Budi Rahardjo wrote:
Benar!
Tapi, jangan sangka di luar negeri juga mulus lho.
Di sana tetap ada masalah juga. (Siapa bilang di India tidak ada
suap? Ada sekali. Hanya ... bisa diprediksi. Jadi bisa dihitung.
hi hi hi.)

Pada jaman dahulu kala, ketika masa 32 tahun Indonesia Jaya, ketika Indonesia mengadakan KTT Non-Blok, berkumpulah para Secret Service dari US dan Indo mengadakan Halal Bihalal.

Sang SS dari US sesumbar bahwa mereka sudah memprediksikan waktu dan jadwal dari bogor ke jakarta dalam sekian menit dengan parameter driver, kecepatan kendaraan, kondisi jalan raya, dan parameter lainnya.

Si Paspampres dengan tenangnya berkata, "Sir, itu mah laen. Di diek mah kalo mau ke jakarta tinggal sebut aja mau berapa lama ntar kita bisa atur deh."

Tidak terima dengan kata2 si Paspampres, sang SS ngomong kalo mereka bisa keluarkan hasil pemilu dalam satuan jam ketika seluruh US selesai melakukan voting.

Si Paspampres dengan tenangnya menjawab, "Sir, kita mah nda perlu nunggu lama-lama milih Presiden. Pilih sekarang, kita udah tahu hasilnya untuk beberapa periode selanjutnya."

:-)

Satu lagi. Biasanya industri itu cari "kawan".
Kalau sudah ada satu research center di sana, yang lainnya
menyusul. Soalnya resiko bisa ditanggung bersama-sama.
Itulah sebabnya ada research center di China, India, (dan
sebentar lagi di Vietnam).
Oh ya, perlu dicatat bahwa Singapura dan Malaysia pun diloncati!

Bener pak Budi, Biasanya fakta 'eh, tuh csco udah bangun R&D di Irian Jaya' lebih berbunyi positif daripada 'Infrastruktur di Irian Jaya udah bagus'.

--
thx
David Sudjiman

http://www.davidsudjiman.info

Kirim email ke