On Fri, 14 Jan 2005 08:55:39 +0900, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Nah, menarik nih. For some people human interface designnya Windows > > itu udah 'cukup'. Dan buat mayoritas disini (geek alert) interfacenya > > Linux juga udah sufficient kan =) > > iya. ini masalah familiar apa nggak. mirip naik sepeda, kalau udah > lancar, bahkan bisa lepas tangan naik sepeda. kalau yg sering make > keyboard, bisa ngetik tanpa liat keyboard. > Yang berbeda itu learning curve nya. Seberapa cepat orang bisa. Pertanyaan sekarang, apakah sebenarnya 'keyboard' itu menjawab permasalahan sebagai alat 'input'? Soalnya menurut saya 'keyboard' itu adalah perangkat paling tidak natural untuk melakukan proses 'input'. Belum lagi perletakan huruf-huruf di 'keyboard' yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dengan dunia digital karena perletakan huruf di 'keyboard' itu bukanlah karena alasan 'kemudahan pengetikan'. Tapi alasan mekanik yang jelas-jelas tidak releven saat ini. > Trus masalah lain, orang yg biasanya udah nyaman dengan sesuatu, > kecenderungannya males pindah2. Jadi yg sudah nyaman dgn linux, males > pindah ke yang lain. Nah, bukankah lebih nyaman kalau sebuah 'antarmuka' tidak perlu dipelajari lagi? Sudah ada begitu saja, tinggal pakai tanpa harus belajar. Contoh paling sederhana (walaupun agak rumit juga sih sebenarnya) adalah telpon. (Bukan ponsel tapi telpon tuts tekan model lama). Kebanyakan orang kan tidak perlu diajari cara menggunakan telpon model itu, tinggal tekan nomornya dan halo-halo. Mungkinkah ada 'antarmuka' yang seperti itu? Kenapa saya mengangkat 'voice recognition' ala Star Trek karena di film Star Trek itu interaksi dengan komputernya alami sekali, tinggal bilang "Computer, where is our location?" dan langsung dijawab. Coba bandingkan dengan kita ingin menentukan lokasi dengan bantuan GPS. > Misalnya ada orang yg gak ngerti computer (beginner) disuruh belajar. > Biasanya kasih windows dulu kan. Dan sesudah dia familiar dgn windows, > dia merasa nyaman, dia akan tetap pake windows. Kalau saya akan suruh dia pakai Mac. He he he. Nah ini sebenarnya permasalahannya, komputer jaman dulu (jaman dulu di dunia IT itu berapa lama sih?) merupakan benda eksklusif, cuma orang-orang tertentu yang punya akses dan 'belajar' komputer itu merupakan sesuatu yang rumit dan eksklusif pula. Sekarang di jaman (yang katanya) informasi ini harusnya sebuah 'antarmuka' itu tidak perlu 'dipelajari' lagi. Intuitif, bahasa kerennya. Contoh paling bagus produk baru yang antarmukanya intuitif antara lain iPod dan iPod Shuffle. Tidak perlu belajar lama-lama bisa langsung manggut-manggut mendengarkan lagu. -- boy avianto @ gmail account http://avianto.com/ - the archive
