya seperti shahabat mengagungkan Muhammad. Demi
Allah,
jika ia meludah, ludahnya selalu jatuh pada telapak tangan salah
seorang
diantara mereka. Ia usapkan ludah tersebut ke wajahnya dan kulitnya.
Bila ia
memerintah, mereka berlomba melaksanakannya; bila ia berwudhu,
mereka hampir
berkelahi memperebutkan air wudhunya. Bila ia berbicara, mereka
merendahkan
suara dihadapannya. Mereka menundukkan pandangan di hadapannya
karena
memuliakannya".
Dalam musnad ahmad 3:221-226 serta Shahih Muslim 4:1815. Ketika
Muhammad
SAAW tidur siang di rumah Ummu Sulaym, yang empunya rumah menampung
keringat
beliau pada sebuah botol. Ketika Nabi terbangun dan bertanya "Apa
yang kamu
lakukan wahai Ummu Sulaym?" Ia menjawab "Ya rasulullah, kami
mengharapkan
berkah buat anak-anak kami". Mendengar itu nabi SAAW bersabada
"Ashabti-
Engkau Benar".
Mengapa mereka berebut mengambil sesuatu yang berasal dari
Rasulullah SAAW,
meski ludah sekalipun. Mereka berebut sandal, lembaran rambut,
tetesan air
wudhu atau apa saja yang berasal dari Rasulullah SAAW. Untuk apa
semua ini?
Jalaluddin kemudian menjawab mengapa bangsa-bangsa di dunia
mendirikan
monumen yang megah untuk mengingat peristiwa-peristiwa
bersejarahnya.
Demikian juga seorang istri yang jauh dari suami menciumi serta
membasahi
baju suaminya dengan air mata. Serta ratusan ribu umat islam yang
menangis
dan mengusap-usap pintu makam Rasulullah SAAW di Madinah. Semua itu
menurut
beliau hanya bisa diterangkan dengan satu kata yaitu "Cinta".
Salah satu ungkapan cinta adalah mengenang dan memuliakan atsar yang
berkaitan dengan orang yang kita cintai (segala hal yang berkaitan
baik
peristiwa, nama, tempat, peninggalan, dll). Karena itu sangat sukar
menghentikan kaum muslimin memperingati Isra Miraj, Maulud, Hijrah
dll.
Tidak mungkin menghentikan kaum muslimin menziarahi makam Nabi SAAW,
Badr,
Uhud dll walaupun perbuatan itu disebut Syirk sekalipun..Cinta yang
tulus
tidak dapat disembunyikan, Cinta sejati merindukan bukti.
--------------------------------------------
MEMANJATKAN SHALAWAT
--------------------------------------------
Saya tidak hendak menuliskan apa yang dikatakan kang Jalal pada
bagian ini.
Mungkin pada tulisan lainnya.
----------------------------------------------------------
MENCINTAI KELUARGA RASULULLAH
----------------------------------------------------------
Rasulullah mengorbankan segalanya dalam menegakkan ajaran islam,
berupa
harta, keringat, air mata dan darah. Kasih sayang Muhammad
mendahului
kemarahannya, bahkan pada saat shahabatnya menentangnya atau
meninggalkannya
sendirian di pertempuran. Pendek kata beliau mengobankan apa saja
yang
dimilikinya untuk menanamkan islam ke dada umatnya. Dan beliau
sesungguhnya
tidak meminta upah apapun kecuali keridhaan Allah SWT. Tetapi
kemudian Allah
memerintahkan dengan halus kepada Muhammad kekasih-Nya dengan
didahului kata
halus "Qul" (katakanlah, yang menunjukkan bahwa Allah memerintahkan
Muhammad
agar mengatakan demikian) untuk meminta satu upah dari umatnya yaitu
kecintaan kepada Keluarga beliau.
Katakanlah:"Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku
kecuali
kasih sayang kepada keluargaku"(QS. 42:23).
Manfaat upah yang diminta oleh Rasululullah SAAW itu (yaitu
kecintaan kepada
keluarga Muhammad) akan kembali kepada umat islam itu sendiri
seperti yang
disebutkan dalam ayat lainnya yaitu :Katakanlah:"Upah apapun yang
aku minta
kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia
Maha
Mengetahui segala sesuatu". (QS. 34:47)
Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap
seruanmu
ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. (QS.
12:104)
Katakanlah:"Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam
menyampaikan
risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau
mengambil jalan kepada Tuhannya (QS. 25:57)
Katakanlah (hai Muhammad):"Aku tidak meminta upah sedikitpun
kepadamu atas
da'wahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.
(QS.
38:86).
Mengenai Fatimah, beliau berkata: Fatimah adalah penghulu para
wanita di
surga. Siapa yang menyakiti hati Fatimah telah menyakiti hatiku,
siapa yang
menyakiti hatiku berarti menyakiti Allah SWT. dll...
Mengenai Hasan dan Husain, beliau berkata: Hasan dan Husain adalah
cahaya
mataku. Siapa yang menyakiti hati mereka telah menyakiti hatiku
dll....
Mengenai Ali bin Abi Thalib, beliau berkata: Aku adalah kota ilmu
dan Ali
adalah pintunya. Ali disisiku adalah bagaikan Harun di sisi Musa,
hanya saja
tidak ada nabi setelahku. Membenci Ali adalah salah satu tanda
kemunafikan.
dll....
Mengenai ahlulbait, beliau berkata: Aku tinggalkan kepada kalian 2
mutiara
(atsaqolain) yang keduanya tidak akan bercerai hingga menemuiku di
Al-haudh
kelak, yaitu AlQuran dan Ahlulbaitku. Aku ingatkan kalian akan
ahlulbaitku
(3x). Ahlulbaitku adalah bagaikan bahtera Nuh, barangsiapa yang
menaikinya
akan selamat, barang siapa yang menolaknya akan celaka....dll..
Apakah upah yang sekecil inipun masih tidak mau kita berikan kepada
Muhammad
SAAW? Tidakkah merupakan kedurhakaan yang sangat keterlaluan jika
kita tidak
mau memberikan permintaan Muhammad SAAW ini? Padahal manfaat
kecintaan
kepada keluarga Muhammad akan kembali kepada umat islam itu. Memang
aneh
apabila seseorang yang mengaku mencintai Muhammad SAAW tetapi tidak
mencintai (atau malah membenci) orang-orang yang dicintai oleh
Muhammad
SAAW. Oleh karena itu sangat aneh orang yang mengakui mencintai
Muhammad
SAAW tetapi tidak mengenal keluarganya.
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)