apa harus begitu pak ? boleh kan kita disini cuma membuka wacana saja ? kita kan punya bidang dan keahlian masing-masing toh. kita coba aja berjuang menurut keilmuan kita masing-masing. kalo semua milist spt yg mas ungkapkan yo lak repot pak...semua kudu buat partai...ehhehhee...j/k.
cuma urun rembuk aja. sekedar informasi : (saya bukan menonjolkan kuliah dimana, alumni mana dan lulusan mana kok.....) /me ngakak dulu deh ngeliahatin milist UNDIP :) Erwin Bayu Aji T 101920404 Alumnus Electrical Engineering UNDIP'98. Alumnus Magister Computer Science UI'2002. InsyaAllah mau nerusin Doctor....kalo dan nemu sponsor.....(mungkin ada anggota milist yg mau ?) -----Original Message----- From: abdul kadir [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, April 18, 2002 8:54 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi -----Original Message----- From: Eko W Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 17 April 2002 21:18 Subject: Re: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi >Ass.Wr.Wb. Semoga Bapak Eko dan teman-teman dalam keadaan sehat-sehar aja. Sepertinya yang dibahas sekarang bukan N.M lagi, tetapi yang membahasnya yang kita bahas sekarang. Berlatar belakang cara pembahasan masalah NM, khususnya Bapak Eko saya mengambil ANALISA sebagai berikut : 1. Topik yang dibahas masalah issu, dan tidak ada bobot / nilai tambahnya, karena: a) Hanya "mengharapkan" orang dapat bercermin dengan kejadian ini, tetapi tidak punya solusi, hanya menyalahkan saja (Suharto begini, Gus Dur begitu, Megawati bebini begitu, Kadir apalagi begitu gitu aja ). Buat dong solusinya agar pemimpin tidak begini-begitu. Dan agar bangsa ini Makmur, sejahtera, aman & sentosa (MSAS). Misal: UNDIP bikin partai, berjuang untuk menang pemilu. Kalau Pak Eko ingin melaksanakan cita-citanya yang luhur nanti jadi mentri per UU ngan. Buat aturan jangan begini jangan begitu buat pemimpin. Kalau melanggar digundulin (misalnya). 2. Apasih hasilnya membicarakan kekurangan orang lain untuk kita. Yang dibahas / dianalisa apanya. Setiap orang ada kekurangan, jadi dibantu kekurangan tersebut, jangan diomongin kesana kemari. 3. Masalah kita bersama adalah tidak ada rasa kesatuan. Jadi berantem melulu. Itu akibat omong-omong yang tidak dijaga dengan alasan macam-macam lah sesuai dengan fakta, kebebasan , dll. Wong masih saudara sendiri aja dibuka-buka/ di ejek-ejek /. Negara lain pada ketawa tuh. 4. Dan Bapak Eko kalau jadi pemimpin harus sabar. Katanya kalau dikritik / diomongin siap. Lapang dada deh. Anggap aja ini latihan kepemimpinan. Saya ngeri kalau Pak Eko diberi wewenang pegang kendali RUDAL BALISTIK, mungkin sudah diarahkan kesaya dan siap tekan tombol. ( guyon aja nih ) Dari analisa disimpulkan sebagai berikut : 1. Waktu tersita membahas yang kuarang berfaedah (nggak dapet pahala lagi ). 2. Tidak ada GOOL nya. 3. Masih NATO (not action tolk only). 4. Bapak eko harus banyak bersabar. 5. Perlu dibuat Partai. PENUTUP. Saya akhiri aja pembahasan topik ini, bila ada kekurangan mohon maaf sebesar-besarnya terutama pada Bapak Eko. Dan bila masih ada yang kurang berkenan dengan senang hati saya terima kritikan dari rekan-rekan semua. Terimakasih atas tawaran Lobsternya. Sekian tugas akhir saya yang mengakhiri topik ini. Salam-salam buat teman-teman semua, siapa tahu mendirikan partai beneran. Jadi salam-salam duluan cari bolo. Wassalam A.Kadir. Alumnus FNGT Electro 86, alumnus Matematik-Informatika UNPAD 99. -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 331 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 332 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
