m.c. ptrwn wrote: >Made Wiryana wrote: > > >>On 4/26/06, m.c. ptrwn <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> >>>ayo dong pemth RI bikin langkah konkret, Indonesia undang atau >>>konsultasi dengan alumni/citizenya yg berhasil di dunia seperti Marvell >>>Semiconductor untuk investasi di bandung. >>> >>>Wah coba SBY "bicara" dengan Marvell, lebih masuk akal dibanding dengan >>>BG. >>> >>> >>Masalanya emang Marvel mau melihat "Indonesia " ? Kalau BG mah udah jelas >>mau, pasarnya menggiurkan je.. >> >> > >kalau dilihat dari ceonya marvell waktu itu: jelas mau. > >btw, ini kan buat r&d, jadi pasar gak terlalu penting, yang paling >penting pihak indonesia siapkan: SDM yang berkualitas. > >carlos > > > > R&D di indonesia ? :`(
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/01/sorotan/1789039.htm http://www.kompas.com/kompas-cetak/0501/12/utama/1497122.htm hans jacobus Wospakrik Menurut penuturan istri dan keluarganya, karena kekurangan uang panjar, dua hari pertama Hans yang menderita leukemia itu tidak mendapatkan obat dari rumah sakit tempat ia terakhir dirawat. Begitu ada uang tambahan, barulah rumah sakit mulai memberikan obat. Beberapa jam setelah itu Hans mengembuskan napasnya yang terakhir. http://www.batan.go.id/fnews/html.php?id=20060116211011&db=info_media Seorang staf LIPI yang enggan disebutkan namanya menyebut sampai tahun 2005 gaji yang diterimanya setiap bulan tidak lebih dari Rp. 1,3 juta saja. ltu sudah mencakup tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga. http://www.beritaiptek.com/pilihberita.php?id=32 Dapat kita maklumi, bahwa di jaman sekarang, inovasi-inovasi iptek muncul di negara-negara maju, karena para ilmuwan dan cendekiawannya, memang sudah terbebaskan dari masalah urusan perut. mudah2an pihak swasta lebih baik.. -- ak
