On 22 Oct 2008 at 9:51, sunari wrote: From: "sunari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Date sent: Wed, 22 Oct 2008 09:51:32 +0700 Subject: [tasawuf] Si Buta dan Lentera nya
> Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si > buta. Kali ini si buta bertambah marah, > > "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita > ini supaya kamu bisa lihat!" > > Pejalan itu menukas, > > "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah > padam!" pingin tahu nih ... pelita di zaman diceritakannya ini bahan bakarnya apa ? atau sudah pakai baterai, yg tidak menimbulkan panas bila menyala ? :) trims sinung > Si buta tertegun.. > > Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, > > "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat > bahwa Anda adalah orang buta." > > Si buta tersipu menjawab, > > "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata > kasar saya." > > Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali > pelita yang dibawa si buta. > > Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing. > > _______________________________________________ Tasawuf mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/tasawuf
