-----Original Message----- From: Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> To: abdul kadir <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 16 April 2002 4:59 Subject: Re: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi
>Tanggapan dari Kadir : Ass.wr.wb. Tidak disadari diskusi kita sampai jauh, sampai mengaburkan nilai-nilai mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sebenarnya ini adalah pelajaran dasar kita waktu sekolah di SD. Kalau kita sedang makan jangan bicara, kalau ada ulangan / ujian jangan menyontek, dll. Begitu juga membicarakan kekurangan orang lain, yang waktu itu guru saya mengatakan tidak baik.. Di agamapun demikian diajarkan, dan itu berlaku baik dia seorang pemimpin atau orang biasa. Saya tidak mempunyai authority untuk melarang orang berpendapat tetapi saya punya hak / kewajiban menyampaikan mana yang benar dan salah sesuai dengan apa yang saya dapat. Dan kalau pendapat saya dianggap salah saya harus belajarlagi atas kekurangan saya. Perlu direnungi, kalau apa yang kita bicarakan membawa akibat buruk pada yang bersangkutan siapa yang bertanggung jawab. Paling hanya menjawab "oh itu hanya hipotesis aja / atau sebagai wacana, dll". Atau menyalahkan sumber beritanya. Dan issu yang membawa image negatif kalau terjadi pada dirisendiri / keluarga bagaimana perasaannya. Boleh aja mengkritik orang, tetapi ada batasan-batasannya. Kalau kita tidak mempunyai batasan itu maka apabedanya kita dengan orang yang tidak terdidik. Yang dimaksud bijaksana disini adalah hendaknya tidak berprasangka buruk. Apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar belum tentu itu benar. Contoh : Pak Eko melihat orang terkapar dengan terhunus sebuah pisau yang kebutulan ada orang lain disebelahnya. Dan Pak Eko tidak melihat dia yang menusuknya. Apakah Pak Eko akan bilang dia yang membunuh ?. Menyerang orang tanpa pemberitahuan/ mengecek dulu berita sama aja dengan BOMBARDIR. Syukurlah berita ini (N.M) sekarang sudah jelas, dan mudah-mudahan membawa hikmah buat kita. Salam dari saya buat semua kawan-kawan UNDIP. > >abdul kadir wrote: > >> >> >> Assalamualaikum wr.wb >> >> Bapak & Ibu yang saya hormati. >> >> Pada dasarnya saya hanya mengingatkan saja, menurut saya pribadi tidaklah >> baik mendiskusikan kekurangan orang, apalagi yang didiskusikan masalah yang >> belum jelas. >> Boleh saja anda mengkritik orang sebagai peringatan, itu baik. Tetapi apakah >> dengan jalan membicarakan yang sekarang ini terjadi, cara mengoreksinya. >> Kalau ada seorang pelacur (maaf) apakah anda akan memberi kritik dengan cara >> menyebarluaskan kekurangannya agar dia bertobat, dan apakah cara ini baik >> agar orang lain tidak berbuat demikian. > >Eko Raharjo: >Pertama-tama harus dibedakan antara membicarakan kekurangan seseorang >(individual) dan kekurangan seorang pemimpin (public figure) terutama >yang menyangkut mengenai tindakan kepemimpinannya. Saya tidak >mendiskusikan mengenai somebody melainkan mengenai tindakan >Nurcholish Majid seorang tokoh yang menjadi panutan banyak Muslim >Indonesia. Kedua, karena justru permasalahannya belum jelas maka >issu perlu dimunculkan agar memperoleh klarifikasi bagaimana kejadian >sesungguhnya. Ketiga kalaupun hal tsb tidak penah terjadi sesungguhnya >tidak ada salahnya untuk secara hipotesis membicarakan kemungkinan-2 >penyelewengan yang dilakukan oleh pemimpin atau tokoh masyarakat >yang ada. Dengan demikian kalau perlu bisa diambil tindakan preventif >yang bisa menyelamatkan semuannya. Seandainya saja kita semua ini >bisa punya keberanian dan kecerdikan untuk membicarakan kemungkinan-2 >abuse yang bisa dilakukan oleh presiden Suharto dan keluarganya dan >mengambil tindakan prevensi seperlunya maka nasib bangsa Indonesia >tidak menjadi kelas pariah seperti sekrang ini. > >Selama saya hidup dan semoga dalam hidup saya mendatang saya tidak >pernah mengkritik pelacur-2 sebab