Pusing....pusing....pusing..... (banyak bintang berputar di kepala saya
diselingi burung-burung berkicauan)

Kok saya malah jadi pusing ya baca topik di teknologia kali ini? Saya
pikir topiknya sudah semakin bergeser, tidak lagi dosen vs mahasiswa.
Saya malah melihat perbedaan pendapat meruncing di sisi manajerial PTN
dan PTS. Dan saya pikir setiap masalah unik. Saya tidak tahu apakah
pendekatan dengan cara perbandingan head-to-head akan menghasilkan
solusi atau kebalikannya, justru memperuncing masalah.

Ada satu diskusi menarik juga di milis komunitas yang saya ikuti. Saya
coba cerita sedikit disini. Jadi ada salah seorang teman saya yang
beropini: Mayoritas orang Indonesia yang memilih untuk melanjutkan
pendidikan hingga jenjang S1 sebenarnya motivasi utamanya adalah
setelah lulus nanti  mendapatkan gaji yang sebesar-besarnya. Tidak
salah sih, toh itu manusiawi: manusia ingin hidup sejahtera dan hidup
layak. Namun, hal apakah yang bisa mengalahkan uang? (Ups, pertanyaan
retorik: tidak perlu dijawab saja deh biar aman).

Balik lagi ke PTN dan PTS. Apa akibatnya dari mayoritas orang Indonesia
yang melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1 dengan motivasi yang saya
sebut diatas? Tidak ada yang mau jadi guru. Tidak ada yang mau jadi
dosen. Lhah ngapain jadi dosen/guru, wong hidupnya saja tidak layak.

Apa akibat jangka panjang dari hal ini? Kualitas SDM Indonesia akan
semakin mundur. Gimana mau maju, yang mau jadi guru/dosen saja tidak
ada. Kalaupun ada, bisa jadi itu gara-gara tidak ada pilihan profesi
lain yang lebih baik. Jadi jangan berharap kualitas murid/mahasiswa
akan lebih baik apabila yang mengajar saja setengah hati. (Wah looping
negatif bisa terjadi lagi nih. Jadi sebaiknya tidak usah diteruskan
saja ya bagian ini)

Ada yang tahu kabar RUU Guru/Dosen sudah sampai mana ya? Maklum kuper
nih. Ayo dong kembali berpikir positif lagi.

Zaki Akhmad
http://www.zakiakhmad.info

Kirim email ke