>
> Ternyata (untuk kasus ini) lebih canggih (dan rapi) program-program
> buatan beberapa orang yang saya kenal di Indones.
>
> ...
>
> Menurut hemat saya urusan ekspor impor nanti dulu saja, yang diperlukan
> sekarang ada jalur dari luar negeri untuk menggiring pekerjaan2 yang di
> luar untuk masuk ke dalam. Jadi, ide-ide startup jangan startdown ini
> dibuatnya di luar Indon saja, tapi punya cabang di Indones. Di luarnya
> itu cuman urusan marketing dan sekretaris saja, tapi urusan cangkul
> mencangkul langsung dioper ke dalam.

Persis.
Ini sebenarnya model yang dicoba Pak Armien dulu.

Pak Budi: Itu orang-orang NUS sudah punyal gedung fisik di Mountain
View
untuk enterpreneur (muda) Singaporean yang ingin bisnis startup di
Valley.
Mungkin level kerjasamanya bisa Pak Budi mulai antar universitas.


> 0. Tidak terima balasan berupa ide untuk mengganti bahasa pemrograman (C
> tambah tambah apalagi Erlangga *-P)

Tidak terima:
no linux vs microsoft bashing
no C vs java bashing
no linux variants 'a' vs linux variants 'b' bashing
no vi vs emacs bashing
no c vs c replacement bashing

:-)

Carlos

Kirim email ke