Bapak Abdul Kadir ini bijaksana sekali. Andainya tiap orang seperti
anda........
Salam dari seberang benua,
Novi
"abdul kadir"
<abdul_k@iptn To: "Eko Raharjo" <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>
.co.id> cc:
Subject: Re: [UNDIP] Nurcholish Majid,
sang Putri & Yahudi
04/15/02
12:35 AM
Please
respond to
undip
-----Original Message-----
From: Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: abdul kadir <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 13 April 2002 5:50
Subject: Re: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi
>>
>> Assalamualaikum wr.wb
>> Bapak & Ibu yang saya hormati.
>> Pada dasarnya saya hanya mengingatkan saja, menurut saya pribadi
tidaklah
baik mendiskusikan kekurangan orang, apalagi yang didiskusikan masalah yang
belum jelas.
Boleh saja anda mengkritik orang sebagai peringatan, itu baik. Tetapi
apakah
dengan jalan membicarakan yang sekarang ini terjadi, cara mengoreksinya.
Kalau ada seorang pelacur (maaf) apakah anda akan memberi kritik dengan
cara
menyebarluaskan kekurangannya agar dia bertobat, dan apakah cara ini baik
agar orang lain tidak berbuat demikian.
Bapak Eko berpengetahuan luas, bisa menghubungkan hal-hal yang terjadi.
Tapi
itu hanya analisa Bapak Eko , dan itu saya hormati. Diluar perkiraan Bapak
Eko bisa juga terjadi.
Saya sependapat dengan Bapak Faizul yang selalu berpikir positif kejadian
ini, apalagi sesama orang muslim.
Dan saya tidak mengharapkan simpati dari siapapun. Dan saya menulis ini
bukan cari simpati, hanya saling mengingatkan. Tetapi kalau Bapak Eko
menganggap itu benar dengan segala argumentasinya, hal itu diluar kemampuan
saya.
Gunakanlah methode yang bijak untuk menasehati orang, saya kira Bapak Eko
lebih tahu dari pada saya, dan jangan di BOMBARDIR.
Dan saya sebagai manusia biasa sebelumnya minta maaf kalau ada tulisan yang
tidak berkenan.
Salam kenal saya buat Bapak Eko khususnya, Bapak & Ibu semua.
Wassalamu'alaikum wr.wb
>
>Eko Raharjo wrote:
>
>Waalaikumsalam wr wb sdr Abdul Kadir yth,
>Saya senang mendengar kabar pernikahan anak perempuan Nurcholish Majid.
>Saya tidak senang atas tindakan Nurcholish Majid atau pemimpin-2 Muslim
lain
>yang tidak menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Tentu saja ini suatu
berita
>yang kurang baik bagi kaum Muslim. Apakah sebaiknya harus
ditutup-tutupi??.
>Tidak! Pertama, sebagai pemimpin (Muslim), kualitas kepemimpinan Majid
>merupakan perkara umum bukan perkara pribadi. Kedua dengan disebar-luaskan
>memungkinkan suatu diskusi yang terbuka dan fair sehingga semua pihak bisa
>belajar dan mengambil hikmah; terutama yang bersangkutan bisa mengetahui
>kritik yang ada sehingga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya..
>
>Perkara yang mestinya tidak perlu disebar-sebar luaskan adalah mengenai
>perkara/data pribadi dari anggota keluarga ybs. Anehnya pihak Para Madina
>sendiri menyebar luaskan tanggal lahir dari Nadia, anak perempuannya
Majid.
>Lah orang kan malah tahu weton/wuku, shio, horoscope dari Nadia sehingga
>memungkinkan umum untuk bisa mempelajari karakter, kecenderungan ataupun
>kelemahan psikologi ybs. Boleh jadi Yahudi Rusia tsb menggaet Nadia dengan
>memakai cara-cara "klenik".
