Ariya Hidayat wrote:
Xgl+Compiz baru saja dirilis oleh Novell. Video demo efek-efek cantik
yang dimungkinkan oleh Xgl ini bisa dilihat dari blognya
Miguel:http://tirania.org/blog/archive/2006/Feb-07-1.html
Eye candy seperti ini memang "cool factor". Tapi permasalahannya,
adakah yang betul-betul mengkonfirmasi kalau adopsi Linux untuk
desktop ditentukan faktor eye candy? Lihat rilis pres dari Novell
(http://www.novell.com/linux/xglrelease/): "...Linux desktops will
become more usable, end-user productivity will increase, and ...".
Bagaimana korelasi langsung dan signifikan antara efek ala Mac OS X
dengan produktivitas?
Memnurut saya, kesuksesan linux (sbg desktop) tidak hanya ditentukan
oleh faktor eye candy ini semata, tapi adanya standarisasi UI. Sampai
saat ini yg saya lihat, faktor terlalu banyak pilihan dan TIMTOWDI-lah
yang justru menghambat linux (desktop), ini sangat menyulitkan bagi apps
developer, distro maupun user sendiri.
Windows dan MacOS punya kelebihan yg tdk dimiliki linux, yaitu UI sandar
dan terkontrol, yang sangat mempermudah developer. Contoh kecil sangat
mudah mengasumsikan bahwa program ada di c:\program files\xxx dan di
dokumentasi tinggal sebut "Untuk menjalankan program, klik start->all
programs -> xxx"
Belum lagi masalah API untuk grafis atau printing.
--
--beast
sum.ldap.or.id/blog