win_hadi wrote: > sekarang SBY kayaknya sudah punya logika yg benar tinggal pembantu2nya > neh yg masih punya mental "mending beli" > > demikian > > Winahyu.
ok, sampe lupa point saya, selama mental "mending beli" ini masih jadi penyakit para pengambil keputusan dan juga rakyat indonesia, maka tidak akan ada itu namanya R&D ataupun ilmu pengetahuan, yg ada hanyalah industri makelar. karena tidak ada yg namanya magic di dunia R&D, semua selalu melewati tahap, dan tentunya yg paling umum produk gagal, nasa tidak akan mendaratkan astronout di bulan tanpa melewati masa2 di mana banyak astronout tewas dalam misi2 sebelumnya, huawei tidak akan bisa menyaingi cisco tanpa melewati tahap2 di mana di kenal sebagai router kelas bawah dan banyaknya bug, demikian pula tidak ada namanya acer, samsung, kia, jialing, dkk tanpa dikenal dng kejelekannya dan produk nomer n nya. tapi mental "mending beli" akan membuat tahap2 awal diatas akan mati dng mudah, karena selalu mending beli yg sudah jadi daripada harus susah2 membuat, dan itu lah yg saya rasa paling mem-perparah kondisi R&D atau umum nya ilmu pengetahuan di indonesia. saya kira itu pointnya winahyu