>
>Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Nabipun tidak muncul sejak lahir
>melainkan juga lewat suatu proses. Kritik terhadap kepemimpinan adalah
>suatu proses penggemblengan dan penyeleksian dari pihak umat/rakyat
>agar memperoleh pemimpin-2 yang berkualitas. Sesungguhnya itulah proses
>yang diterapkan oleh negara demokrasi barat. Oleh karena itu pihak barat
>selalu memunculkan pemimpin-pemimpin dengan kualitas dunia. Sedangkan
>negara-negra ketiga seperti Indonesia atau negara-2 Arab yang suka secara
>membuta menjunjung pemimpin tinggi-tinggi menderita krisis kepemimpinan
>tiada putus-putusnya.
>
>Kalau dilihat potensinya, Indonesia merupakan juga gudang pemimpin besar.
>Tidak ada orang yang mengingkari potensi kepemimpinan Sukarno. Namun
>karena orang amat mengkultuskan dia akibatnya malah tidak karu-karuan.
>Rakyat jadi menanggung sengsara dan aib berkepanjangan. (Tidak bedanya
>dengan Suharto). Abdurahman Wahid adalah juga pemimpin umat yang
>cukup potensial namun karena secara membuta dijunjung-junjung terus maka
>jadinya seperti badut 'tanggapan'. Lihatlah sekarang, mestinya dia
bergabung
>dengan pemimpin Islam dunia untuk memprotes tindakan teror dari Sharon
>malah ke Australia untuk memenuhi tanggapan (diundang untuk pentas
>hiburan) oleh masyarakat Yahudi disana.
>
>Marilah kita belajar contoh dari Gereja Katolik yang mengajarkan untuk
>mengkultuskan pemimpin-2 nya (para pastor yangtergabung dalam hirarki
>gereja). Tidak saja kesalahan bahkan tindakan-tindakan kriminal dari
>Pastor Katolik pun ditutup-tutupi (cover-up). Puluhan Pastor Katolik
>di Boston dan New York yang melakukan tindakan kriminal paedophile
>tidak dibuka ke publik namun dirahasiakan. Para kriminal (pastor katolik)
>tsb hanya dipindahkan ke lingkungan jemaat yang baru dimana disana
>mereka memakan korban baru. Setali tiga uang kalau masyarakat Muslim
>terus bersikap seperti anda yakni suka menutup-nutupi kesalahan dari
>pemimpin dapat diramalkan cepat atau lambat para pemimpin-2 umat Islam
>eg kyai dipondok-2 pesantren akan meniru jejak Pastor-2 Katolik yakni
>melakukan sodomie terhadap anak-anak didiknya. Sekali pemimpin sudah
>bertindak kriminal tidak ada lagi maaf melainkan harus dihukum sekeras-
>kerasnya (termasuk Suharto).
>
>Jadi kalau umat/rakyat menginginkan memiliki pemimpin-pemimpin yang
>benar-2 bermutu tidak ada jalan lain dari pada turut berperan untuk
>menggembleng, mengkritik dan mengkontrol pemimpin-pemimpinnya.
>Ungkapan respek yang paling sejati terhadap pemimpin adalah justru
>dengan jalan memberikan kritikan dan pengawasan. Jaman sekarang ini
>saya tidak lagi mempunyai rasa simpati atau sorry sedikitpun kepada
>orang-orang terpelajar seperti sdr. Abdul Kadir yang masih mengira bahwa
>menutup-nutupi kesalahan pemimpin adalah suatu tindakan terpuji,
sebaliknya
>mengkritik dan diskusikan secara terbuka justru dianggap sebagai
>perbuatan tidak baik. I cannot help but express my deepest concern bahwa
>sikap seperti itu hanya menjamin semakin terbelakang dan kacaunya
>masyarakat Muslim. Lihatlah Gereja Katolik yang telah mengalami
>kemunduran yang amat dina. Jangan salah sangka sekolahan-2 Katolik
>yang masih survive itu bukanlah cara Katolik melainkan memakai
>cara modern masyarakat barat yang sekarang berdemonstrasi menuntut
>dihukumnya pastor-pastor Katolik kriminal yang di tutup-tutupi dan
>disembunyikan oleh Gereja Katolik
>
>Wassalam
>Eko Raharjo
>Calgary
>
>
>
>
>
>
>>
>> Wassalamu'alaikum wr wb
>> A.Kadir
>> -----Original Message-----
>> From: Taufan <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>> Date: 10 April 2002 11:57
>> Subject: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi
>>
>> >Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi
>> >
>> >Sumber : Majalah MEDIA DAKWAH, Muharram 1423/April
>> >2002
>> >
>> > 30 september 2001, sejumlah WNI yg tinggal di
>> >Washington dibuat tercengang-cengang, khususnya yg
>> >menghadiri undangan perkawinan putri Nurcholish Majid,
>> >Nadya, dengan seorang bule Yahudi asal Rusia, yang
>> >dipimpin Nurcholish Majid sendiri, bertempat di
>> >apartemen putrinya itu di kawasan Washington. Istri
>> >Nurcholish Majid ikut hadir dalam acara tsb.
