Jangan asal setuju aja dong mas Agus.
Ini malah manas manasin aja. Kayanya seneng ya lihat teman pada saling
ngatain kasar.

Sekian
Wassalam Kadir

-----Original Message-----
From: Agus Budi Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 16 Juli 2002 10:24
Subject: Re: [UNDIP] Re:Gereja Melindungi Kriminal (3) : Diskusi yg
mengganggu !


>Setuju Mas Ibnu Widiyanto heheheh..:)
>Jadi inget diskusi jaman dulu membahas IMF, tahun berapa itu yah..?
>
>Kalau pendapat saya, ini adalah cuma masalah kultural dan kebiasaan. Mas
Eko
>mungkin sudah biasa menggunakan dan mungkin mendapat kata-kata yang
"kasar", dan
>tentu itu enak saja dilontarkan. Saya sendiri penggunaan kata-kata yang
demikian
>tidak merasa terhina atau terganggu, itu kan ekspresi orang saja. Sementara
di
>sisi lain Mas Bagus ( Mas Gabusto hehehe..:)), Mas Rochim ce es (ikutan Pak
Ibnu)
>tidak biasa atau kurang berkenan bila "dikata-katai". Hal ini sangat
berkait
>dengan pendidikan sejak kecil sehingga menciptakan Kultur yang dianut oleh
kedua
>teman tersebut. Eeeehhhh.... secara tidak sengaja berdiskusi di milis ini.
>
>Saya kira baiknya kita memang bersikap "Profesional" saja lah. Berdebatlah
yang
>sehat apa bila lawan menggunakan kata-kata yang "kasar" tidak ada salahnya
di
>balikin dengan kata-kata "kasar" pula, asal jangan sampai keluar "Kebun
Binatang"
>saja. Nati rak dadi rame milis kita ini..:). Asalkan hubungan individu ya
harus
>tetap baik, atau Istilahnya "Kepala boleh panas, hati tetep dingin".
>
>Agus B Rraharjo
>
>Ibnu Widiyanto wrote:
>
>> Nimbrung ya....
>>
>> Senang saya karena emailnya menjadi sangat seru...
>>
>> Di tengah belantara kehidupan...kadang diperlukan pendapat ekstrem,
pendapat
>> mainstream, pendapat oposan dan kalau perlu pendapat "sengak"
sekalipun...
>>
>> Apalagi media ini termasuk media umum...saya pikir biarlah orang
berpendapat
>> dengan gayanya masing-masing....
>>
>> Karena kita sudah dewasa, kita khan bisa menyaring sendiri kebenaran
>> masing-masing pendapat. Kita tidak perlu menegakkan ekslusifisme sendiri
>> dengan memban sebuah email kiriman anggota mailis.
>>
>> Bantah kalau kita nggak setuju.... Nggak bisa membantah diam en delete
saja.
>> Khan gampang to... Gitu saja kok sulit...he..he...he..
>>
>> Secara esensi, masalah yang dimunculkan pak Eko, bagi saya, nggak ada
>> apa-apanya. Bukan saya membela atau menentang pendapat siapapun...
>>
>> Namun, apa yang diungkapkan pak Eko, bagi saya, itu bukan barang
baru...Itu
>> barang nyata...bahwa agama selalu menjadi perbincangan dan bahan
pertentangan.
>>
>> Kasus pedophile di gereja sangat hangat kok dibahas di televisi di US dan
>> Kanada. Jadi, nothing wrong with it toh....Bahkan beberapa teman kristen
saya
>> di sini sampai males ke gereja gara-gara kehilangan kepercayaan terhadap
>> gereja.
>>
>> Cool saja lah...
>>
>> Biarkanlah pendapat maupun cerita nyleneh dari netter...khan bisa nambah
>> referensi kita..
>>
>> Kita jangan selalu berpikir bahwa yang mainstream itu selalu benar. Belum
>> tentu cing...makanya kita butuh cerita lain...gaya lain...
>>
>> Untuk ini, saya nggak keberatan sama sekali dengan gaya tulisan, ide
tulisan
>> yang dilontarkan oleh orang seperti pak Eko. Yusuf Henuk se es malah
lebih
>> pedas lho...
>>
>> Saya justru kuper kalau nggak ada email yang berisi kritikan (yang
pedas),
>> pendapat yang ekstrem, cerita yang nyleneh... hidup rasanya sepppi
>>
>> Kita khan nggak bisa adem tenterem..ora ono angin...itu utara
kuru...nggak
>> nyata.
>>
>> Kita perlu dinamika..Kita perlu debat. Kita perlu kritik akan kemapanan.
Kalau
>> nggak demikian, kita khan enggan untuk berubah...
>>
>> Oke cing...
>>
>> Cheers,
>>
>> IW
>
>------- tak delete-----
>
>
>
>--------------------------
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 594
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 647
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke