--- "m.c. ptrwn" <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> kalau mau diperbaiki balik2nya ke usulan pak
> estananto, ada yang
> berubah dari PNS menjadi enterpreneur , kan memang
> sekarang masanya
> cuci piring kesalahan pemth sebelumnya.
Om Carlos, kita cuma butuh 1 kotamadya/kabupaten
sebagai pilot project. Kalau nunggu bikin proposal ke
pusat, sampai prnduduk Indonesia berkembang biak
sampai 500 juta jiwa juga nggak bakal ada tindak
lanjutnya.
Kita harus tunjukkan, bahwa rasionalisasi pegawai dan
efektivikasi sistem birokrasi dengan mendelegasikan
wewenang dan pengkompetenan pegawai tingkat terendah -
dengan IT sebagai tool - adalah masuk akal dan dapat
menghemat waktu dan biaya.
Sayangnya sekarang ini seolah2 peran IT itu harus
canggih dan mahal. Padahal, kalau kita pandang IT
sebagai tool yang harus serve kebutuhan kita, dengan
konsep yang jelas, kita bisa tentukan sendiri
sistemnya. Mestinya sih begitu.
Misalnya ngurus SIM. Katanya ada sistem komputerisasi,
tapi tidak merubah kebiasaan caloisme atau tembakisme
karena tidak merombak mekanisme pelulusan.
Komputerisasi SIM hanya menyentuh aspek fisik seperti
tes dengan komputer(lupa?), database dan penampakan
visual SIM yang lebih keren, padahal selama birokrasi
ujian SIM dari pendaftaran hingga pemberian kartu
dikurangi hanya hingga 3 orang saja (pendaftaran dan
database satu orang, ujian teori satu orang, dan ujian
praktek satu orang) dan masing2 terkait dalam sistem
terpadu yang terkait dengan integritas pelakunya (gaji
minimal harus cukup dan sekali ketahuan terima suap
harus dipecat!), maka mestinya sih bisa jalan. ENtah
lagi dengan KTP dan pengurusan pajak.
Salam,
Nano
___________________________________________________________
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB Speicher kostenlos - Hier anmelden:
http://mail.yahoo.de