Nimbrung ya....
Senang saya karena emailnya menjadi sangat seru...
Di tengah belantara kehidupan...kadang diperlukan pendapat ekstrem, pendapat
mainstream, pendapat oposan dan kalau perlu pendapat "sengak" sekalipun...
Apalagi media ini termasuk media umum...saya pikir biarlah orang berpendapat
dengan gayanya masing-masing....
Karena kita sudah dewasa, kita khan bisa menyaring sendiri kebenaran
masing-masing pendapat. Kita tidak perlu menegakkan ekslusifisme sendiri
dengan memban sebuah email kiriman anggota mailis.
Bantah kalau kita nggak setuju.... Nggak bisa membantah diam en delete saja.
Khan gampang to... Gitu saja kok sulit...he..he...he..
Secara esensi, masalah yang dimunculkan pak Eko, bagi saya, nggak ada
apa-apanya. Bukan saya membela atau menentang pendapat siapapun...
Namun, apa yang diungkapkan pak Eko, bagi saya, itu bukan barang baru...Itu
barang nyata...bahwa agama selalu menjadi perbincangan dan bahan pertentangan.
Kasus pedophile di gereja sangat hangat kok dibahas di televisi di US dan
Kanada. Jadi, nothing wrong with it toh....Bahkan beberapa teman kristen saya
di sini sampai males ke gereja gara-gara kehilangan kepercayaan terhadap
gereja.
Cool saja lah...
Biarkanlah pendapat maupun cerita nyleneh dari netter...khan bisa nambah
referensi kita..
Kita jangan selalu berpikir bahwa yang mainstream itu selalu benar. Belum
tentu cing...makanya kita butuh cerita lain...gaya lain...
Untuk ini, saya nggak keberatan sama sekali dengan gaya tulisan, ide tulisan
yang dilontarkan oleh orang seperti pak Eko. Yusuf Henuk se es malah lebih
pedas lho...
Saya justru kuper kalau nggak ada email yang berisi kritikan (yang pedas),
pendapat yang ekstrem, cerita yang nyleneh... hidup rasanya sepppi
Kita khan nggak bisa adem tenterem..ora ono angin...itu utara kuru...nggak
nyata.
Kita perlu dinamika..Kita perlu debat. Kita perlu kritik akan kemapanan. Kalau
nggak demikian, kita khan enggan untuk berubah...
Oke cing...
Cheers,
IW
>===== Original Message From Rochim Hadisantosa <[EMAIL PROTECTED]> =====
>Assalaamu'alaikum, Salam sejahtera
>
>Wah Eko, makin tak terkendali saja bahasanya! entah apa sebenarnya
>yg membuatnya membabi-buta mengeksplorasi segala kata-kata yg
>layaknya orang tak berpendidikan saja atau seorang yang masih
>kesulitan mengkontrol lidahnya. Kemaren mengatai 'kapasitas
>berpikir onta, kini, segala tak tahu malu, arogan, malicious,
>pikiran rancu, nyebut.. kuda lumping ketagihan". Tapi segera saya
>teringat sesuatu pepatah, layaknya semua kata-2 yg berbunyi asal
>nyaring, umumnya kosong, saya tak perlu mendengar kata-2 buruk itu.
>
>Namun malangnya kata-kata ini keluar dari seorang diantara kita.
>Saya hanya berharap, semoga para member milis Undip lainnya, baik
>mahasiswa maupun alumni, tidak perlu terpancing mengeluarkan
>bombastis yg sama. Tetaplah menjaga kehormatan, kecendekiaan, dan
>akhlak kita sekalian dalam berdiskusi, seperti sebelumnya, untuk
>tetap sadar, bijak, dan berakal dalam berbagi pendapat, saran, dan
>kritik. Cukuplah seorang saja yang menjadi pencaci, disaat lupa
>untuk menulis email dengan tetap mengingat Allah.
>
>Memang benar, bahwa tingkat IQ tidak selalu sejalan dengan EQ,
>apalagi SQ, Spiritual Quotient, walau IQ saya pahami mendekatkan
>diri pada SQ. Tapi buat Eko, jangan-jangan dan lagi-lagi, semua
>itu, ajakan, nasehat, meskipun dengan kesabaran dan hikmah, akan
>tetap dituduh sebagai retorik basa-basi, dituduh sekedar untuk
>dianggap berbobot dan benar. Takutlah Eko bila hati telah terkunci,
>maka tak ada yg sanggup membukanya selain Tuhan sendiri.
