On 4/26/06, David Sudjiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ini, masalah duit. Gimana caranya csco ato company lainnya bisa punya
> tempat aman dan murah buat bikin R&D.

Lantas mengapa buka di China dan India?

China dan India bukan tempat yang paling aman untuk bikin R&D lho.
Lihat saja kasus HAM di China atau manuver2 pemerintahan di India
(sampai2 PM dibunuh, dst.), kerusuhan rasial di India gak beda
dengan Indonesia?

Jadi tentang masalah "aman" itu sebetulnya relatif.
Yang lebih penting ... Get The Job Done! (mungkin perlu ditambahkan
kata TM? he he he. Trade Mark-nya sopo ya?)

> Masalah tenaga kerja, gampang, kirim ajah semua teknisi ke vietnam. Toh
> biaya operasional di vietnam kan murah.

Tidak selalu demikian.
Ada masalah kalau R&D di Vietnam, seperti ... masalah komunikasi
(maksudnya dalam mengkomunikasikan ide). Itu bisa jadi mahal.
Hal yang kalau sesama Americans ketemu di darat bisa selesai
dalam waktu 5 menit, jadi 3 jam kalau dikomunikasikan secara
jarak jauh (dengan orang yang beda kultur lagian).

It's not all about cost. Ada ... risk!
Itu yang mungkin lebih menjadi perhatian.
Selama resiko bisa diterima maka akan dieksekusi.



> Udahlah, kita semua tahu, untuk waktu2 sekarang ini indo bisa support
> sdm-nya. Katakanlah begitu. Tapi gimana Indo bisa support iklim kondusif
> buat para persh luar kalo masih pada semwrawut.

Benar!
Tapi, jangan sangka di luar negeri juga mulus lho.
Di sana tetap ada masalah juga. (Siapa bilang di India tidak ada
suap? Ada sekali. Hanya ... bisa diprediksi. Jadi bisa dihitung.
hi hi hi.)


Satu lagi. Biasanya industri itu cari "kawan".
Kalau sudah ada satu research center di sana, yang lainnya
menyusul. Soalnya resiko bisa ditanggung bersama-sama.
Itulah sebabnya ada research center di China, India, (dan
sebentar lagi di Vietnam).
Oh ya, perlu dicatat bahwa Singapura dan Malaysia pun diloncati!


-- budi

Kirim email ke