>> >
>> > Yang membuat orang tercengang ? bagi muslim yang
>> >mempercayai syariat Islam ? tatkala Nurcholish Majid
>> >memimpin perkawinan itu TIDAK MENGGUNAKAN TATACARA
>> >AGAMA APAPUN. Tidak menggunakan syariat islam (agama
>> >pengantin putri) atau agama Yahudi (pengantin lelaki)
>> >atau agama lainnya. Nurcholish memimpin upacara
>> >menggunakan bhs Inggris. Ia menyebut atas nama Tuhan
>> >(GOD) dan atas dasar keturunan (si pengantin putri sbg
>> >keturunannya). Perkawinan seperti ini menurut Syamsi
>> >Ali, guru agama Islam di New York sebagai perkawinan
>> >universal. Syamsi Ali menyatakan pada Media Dakwah,
>> >rekan-rekannya sempat hadir dalam perkawinan itu.
>> >
>> > Sejumlah sumber Media Dakwah sejak awal November
>> >2001 telah menceritakan prosesi perkawinan "Universal"
>> >secara detail dan rinci. Kabarnya yang menjadi ketua
>> >panitya acara ini adalah sahabat Nurcholish yakni
>> >Abdul Noer Adnan, penyiar senior VOA. Dia memesan
>> >tempat acara perkawinan tsb di Islamic Centre
>> >Washington di kawasan Massashusset Avenue Washington,
>> >namun pihak Islamic Centre Washington menolak
>> >permintaan tsb karena perkawinan itu bukan dengan cara
>> >Islam dan pengantin pria tetap seorang Yahudi. Agar
>> >diketahui Islamic Centre Washington memang menerapkan
>> >aturan perkawinan yang ketat sesuai syariat Islam.
>> >Nurcholis melalui Abdul Noer Adnan meminta kepada
>> >pimpinan Masjid pakistan di Washington yg dikenal
>> >sering melaksanakan perkawinan pemuda muslim dengan
>> >ahli kitab, namun pimpinan masjid itu ternyata tidak
>> >memenuhi undangan dan akhirnya Nurcholish sendiri
>> >memimpin pelaksanaan perkawinan "universal" ini. Baik
>> >Noer Adnan maupun Nurcholish Majid tidak menjawab soal
>> >pernikahan putrinya ini.
>> >
>> >
>> >
>> >=====
>> >Wassalammualaikum Wr. Wb.
>> >
>> >Taufan
>> >__________________________________________________________
>> >Get paid to search.....
>> >Just click and sign up
>> http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan
>> >
>> >__________________________________________________
>> >Do You Yahoo!?
>> >Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax
>> >http://taxes.yahoo.com/
>> >
>> >--------------------------
>> >Milis Archive: http://messages.to/archives or
http://messages.to/archives2
>> >to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 301
>> >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
>>
>> --------------------------
>> Milis Archive: http://messages.to/archives or
http://messages.to/archives2
>> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 310
>> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 314
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 315
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id