Karena deficit itulah maka masuk fak kedokteran "cukup" bayar 150 jeti
..
Langsung mbrobossss ...
Saya inget dulu waktu kecil, mbrobos dari sawah karena kepengen berenang
tapi gak mau bayar ..
Sekarang malah kebalikan, boleh mbrobos asal bayar ..

-----Original Message-----
From: Ibnu Widiyanto [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, March 11, 2004 11:03 PM
To: Ressa Yanuardin Widiyatmoko; [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [UNDIP] Kampus FE UNDIP

Itungan bodon....

Saya dulu mbayar SPP hanya sekitar Rp 22.500 (kalau nggak salah ya). Itu
tahun 
1981. Tahun 1983, saya mbayar SPP untuk fakultas lain sebesar Rp 30000.
Waktu 
itu US $ 1 = Rp 600an.

Sekarang US $ 1 = Rp 9000an. Berarti ada kenaikan nilai dollar US
sebesar 
1500%. Kalau demikian SPP Undip itu minimal harus naik 1500% dong. Jadi
SPPnya 
sebesar Rp 450.000,-.

Tahun 1980an, gaji dosen junior Undip sekitar Rp 150000 an sebulan.
Karena ada 
kenaikan 1500%, berarti gaji dosen junior Undip minimal adalah Rp
2250000. 
Kenyataannya gaji dosen junior Undip sekarang kurang dari Rp 1250000 per

bulan. Jadi ada deficit gaji sebesar Rp 1 juta.

Kalau jumlah dosen Undip, katakan, sebanyak 1000 orang. Berarti setiap
bulan 
Undip harus nomboki kekurangan gaji dosen sebesar Rp 1 milyar. Katakan
jumlah 
mhs Undip adalah 20000. Maka beban setiap mhs Undip untuk nambah
kekurangan 
gaji adalah sebesar Rp 50 ribu per mhs.

Kalau sekarang mhs Undip cuman mbayar SPP sebesar Rp 500 ribu tok,
berarti ada 
dana itu hanya bisa digunakan untuk mbayar gaji dosen plus biaya
operasional 
sehari-hari. Jangan ditanya deh apakah kampusnya megah atau tidak?  Duit

darimana? Biaya operasional itu jelas mestinya persis dengan kegiatan 
operasional 20 tahun lalu yakni belum ada komputer, internet dan data 
projector. Belum lagi, tuntutan untuk melakukan pengembangan akademik.

Kalau demikian SPP sebesar Rp 500 ribu per semester itu sangat tidak
wajar, 
sangat jauh dari kebutuhan normal.

Makanya, SPP Undip itu mestinya dinaikkan. Mosok SPP SD saja Rp 400
ribu, SPP 
Undip nggak jauh beda.

Piye jal?


CU

IW


>===== Original Message From "Ressa Yanuardin Widiyatmoko" 
<[EMAIL PROTECTED]> =====
>Untuk menolong mahasiswa yang gak mampu itu, selain mengandalkan
beasiswa 
yang masuk ke Undip, bisa gak kita gunakan sistem subsidi silang. Saya
sendiri 
pernah mengalaminya pada waktu SMU, dimana pada waktu itu teman sekolah
saya 
bisa membayar SPP SMU Cuma Rp. 5.600,00 dan ada yang membayar SPP SMU
Rp. 
250.000,00 untuk teman saya yang mampu. Memang kondisinya tidak bisa
disamakan 
pada masa itu, tetapi paling tidak bisa dijadikan acuan dasar dan
disesuaikan 
buat membantu adik-adik kita itu. Terus terang saja, saya sangat senang 
diskusi ini bisa mengarah lebih membantu kampus kita tercinta ini
daripada 
diskusi debat kusir kemarin. :) Salam Damai
>
>
>Ressa Yanuardin Widiyatmoko
>Traffic Management, Marketing and Sales Division
>PT. Televisi Transformasi Indonesia
>Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A
>Jakarta 12790 - Indonesia
>email : [EMAIL PROTECTED]
>
>-----Original Message-----
>From: Kurnia Wijayanti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: 11 Maret 2004 13:26
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [UNDIP] Kampus FE UNDIP
>
>waduh pak jg gitu donk, liat aja faktanya pak, kemren tuh pas bayar
spp,
>rektorat didatangi banyak orang tua mhs yg nangis2 minta keringanan dan
>perpanjangan waktu, ini beneran lho. Lha staff yg ngurusi aja ikut2an
>mbrebes mili kok.Mungkin 500 rb tuh ringan bagi yg mampu, tp yang pas2
an
>waduhhhh abot tenan. Jadi inget cerita ibu saya, dulu pas th 64 masuk
undip
>Sospol, gratis lho, tanpa SPP, setelah Orde Baru malah kuliah jadi
bayar
>mahal
>
>----- Original Message -----
>From: "Ibnu Widiyanto" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: "Agus B Raharjo" <[EMAIL PROTECTED]>; "undip" <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Thursday, March 11, 2004 11:01 AM
>Subject: RE: [UNDIP] Kampus FE UNDIP
>
>
>> podo kreatif ternyata....
>>
>> kalau sudah terbiasa SPP nya mahal, nanti kan SPP 150 juta nggak
terasa
>mahal.
>>
>> Bagi saya yang benar adalah SPP Universitas harusnya mahal sehingga
yang
>punya
>> sponsor saja (keuangannya mapan) yang bisa maksud universitas. Bagi
yang
>nggak
>> mampu bisa mengajukan bursary.
>>
>> Yang sering terjadi kan mahasiswanya protes mbayar sekolahnya mahal,
>padahal
>> orang tuanya nggak keberatan. Yang lebih tragis lagi, mintanya duit
untuk
>> mbayar SPP ke orang tuanya di markup. Sisanya untuk nonton sama doi.
Kalau
>> begini opo ora lheb....temenan...
>>
>>
>> CU
>>
>> IW
>>
>
>
>-----------------------------------------------------------------------
---
>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1671
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id
>
>
>
>-----------------------------------------------------------------------
---
>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1680
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


------------------------------------------------------------------------
--
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1687
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id




--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1692
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke