On 12/22/05, alex <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ... > Yang memiliki akses untuk perangkat, katakan saja semacam komputer itu, > tidak banyak Pak Budi. Alternatif adalah laboratorium yang mestinya memberi > akses yang luwes pada mahasiswa yang tertarik. ...
Banyak alternatif: 1. numpang di tempat kawan yang punya komputer 2. numpang di warnet 3. numpang di laboratorium 4. urunan, rame-rame beli 1 komputer Jangan beranggapan bahwa di tempat lain lebih hebat lho. Di tempat saya, ITB, tidak mewah juga ... bahkan cenderung miskin. Router di lab saya, Sun kuno yang saya kanibal dari tempat2 lain, sejak tahun 1997! Memory hanya 8 MB! (or so) [Pusing saya dengan perangkat ini.] Calon penggantinya yang sedang disiapkan? Pentium III :P Mau tahu komputer yang saya pinjamkan ke mahasiswa untuk TA? Pentium 2. (Mungkin harganya sekarang hanya Rp 450 ribu.) Kalau lihat lab2 universitas lain, atau bahkan sekolahan, saya ngiri bener. Jadi ... jangan megeluh bahwa tempat kita kurang. > Mungkin berbeda dengan beberapa perguruan tinggi yang sudah mapan di luar > sana. Ho ho ho ... gak juga. Sama saja. Di luar negeri pun, sama saja! trust me on this. bahkan, kalau lihat India ... kita malah harusnya bersyukur. soal infrastruktur dan dana, mereka jauuuuuuuuuh terpuruk. ini yang selalu saya bilang ke mahasiswa saya: kita ini MANJA! > > Lho. Di luar negeri juga mandiri kok. > > Waktu saya mainan BBS, perl, dan seterusnya di Kanada, semuanya > > juga dikerjakan sendiri (atas waktu sendiri, duit sendiri, ...) > > Yaa... perbedaan lokasi dan latar belakang mempengaruhi, pak :) Situasi sama. Yang namanya mahasiswa, dimana saja sama: KERE! Saya tidak mengada-ada. Ketika saya memberikan layanan BBS ke penduduk kota, saya masih harus ngirit makan (lebih baik beli roti tawar untuk makan siang beberapa hari daripada makan siang di kampus, lebih baik beli baju second hand... dan seterusnya.) Hobby komputer, jalan terus. ha ha ha ... dasar computer maniac. Waktu itu saya kumpul2 dengan para nerds yang saling bantu. Untuk MB komputer (plus prosesor), saya dipinjami seseorang, untuk modem (1200 bps) dipinjami kawan yang lain, HD kawan yang lainnya lagi. Untuk biaya telepon dan listrik, saya tanggung. Jadilah sebuah BBS yang melayani ratusan orang ... Nah, dengan software open source ... bisa sama seperti itu. -- budi
