On Thursday 03 March 2005 08:43, Jaimy Azle wrote:

> Apalagi pria umumnya mulai menekuni bahasa komputer itu dalam usia
> yang relatif lebih muda dari wanita, dan di lingkungan remaja kita pun
> pria yang gila komputer lebih bisa diterima dan ndak jadi omongan
> orang ketimbang wanita yang maniak komputer. Ini yang seringkali
> membuat kesempatan yang bisa diraih wanita lebih kecil daripada pria
> dan membuatnya lebih mudah tersisih dalam kompetisi yang barangkali
> andai saja mereka bisa mendapat waktu dan kesempatan itu, mungkin
> mereka bisa bersaing secara lebih baik dengan mereka-mereka yang pria.
>
> Jadi itu wajar dan fair-fair saja sih, karena sebenarnya yang ndak
> fair itu adalah sosial lingkungan yang membuat starting pointnya
> berbeda. Karena itu kalau ada info lowongan yang yang seperti itu ya
> wajar saja dan harusnya kita bisa menghargainya.

hmmm, saya gak sependapat. bukannya kalau kita melamar sebuah pekerjaan, nanti 
ada proses wawancara dan sebagainya. jadi diterima atau tidaknya harusnya 
ditentukan dari proses penerimaan itu, bukan sudah divonis pada lowongan 
pekerjaan sesuai stereotype gender, pengecualian memang ada, tapi menurut 
saya programmer komputer bukan salah satunya.

ada kok teman saya yang wanita yang menurut saya lebih 'geeky' dari saya :)

btw... istri saya pernah ngelamar lowongan kerja programmer, mereka bilangnya 
apa coba? "disini kita kerjanya suka begadang sampai malam lho" :)

Kirim email ke