iya nih sebaiknya diskusi kita diarahkan ke hal2x yang bermanfaat bagi
semuanya dan tanpa yang tersinggung ...soalnya kita ini kan satu almamater
ehhh klo bisa yang akur2x aja and mari bersatu semuanya tuk mencapai hal yg
besar dan bermanfaat tanpa rasa permusuhan tapi dengan rasa
persatuan...ok.....
sebab kalau terjadi saling panas2xan and saling bermusuhan, itu tidak baik
and yang baca email di maillist inipun jadi nggak enak.....


-----Original Message-----
From: abdul kadir [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, July 18, 2002 8:06 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [UNDIP] Re:Gereja Melindungi Kriminal (3) : Diskusi yg
mengganggu !


Jangan asal setuju aja dong mas Agus.
Ini malah manas manasin aja. Kayanya seneng ya lihat teman pada saling
ngatain kasar.

Sekian
Wassalam Kadir

-----Original Message-----
From: Agus Budi Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 16 Juli 2002 10:24
Subject: Re: [UNDIP] Re:Gereja Melindungi Kriminal (3) : Diskusi yg
mengganggu !


>Setuju Mas Ibnu Widiyanto heheheh..:)
>Jadi inget diskusi jaman dulu membahas IMF, tahun berapa itu yah..?
>
>Kalau pendapat saya, ini adalah cuma masalah kultural dan kebiasaan. Mas
Eko
>mungkin sudah biasa menggunakan dan mungkin mendapat kata-kata yang
"kasar", dan
>tentu itu enak saja dilontarkan. Saya sendiri penggunaan kata-kata yang
demikian
>tidak merasa terhina atau terganggu, itu kan ekspresi orang saja. Sementara
di
>sisi lain Mas Bagus ( Mas Gabusto hehehe..:)), Mas Rochim ce es (ikutan Pak
Ibnu)
>tidak biasa atau kurang berkenan bila "dikata-katai". Hal ini sangat
berkait
>dengan pendidikan sejak kecil sehingga menciptakan Kultur yang dianut oleh
kedua
>teman tersebut. Eeeehhhh.... secara tidak sengaja berdiskusi di milis ini.
>
>Saya kira baiknya kita memang bersikap "Profesional" saja lah. Berdebatlah
yang
>sehat apa bila lawan menggunakan kata-kata yang "kasar" tidak ada salahnya
di
>balikin dengan kata-kata "kasar" pula, asal jangan sampai keluar "Kebun
Binatang"
>saja. Nati rak dadi rame milis kita ini..:). Asalkan hubungan individu ya
harus
>tetap baik, atau Istilahnya "Kepala boleh panas, hati tetep dingin".
>
>Agus B Rraharjo
>
>Ibnu Widiyanto wrote:
>
>> Nimbrung ya....
>>
>> Senang saya karena emailnya menjadi sangat seru...
>>
>> Di tengah belantara kehidupan...kadang diperlukan pendapat ekstrem,
pendapat
>> mainstream, pendapat oposan dan kalau perlu pendapat "sengak"
sekalipun...
>>
>> Apalagi media ini termasuk media umum...saya pikir biarlah orang
berpendapat
>> dengan gayanya masing-masing....
>>
>> Karena kita sudah dewasa, kita khan bisa menyaring sendiri kebenaran
>> masing-masing pendapat. Kita tidak perlu menegakkan ekslusifisme sendiri
>> dengan memban sebuah email kiriman anggota mailis.
>>
>> Bantah kalau kita nggak setuju.... Nggak bisa membantah diam en delete
saja.
>> Khan gampang to... Gitu saja kok sulit...he..he...he..
>>
>> Secara esensi, masalah yang dimunculkan pak Eko, bagi saya, nggak ada
>> apa-apanya. Bukan saya membela atau menentang pendapat siapapun...
>>
>> Namun, apa yang diungkapkan pak Eko, bagi saya, itu bukan barang
baru...Itu
>> barang nyata...bahwa agama selalu menjadi perbincangan dan bahan
pertentangan.
>>
>> Kasus pedophile di gereja sangat hangat kok dibahas di televisi di US dan
>> Kanada. Jadi, nothing wrong with it toh....Bahkan beberapa teman kristen
saya
>> di sini sampai males ke gereja gara-gara kehilangan kepercayaan terhadap
>> gereja.
>>
>> Cool saja lah...
>>
>> Biarkanlah pendapat maupun cerita nyleneh dari netter...khan bisa nambah
>> referensi kita..
>>
>> Kita jangan selalu berpikir bahwa yang mainstream itu selalu benar. Belum
>> tentu cing...makanya kita butuh cerita lain...gaya lain...
>>
>> Untuk ini, saya nggak keberatan sama sekali dengan gaya tulisan, ide
tulisan
>> yang dilontarkan oleh orang seperti pak Eko. Yusuf Henuk se es malah
lebih
>> pedas lho...
>>
>> Saya justru kuper kalau nggak ada email yang berisi kritikan (yang
pedas),
>> pendapat yang ekstrem, cerita yang nyleneh... hidup rasanya sepppi
>>
>> Kita khan nggak bisa adem tenterem..ora ono angin...itu utara
kuru...nggak
>> nyata.
>>
>> Kita perlu dinamika..Kita perlu debat. Kita perlu kritik akan kemapanan.
Kalau
>> nggak demikian, kita khan enggan untuk berubah...
>>
>> Oke cing...
>>
>> Cheers,
>>
>> IW
>
>------- tak delete-----
>
>
>
>--------------------------
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 594
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 647
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 648
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke