Rochim Hadisantosa wrote:
> Assalaamu'alaikum wrwb
>
> Jangan salahkan yang namanya basa-basi Ko! disini juga orang-2 tua
> atau pun anak muda kalo mau duduk disebelah tempat yg kosong kadang
> tetap bilang "Entschuldigen Sie mir bitte!", padahal itu
> jelas-jelas kosong, sejauh basa-basi itu tidak berlebihan, dan
> menandakan kesopanan, apa salahnya?
>
Eko:
Lho Chim kok ditembuskan Undip maneh :)
Chim, orang Jerman tidak pernah bilang Entschuldigung
kalau mau menyatakan pendapat dalam diskusi.
Rochim:
>
>
>
> Dan demikianlah Ko, sekali lagi saya mengulangi spt diemail
> pertama:
> Saya sebagai rekan memohonkan pemaafan buat Eko kepada rekan lain
> bila ada yg tidak berkenan dengan tulisan Eko. Dan saya tetap
> menganjurkan, mbok ya kalo bikin orang sakit hati itu minta maaf,
> itu sopan santunnya.
>
Eko:
That's OK Chim, saya ulangi lagi sudah habis menyan wangi berapa?
Jangan lupa lho punya asuransi gigi sebab menyan itu athos.
Sudah coba makan beling?! mana yang lebih enak gelas plenthong
atau semprong? :)
Rochim:
>
> Dan lihatlah! saran, nasehat saya malah dia bilang offense di depan
> umum! lucu lucu sekali di jaman demokrasi ini. Bitte schon, monggo,
> kalau mau lewat jalur pribadi, tapi kok dikirimkan juga ke milis?
> ha ha, Tapi perlu dipahami, tidak ada yg mewajibkan saya
> membalasnya, kalo email anda tidak komprehensif, atau saya lagi
> banyak kerjaan, atau saya lagi enggan. Saya nulis email: kalo lagi
> pengen nulis. Oke Ko?
>
> salam
> rochim.
>
Ndak usah ketakutan Chim, aku bukan jenis kanibal atau
tukang makan gelas atau menyan :)
salam kembali
Eko
--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 632
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id