pertama-tama mereka bukan pemimpin >masyarakat dan kebanyakan adalah orang-orang kecil, lemah dan serba >kepepet. Kedua, mereka justru adalah korban dari ketidak adilan sosial dan >ketidak becusan dari para pemimpin negara dan masyarakat. "Lha ngopo >wong cilik koyo ngene kok dikritik!" Sekali lagi ya yang perlu dikritik >adalah para pemimpinnya yang tidak becus dan masyarakatnya yang >ignoran yang malah suka mikirin kesejahteraan dan kemakmuran para >pemimpinnya. Kita bisa bicarakan lain kali bagaimana menobatkan >pelacur namun bagi saya jauh lebih penting untuk menobatkan para >pemimpin terlebih dahulu. > >Abdul Kadir wrote: > >> >> Bapak Eko berpengetahuan luas, bisa menghubungkan hal-hal yang terjadi. Tapi >> itu hanya analisa Bapak Eko , dan itu saya hormati. Diluar perkiraan Bapak >> Eko bisa juga terjadi. >> Saya sependapat dengan Bapak Faizul yang selalu berpikir positif kejadian >> ini, apalagi sesama orang muslim. >> Dan saya tidak mengharapkan simpati dari siapapun. Dan saya menulis ini >> bukan cari simpati, hanya saling mengingatkan. Tetapi kalau Bapak Eko >> menganggap itu benar dengan segala argumentasinya, hal itu diluar kemampuan >> saya. >> > >Eko Raharjo: >Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, hal tsb bukan menjadi issu >dalam diskusi. Setiap orang boleh mengajukan opininya orang lain boleh >setuju atau membantahnya. Yang saya merasa tidak simpati (kasarnya I feel >offended) adalah sikap anda yang naive yang menggolongkan orang yang >mendiskusikan mengenai tindakan seorang public figure (Nurcholish Majid) >sebagai orang yang tidak baik (lihat lagi posting anda yang terdahulu). >Dengan kata lain anda melarang orang untuk mendiskusikan mengenai >kepemimpinan dari Nurcholish Majid. Authority apa yang anda punyai >kok bisa-2 nya melarang dan menyalahkan orang (tanpa dengan alasan). > >Abdul kadir wrote: > >> Gunakanlah methode yang bijak untuk menasehati orang, saya kira Bapak Eko >> lebih tahu dari pada saya, dan jangan di BOMBARDIR. >> Dan saya sebagai manusia biasa sebelumnya minta maaf kalau ada tulisan yang >> tidak berkenan. >> Salam kenal saya buat Bapak Eko khususnya, Bapak & Ibu semua. >> Wassalamu'alaikum wr.wb >> > >Eko Raharjo: >Methode bijak yang bagaimana?, Apa yang anda maksud dengan memborbadir? >Coba uraikanlah secara logis dan dengan bahasa yang baku. Tidak usahlah >bersembunyi dibalik sopan santun. Sebagai orang indonesia kita semua >sudah 'kewaregen' (kenyang sekali) dengan sopan santun tanpa arti. Terbukti >sopan santun tidak menghilangkan KKN, sopan santun tidak menolong rakyat >yang semakin miskin dan sengsara, sopan santun tidak menyebabkan bangsa >Indonesia menjadi disiplin, pinter, jujur, dst.. > >Wassalam, >Eko Raharjo > >> >> > >> >Eko Raharjo wrote: >> > >> >Waalaikumsalam wr wb sdr Abdul Kadir yth, >> >Saya senang mendengar kabar pernikahan anak perempuan Nurcholish Majid. >> >Saya tidak senang atas tindakan Nurcholish Majid atau pemimpin-2 Muslim >> lain >> >yang tidak menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Tentu saja ini suatu >> berita >> >yang kurang baik bagi kaum Muslim. Apakah sebaiknya harus ditutup-tutupi??. >> >Tidak! Pertama, sebagai pemimpin (Muslim), kualitas kepemimpinan Majid >> >merupakan perkara umum bukan perkara pribadi. Kedua dengan disebar-luaskan >> >memungkinkan suatu diskusi yang terbuka dan fair sehingga semua pihak bisa >> >belajar dan mengambil hikmah; terutama yang bersangkutan bisa mengetahui >> >kritik yang ada sehingga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.. >> > >> >Perkara yang mestinya tidak perlu disebar-sebar luaskan adalah mengenai >> >perkara/data pribadi dari anggota keluarga ybs. Anehnya pihak Para Madina >> >sendiri menyebar luaskan tanggal lahir dari Nadia, anak perempuannya Majid. >> >Lah orang kan malah tahu weton/wuku, shio, horoscope dari Nadia sehingga >> >memungkinkan umum untuk bisa mempelajari