>
>Tapi saya justru merasa beruntung belum bosan untuk tetap mengajak
>anda merenung diri, walah dituduh sekedar apik-apikan, basa-basi,
>atau kuda lumping ketagihan :
>
>Bacalah kitabmu, barangkali dengan itu hatimu menjadi lunak dan tak
>mudah memaki, sebab saya pernah mendengar hadits tentang itu,
>disaat sifat buruk menjadi kebiasaan, kebiasaan-2 baik akan
>menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.
>
>wasalam,
>rochim
>
>
>--- Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Rochim Hadisantosa wrote:
>>
>> > Assalamu'alaikum, Salam Sejahtera
>> >
>> > Anda lupa, bahwa setiap muslim bersaudara, maka bila seorang
>> > melakukan kesalahan, merupakan kewajiban bagi muslim lainnya
>> untuk
>> > meluruskan. Dan peringatan, nasehat, adalah hak setiap muslim
>> dari
>> > muslim lainnya. Maka saya tengah mengambil keWAJIBan itu, untuk
>> > memberi anda saran.
>>
>> Eko Raharjo:
>> Masalahnya adalah anda menganggap saya bersalah tanpa alasan.
>> Kedua
>> adalah lebih parah lagi yakni anda lancang mulut, tidak tahu
>> aturan dan
>> tak tahu diri, memintakan maaf atas nama saya. Kelakuan ini
>> merupakan
>> pelanggaran hak-2 asasi orang yang amat serius, yakni hak orang
>> untuk
>> mengetahui apa tuduhannya (kesalahannya), hak orang untuk membela
>> diri dan hak dan kebebasan orang untuk berpikir, berpendapat
>> secara
>> mandiri! Anda secara tak tahu malu telah berusaha merampas
>> hak-hak
>> asasi tersebut dari saya!
>>
>> Mengapa Islam dimata orang, terutama masyarakat di negara maju,
>> disalah-artikan sebagai primitif dan kelam, kemungkinan karena
>> adanya muslim seperti anda, who has no idea what you're talking!
>> Anda
>> tidak rumongso (mengerti) meskipun pernyataan-2 yang anda
>> keluarkan
>> adalah sangat arogan dan malicious (jahat). Anda kira kalau sudah
>> memakai
>> kata-kata seperti: "memaafkan", "muslim", "saudara", "kebesaran
>> hati",
>> dst" maka otomatis pernyataan anda akan berbobot dan benar. Anda
>> asal
>> nyomot retorik yang ada tanpa paham arti, konteks maupun follow
>> up nya,
>> dimana sangat berbahaya dan menyesatkan. Amat menyedihkan bahwa
>> di Indonesia tidak hanya anda sendiri yang punya pikiran rancu,
>> bahkan
>> orang seperti Kapolda Metro Jaya pun rangkul-rangkulan dengan
>> Tommy Suharto ("saudara sesama Muslim"), Pokoknya apik-apikan.
>>
>> Rochim wrote:
>> >Tak apa, pintu maaf saya selalu terbuka buat Eko, meski bila dia
>> >merasa tidak membutuhkannya, karena saya tahu bahwa kelak di
>> hari
>> >penimbangan segala amal, manusia pasti akan memerlukan permaafan
>> >setiap orang yang ia berlaku aniaya kepadanya. Baik itu kepada
>> >sesama muslim, maupun kepada umat beragama lain di depan
>> Tuhannya.
>>
>> Eko Raharjo:
>> Lihatlah betapa arogannya anda, sudah berusaha merampas
>> hak-hak asasi orang masih mengharapkan permintaan maaf :)
>> Perlu anda ketahui tidak ada satu kalimatpun dari pernyataan-2
>> anda
>> yang bersubstansi, semuanya retorik-retorik basi.
>>
>> Oleh karena itu saya hanya bisa bilang "nyebut...Chim... nyebut!"
>>
>> Sungguh sayang, bahwa sebenarnya keyakinan akan Allah yang Esa
>> dan niat untuk mencontoh nabi Muhammad saw, yang senantiasa
>> mereform praktek-2 dan sikap hidup "jahiliyah" di masyarakat,
>> menajamkan rasa keadilan dan pencarian akan kebenaran yang
>> hakiki,
>> namun Rochim mabok akan retorik-retorik manis berbunga-bunga
>> yang membuta tanpa makna. Tidak ada bedanya dengan kuda lumping
>> yang ketagihan dengan bau wangi kemenyan!
