alex wrote: > Pada tanggal 12/22/05, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > > > On 12/22/05, alex <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ... > > > Tapi sayang, dari pengalaman kampus saya sendiri, FMIPA - Unsyiah, > > kegiatan > > > mahasiswa semacam ini baru akan didukung oleh kampus jika "ada > > > timbal-balik-nya". > > > > > > Mengapa perlu dukungan kampus? Jalan sendiri saja. > > Memangnya butuh apa dari kampus? Paling tempat kumpul2 saja kan? > > > Nah ini yang mesti dipahami. > Yang memiliki akses untuk perangkat, katakan saja semacam komputer itu, > tidak banyak Pak Budi. Alternatif adalah laboratorium yang mestinya memberi > akses yang luwes pada mahasiswa yang tertarik. > Namun kadang-kadang hal ini sulit untuk berjalan. Dikarenakan dukungan > kampus, katakan saja pemahaman kampus, terhadap komunitas OS masih sedikit. > Mungkin berbeda dengan beberapa perguruan tinggi yang sudah mapan di luar > sana. Banyak yang mesti digarap seakan-akan dari nol lagi.
Memang kalau hal ini tidak bisa dipaksakan,harus ada passion dari individunya, yang mungkin yang harus dibilang kepada mereka: kalau you mengerjakan ini (x) misalnya,ini kamu punya potensial untuk bikin atau bekerja di suatu tempat (valley misalnya). Jadi mungkin harus dikasih tahu,kalau terlibat di development open-source,pilihan untuk bekerja di masa depan terbuka tergantung minat,dari microsoft,intel sampai oracle. Sebaliknya,kalau belajar ilmu kedokteran mungkin gambaranya bekerja di RS,padahal nantinya bisa ikut riset di penelitian mencari obat kanker,misalnya. > > But well... ini konsekuensi memang. Setidaknya saya senang bahwa masih ada > yang dengan ngos-ngosan berusaha terus dan terus bersama, walau sedikit > frustasi :) > > > > > Kebanyakan mahasuswa yang terlibat dalam kegiatan OpenSource benar-benar > > > harus mandiri. > > > > Lho. Di luar negeri juga mandiri kok. > > Waktu saya mainan BBS, perl, dan seterusnya di Kanada, semuanya > > juga dikerjakan sendiri (atas waktu sendiri, duit sendiri, ...) > > > Yaa... perbedaan lokasi dan latar belakang mempengaruhi, pak :) > Mudah-mudahan berubah dalam waktu dekat ini ... di luar negeri pun sebenarnya gak banyak yang top,yang ada di majalah dan koran itu kan hanya stanford,uc berkeley,MIT etc...tapi universitas lain yang tidak tahu atau tidak taruh perhatian dengan open source misalnya,mungkin lebih banyak lagi. carlos
