On 4/26/06, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> alasan untuk tidak berjuang dalam hidup, karena toh dng begitu2 aja,
> masih bisa makan enak, kumpul keluarga, dst dst...

karena pemerataan yang gak bener. yang pada kuliah ke luar pulang lagi
dan jadi dosen? iya jelas. wong yang bisa keluar itu kebanyakan kere
dan bisanya jadi dosen, setelah sekolah kelar ya harus pulang :-))
nah .. mestinya kere-kere ini dibanyakin akses ke pendidikan dgn lebih
baik.

Sekarang menyediakan kemungkinan "kere" agar bisa sekolah bukan suatu langkah yang sering  dipuji orang. Akhirnya jadi diemohi.

biasanya, setelah kerja enak di luar, 10/20 tahun gitu, terus tinggal tunggu
pemerintah mau ngegencet buruh, katakanlah bisa mecat tanpa pesangon, kalau
gak gak bakalan balik. atau yang punya modalpun melarikan modalnya ke luar,
ke tempat yang bisa digencet. gitu. jadi, pantes saja semangat separatisme
semakin marak saja, wong orang-orang yang sukses di negara ini isinya
bibit-bibit penjajah doang.

Daripada pemerintah memanjakan mereka yang udah "enak di LN" agar bersedia pulang. Mending berikan insentif itu ke guru-guru di kampung aja.

IMW

Kirim email ke