>>
>> Eko Raharjo
>> Calgary
>>
>> >
>> >
>> > Dan bila anda paham saya tengah memberikan HAK yang sepantasnya
>> > anda terima, untuk menerima nasehat itu.
>> >
>> > Saya pun tidak mengenal anda, tetapi seperti satu tubuh, bila
>> > diantara kami melakukan kesalahan, kewajiban bagi lainnya untuk
>> > menegur dan memperbaiki. Permintaan saya untuk memaklumi dan
>> > memaafkan saudara Eko adalah dalam kerangka berpikir saya yg
>> > demikian.
>> >
>> > Tapi demikianlah jadinya bagi pemahaman anda, anda justru
>> mencela
>> > itu dan mempertanyakannya, hanya karena sekedar ia 'tidak
>> > mengenal'. Bahkan mengatakan kapasitas berpikir saya seperti
>> > "onta". Sungguh 'hebat' kalimat ini. Saya bersyukur bahwa
>> kata-kata
>> > itu bukanlah kata-kata yang keluar dari mulut saya kepda orang
>> > lain, tapi dari orang lain kepada saya.
>> >
>> > Tak apa, pintu maaf saya selalu terbuka buat Eko, meski bila
>> dia
>> > merasa tidak membutuhkannya, karena saya tahu bahwa kelak di
>> hari
>> > penimbangan segala amal, manusia pasti akan memerlukan
>> permaafan
>> > setiap orang yang ia berlaku aniaya kepadanya. Baik itu kepada
>> > sesama muslim, maupun kepada umat beragama lain di depan
>> Tuhannya.
>> >
>> > Sebuah nasehat lagi bagi anda, hormatilah paling tidak diri
>> anda
>> > sendiri. Jangan menjatuhkan martabat kehormatan diri sendiri
>> dengan
>> > kata-kata anda sendiri.
>> >
>> > Kata-kata yang anda ucapkan, disana letak kapasitas anda
>> sendiri
>> > sebenarnya. Dan kapasitas saya tidak diukur dari apa yang orang
>> > lain katakan kepada saya, tapi apa yang saya katakan kepada
>> orang
>> > lain. Maka sungguh tepat bila saya memberi nasehat, khususnya
>> > kepada diri sendiri juga kepada saudara Eko, untuk merenungkan
>> > ulang setiap kata-kata sebelum menuliskan, khususnya yg
>> berhubungan
>> > dengan perasaaan orang lain, apakah itu sesuai dengan akhlak
>> > islami, apakah itu tidak melukai sesama muslim maupun non
>> muslim.
>> >
>> > Saya tahu benar kebesaran hati dan kerendahan hati rekan
>> Kristiani,
>> > meskipun bila sesuatu menyinggung perasaaannya, mereka tidak
>> akan
>> > mengeluarkan kata-kata kasar untuk itu, apalagi di milis ini.
>> Dan
>> > memanglah demikian, saya tidak membaca itu di milis ini. Saya
>> juga
>> > berpikir pintu maaf dari rekan Kristiani selalu terbuka, sebab
>> saya
>> > pernah mendengar sebuah ajaran mereka: permaafan yang tak
>> bersyarat
>> > dan tak terbatas. Saya sangat respek dan menghormati itu
>> sebagai
>> > sesuatu yang benar.
>> >
>> > Maka sekali lagi saya ulangi : Saya sebagai rekan, sebagai
>> saudara
>> > muslim, memohonkan pemaafan buat Eko kepada rekan lain di
>> milis
>> > ini yg saya tahu bahwa mereka tidak berkenan kepada tulisan-2
>> Eko
>> > "Gereja Melindungi Kriminal".
>> >
>> > Saya juga mohon maaf kepada rekan-2 lain di milis ini, termasuk
>> > saudara Eko, andaikata tulisan saya ini yang berhubungan dengan
>> > 'diskusi yang mengganggu dan tak perlu' itu, di milis ini,
>> menjadi
>> > menganggu milis ini juga.
>> >
>> > Wasalam,
>> > rochim
>> >
>>
>>
>> --------------------------
>> Milis Archive: http://messages.to/archives or
>> http://messages.to/archives2
>> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq.
>> Number: 582
>> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList
>> http://www.undip.ac.id
>>
>
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Yahoo! Autos - Get free new car price quotes
>http://autos.yahoo.com
>
>--------------------------
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 584
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 590
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id