karakter, kecenderungan ataupun >> >kelemahan psikologi ybs. Boleh jadi Yahudi Rusia tsb menggaet Nadia dengan >> >memakai cara-cara "klenik". >> > >> >Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Nabipun tidak muncul sejak lahir >> >melainkan juga lewat suatu proses. Kritik terhadap kepemimpinan adalah >> >suatu proses penggemblengan dan penyeleksian dari pihak umat/rakyat >> >agar memperoleh pemimpin-2 yang berkualitas. Sesungguhnya itulah proses >> >yang diterapkan oleh negara demokrasi barat. Oleh karena itu pihak barat >> >selalu memunculkan pemimpin-pemimpin dengan kualitas dunia. Sedangkan >> >negara-negra ketiga seperti Indonesia atau negara-2 Arab yang suka secara >> >membuta menjunjung pemimpin tinggi-tinggi menderita krisis kepemimpinan >> >tiada putus-putusnya. >> > >> >Kalau dilihat potensinya, Indonesia merupakan juga gudang pemimpin besar. >> >Tidak ada orang yang mengingkari potensi kepemimpinan Sukarno. Namun >> >karena orang amat mengkultuskan dia akibatnya malah tidak karu-karuan. >> >Rakyat jadi menanggung sengsara dan aib berkepanjangan. (Tidak bedanya >> >dengan Suharto). Abdurahman Wahid adalah juga pemimpin umat yang >> >cukup potensial namun karena secara membuta dijunjung-junjung terus maka >> >jadinya seperti badut 'tanggapan'. Lihatlah sekarang, mestinya dia >> bergabung >> >dengan pemimpin Islam dunia untuk memprotes tindakan teror dari Sharon >> >malah ke Australia untuk memenuhi tanggapan (diundang untuk pentas >> >hiburan) oleh masyarakat Yahudi disana. >> > >> >Marilah kita belajar contoh dari Gereja Katolik yang mengajarkan untuk >> >mengkultuskan pemimpin-2 nya (para pastor yangtergabung dalam hirarki >> >gereja). Tidak saja kesalahan bahkan tindakan-tindakan kriminal dari >> >Pastor Katolik pun ditutup-tutupi (cover-up). Puluhan Pastor Katolik >> >di Boston dan New York yang melakukan tindakan kriminal paedophile >> >tidak dibuka ke publik namun dirahasiakan. Para kriminal (pastor katolik) >> >tsb hanya dipindahkan ke lingkungan jemaat yang baru dimana disana >> >mereka memakan korban baru. Setali tiga uang kalau masyarakat Muslim >> >terus bersikap seperti anda yakni suka menutup-nutupi kesalahan dari >> >pemimpin dapat diramalkan cepat atau lambat para pemimpin-2 umat Islam >> >eg kyai dipondok-2 pesantren akan meniru jejak Pastor-2 Katolik yakni >> >melakukan sodomie terhadap anak-anak didiknya. Sekali pemimpin sudah >> >bertindak kriminal tidak ada lagi maaf melainkan harus dihukum sekeras- >> >kerasnya (termasuk Suharto). >> > >> >Jadi kalau umat/rakyat menginginkan memiliki pemimpin-pemimpin yang >> >benar-2 bermutu tidak ada jalan lain dari pada turut berperan untuk >> >menggembleng, mengkritik dan mengkontrol pemimpin-pemimpinnya. >> >Ungkapan respek yang paling sejati terhadap pemimpin adalah justru >> >dengan jalan memberikan kritikan dan pengawasan. Jaman sekarang ini >> >saya tidak lagi mempunyai rasa simpati atau sorry sedikitpun kepada >> >orang-orang terpelajar seperti sdr. Abdul Kadir yang masih mengira bahwa >> >menutup-nutupi kesalahan pemimpin adalah suatu tindakan terpuji, sebaliknya >> >mengkritik dan diskusikan secara terbuka justru dianggap sebagai >> >perbuatan tidak baik. I cannot help but express my deepest concern bahwa >> >sikap seperti itu hanya menjamin semakin terbelakang dan kacaunya >> >masyarakat Muslim. Lihatlah Gereja Katolik yang telah mengalami >> >kemunduran yang amat dina. Jangan salah sangka sekolahan-2 Katolik >> >yang masih survive itu bukanlah cara Katolik melainkan memakai >> >cara modern masyarakat barat yang sekarang berdemonstrasi menuntut >> >dihukumnya pastor-pastor Katolik kriminal yang di tutup-tutupi dan >> >disembunyikan oleh Gereja Katolik >> > >> >Wassalam >> >Eko Raharjo >> >Calgary >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> >> >> >> Wassalamu'alaikum wr wb >> >> A.Kadir >> >> -----Original Message----- >> >> From: Taufan <[EMAIL PROTECTED]> >> >> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> >> >> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> >> >> Date: 10 April 2002 11:57 >> >> Subject: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi >> >> >> >> >Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi >> >> > >> >> >Sumber : Majalah MEDIA DAKWAH, Muharram 1423/April >> >> >2002 >> >> > >> >> > 30 september 2001, sejumlah WNI yg tinggal di >> >> >Washington dibuat tercengang-cengang, khususnya yg >> >> >menghadiri undangan perkawinan putri Nurcholish Majid, >> >> >Nadya, dengan seorang bule Yahudi asal Rusia, yang >> >> >dipimpin Nurcholish Majid sendiri, bertempat di >> >> >apartemen putrinya itu di kawasan Washington. Istri >> >> >Nurcholish Majid ikut hadir dalam acara tsb. >> >> > >> >> > Yang membuat orang tercengang ? bagi muslim yang >> >> >mempercayai syariat Islam ? tatkala Nurcholish Majid >> >> >memimpin perkawinan itu TIDAK MENGGUNAKAN TATACARA >> >> >AGAMA APAPUN. Tidak menggunakan syariat islam (agama >> >> >pengantin putri) atau agama Yahudi (pengantin lelaki) >> >> >atau agama lainnya. Nurcholish memimpin upacara >> >> >menggunakan bhs Inggris. Ia menyebut atas nama Tuhan >> >> >(GOD) dan atas dasar keturunan (si pengantin putri sbg >> >> >keturunannya). Perkawinan seperti ini menurut Syamsi >> >> >Ali, guru agama Islam di New York sebagai perkawinan >> >> >universal. Syamsi Ali menyatakan pada Media Dakwah, >> >> >rekan-rekannya sempat hadir dalam perkawinan itu. >> >> > >> >> > Sejumlah sumber Media Dakwah sejak awal November >> >> >2001 telah menceritakan prosesi perkawinan �Universal� >> >> >secara detail dan rinci. Kabarnya yang menjadi ketua >> >> >panitya acara ini adalah sahabat Nurcholish yakni >> >> >Abdul Noer Adnan, penyiar senior VOA. Dia memesan >> >> >tempat acara perkawinan tsb di Islamic Centre >> >> >Washington di kawasan Massashusset Avenue Washington, >> >> >namun pihak Islamic Centre Washington menolak >> >> >permintaan tsb karena perkawinan itu bukan dengan cara >> >> >Islam dan pengantin pria tetap seorang Yahudi. Agar >> >> >diketahui Islamic Centre Washington memang menerapkan >> >> >aturan perkawinan yang ketat sesuai syariat Islam. >> >> >Nurcholis melalui Abdul Noer Adnan meminta kepada >> >> >pimpinan Masjid pakistan di Washington yg dikenal >> >> >sering melaksanakan perkawinan pemuda muslim dengan >> >> >ahli kitab, namun pimpinan masjid itu ternyata tidak >> >> >memenuhi undangan dan akhirnya Nurcholish sendiri >> >> >memimpin pelaksanaan perkawinan �universal� ini. Baik >> >> >Noer Adnan maupun Nurcholish Majid tidak menjawab soal >> >> >pernikahan putrinya ini. >> >> > >> >> > >> >> > >> >> >===== >> >> >Wassalammualaikum Wr. Wb. >> >> > >> >> >Taufan >> >> >__________________________________________________________ >> >> >Get paid to search..... >> >> >Just click and sign up >> >> http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan >> >> > >> >> >__________________________________________________ >> >> >Do You Yahoo!? >> >> >Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax >> >> >http://taxes.yahoo.com/ >> >> > >> >> >-------------------------- >> >> >Milis Archive: http://messages.to/archives or >> http://messages.to/archives2 >> >> >to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 301 >> >> >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id >> >> >> >> -------------------------- >> >> Milis Archive: http://messages.to/archives or >> http://messages.to/archives2 >> >> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 310 >> >> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id > > >-------------------------- >Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 >to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 317 >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 320 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
