Made Wiryana wrote: > On 1/17/06, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Maaf jangan-jangan kita terlalu "yakin' padahal sebetulnya secara > > nasional > > > tidak memiliki modal utk itu. > > > > > > Sayangnya banyak pendapat IT == software :( > > Kalau di sisi software saja, memang kita masih sangat jauh. > > Nah ini yang ingin saya push. > > Kalau memang gagal, kita bisa kembali fokus ke pabrik toner, > > harddisk, packaging IC, dsb. It's ok. > > > Atau mending jadi petani aja, tapi petani/nelayan kelas dunia ?. Laut > besar jangan dianggurin, manfaatkan TI utk explorasi laut. > > Tapi ... no panci. Bukan karena pancinya, tapi karena kita > > belum punya pengalaman membuat panci. > > > Sebagai nelayan kita sudah punya pengalaman. Kenapa ini tidak lebih > diexplorasi lagi, Sebetulnya inti yg ingin saya katakan adalah, jangan > industri TI utk TI itu sendiri, tapi industri TI utk apa. ? Dan apanya ini > yang dikembangkan sesuai dengan apa yang kita telah kuasai.
Maaf Pak Made, tapi sebaiknya ndak "asal" berikan alasan saja. Half of My family masih jadi nelayan miskin di pedalaman sumatra yang pendapatanya hanya 1000 perak sehari. Jumlah ikan juga makin menipis tiap hari. Belum lagi polusi dst. Solusi buat mereka: harus BERHENTI jadi nelayan , jangan dikira enak jadi nelayan ! dan ini sudah dilakukan dan sukses. Kalau kita orang IT,seperti katanya Pak Budi,lakukan apa yang sebenarnya kita bisa lakukan lah, jangan "ngeles" seperti wah nanam cabe saja. > > Di Gatra pernah saya baca, ibu-ibu yang sukses jadi pengexport ikan ke manca > negara, dan punya pabrik pengolahan ikan besar. > > > > Betul kata Ari, mending kita jualan panci, > > ... > > > > Masalahnya, justru belum ada track record jualan panci di LN. > > Coba dicek. > > (Jangan-jangan malah panci yang ada di dalam negeri sudah buatan > > China semua???) > > > Ntar ada yang bilang "Bikin panci aja ndak bisa mo bikin komputer" he he he > he Makanya, waktu kita bikin sesuatu , kita hitung untung ruginya dulu. Kalo kasus iptn dulu memang salah dan bikin sebagian orang 'takut' dengan industri hitek. Carlos
