> he..he.. relaks :-) thread ini sudah dari sononya menyimpang bin OOT,
> tapi saya menanggapi komentar anda terhadap kang harry soal pengelolaan
> sumber daya alam. anda melihatnya maskapai asing sebagai kesempatan dan
> itikad baik. saya melihatnya beda, kita perlu melihat dulu secara
> komprehensif, apa saja yang sudah dilakukan 'mereka' untuk bangsa ini.
> dan barangkali kita bisa belajar juga dari apa saja yang sudah 'mereka'
> lakukan kepada bangsa lain.
>
> peningkatan kualitas SDM (kalah bersaing dengan india, cina, india,
> cina, india, cina, india, cina, india, cina) justru domain yang lain.
> no argue against that. tapi saya melihat peranannya kecil untuk
> pengembangan bangsa saat ini (tapi perlu dilakukan segera, kapan lagi?).
> terutama kalau dikaitkan dengan issue pengelolaan sumber daya alam,
> seperti yang pak yono (paulus soeryono adisoemarto) bilang: wong
> rumusnya sama. jadi, tidak ada alasan untuk bermental inlander.

Yuuppe,ini intinya perbedaan pendapat kita:
-Per-Om Adi,West=evil power sementara menurut hemat saya tidak.
-Per-Om Adi,peningkatan kualitas SDM perananya kecil,sementara menurut
saya tidak.

Ya kita masih mentok disini mungkin karena experience dan wawasan yang
berbeda atau sayanya kali yang masih kuper :)

> btw, saya tadi sebelum tidur jadi kepikiran, sesuai saran anda untuk
> melihat AS itu siapa dulu, republikan atau demokrat. lah kok saya merasa
> tambah ruwet. gimana tidak? orang sebanyak itu kok ya tidak merasa sudah
> memelihara seorang penjahat perang 'nge d'bush :-)

Percaya atau tidak,kita yang di california punya pertanyaan yang sama
dengan Oom Adi.Kalo Republikan kan memang "ultra right wing" jadi
wajarlah kebijakannya lebih pro-nasionalis sementara demokrat jauh
lebih adaptif dan terbuka.


Carlos

Kirim email ke