Selama ini kalau saya ngisi formulir imigrasi, dsb. biasanya
tulisan "family name" di blanko saya coret, dan saya tulis
nama lengkap di bagian "first name". Selama ini OK-OK saja.
Tapi saya pernah juga dapat masalah, karena tidak memilik family name.
Dulu saat mendaftarkan anak saya yang baru lahir ke
kecamatan (kuyakusho), harus ada nama yang dijadikan
family name. Sudah saya jelaskan kalau kami tidak memakai
family name. Tapi mereka mengharuskannya. Nama anak
saya : Kartika Utami Nurhayati. Akhirnya "Nurhayati"-lah yang
dijadikan family name.

Padahal untuk urusan akademis (submit paper, dsb.), karena
ada keharusan, akhirnya nama saya yang "dipaksain" jadi family
name adalah "Nugroho". Jadi bapak dan anak punya family
name yang berbeda. he he.

Anto Satriyo Nugroho (semua first name)

Kirim email ke