Diresmikan Camat

    LEBAKSIUH dan Cisurupan merupakan dua kampung
bersejarah. Di tahun 1947-1948, keduanya dijadikan
sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat, pada masa
Gubernur Sewaka. Tragisnya, kedua kampung ini tak
mendapat perhatian layak dari pemerintah. Setiap kali
musim hujan tiba, praktis, kedua kampung ini
terisolasi.

KAMPUNG Lebaksiuh Desa Cipicung Kec. Bantarkalong
(kini Kec. Culamega- red.) berada di selatan Kota
Tasikmalaya. Akses menuju kampung tersebut berada di
Desa Darawati yang berjarak 70 km dari Kota
Tasikmalaya. Dari jalan raya, Lebaksiuh berjarak tak
kurang dari 20 km. Kondisi jalan mulus, dengan aspal
yang cukup tebal.

Akan tetapi, setelah 12 km, kondisi jalan berbanding
terbalik. Jalan berbatu, lengkap dengan liang jaer
yang cukup dalam. Tak sebatas itu, untuk mencapai
kampung tersebut, setidaknya dua bukit harus
dilampaui, dengan medan yang menurun dan menanjak
tajam. Di sana, di balik dua bukit itulah, Kampung
Lebaksiuh berada.

Kampung Lebaksiuh didiami oleh sekurangnya 300 KK
dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Di
sinilah, selama tujuh bulan antara Agustus
1947-Februari 1948, Gubernur Jawa Barat, M. Sewaka
menjalankan pemerintahan darurat. Ketika hendak
meninggalkan Lebaksiuh, suatu pagi, Sewaka sempat
berpamitan kepada H. Abdul Hamid, pemilik rumah yang
didiaminya bersama keluarga saat menjalankan
pemerintahan darurat.

”Ku lantaran geus kapanggih ku Belanda, jadi,
panginten, wayahna ayeuna bade ngalih ka Cisurupan.
Namung, untung Haji, ieu tempat teh dipake ku
pemerintahan Jawa Barat. Jaga, bakal aya hargana,”
tutur H. Muchamad Muslih, salah seorang putra Abdul
Hamid, ketika ditemui di kediamannya, Rabu (9/8).

Kalimat itu terus terngiang, setidaknya di ingatan
Muslih. Namun, waktu terus berganti, ”harga” itu
tak kunjung didapat. Bahkan, hingga dekade 1970, tak
ada jalan menuju Kampung Lebaksiuh. ”Jalan ke desa
baru dibuat menjelang akhir jabatan saya sebagai
kepala desa, tahun 1974. Dulu, hutan belantara.
Kebetulan, waktu itu, ada rencana membangun jalan yang
menghubungkan Tasikmalaya-Garut,” tuturnya.

Kebetulan, saat itu, pejabat Bupati Tasikmalaya adalah
Husein Wangsaatmadja. Ternyata, Husein berasal dari
kalangan militer. ”Kebetulan pula, beliau adalah
mantan anak buah Brigjen Sutoko. Makanya, ketika
rencana pembangunan jalan desa diajukan, beliau
setuju,” ungkapnya.

Lama tak diperhatikan, kondisi jalan itu pun semakin
memprihatinkan. Saat ini, jalan itu tinggal berupa
”susunan” bebatuan dan balong saat.

Soal lainnya, sebagai ”kampung bersejarah”,
Lebaksiuh nyaris terlupakan. Kata Muslih, sejak Sewaka
meninggalkan kampung, belum ada seorang pun pejabat
yang sudi datang. ”Pada tahun 1985, kami membuat
prasasti untuk mengenang masa-masa pemerintahan
darurat itu. Prasasti itu kami buat secara swadaya.
Tak ada yang peduli. Alhasil, prasasti itu cuma
diresmikan oleh camat,” demikian Muslih.

**

KONDISI senada berlaku pada Kampung Cisurupan Desa
Nagrog Kec. Cipatujah Kab. Tasikmalaya. Akses masuk
kampung itu berada di perkebunan karet, Desa
Padawaras, berjarak 81 km di selatan Kota Tasikmalaya.
Dari sana, Kampung Cisurupan berada sejauh 10 km dari
Desa Padawaras, dengan kondisi jalan yang juga
memprihatinkan.

Sewaka menjadikan kampung tersebut sebagai pusat
pemerintahan selama tiga bulan. Ketika Sewaka tiba,
penduduk setempat sedang membangun masjid. Sewaka
turut ambil bagian. Tak heran, kemudian, masjid itu
diberi nama Masjid Jami An-Nuur Gubernur M. Sewaka.

”Waktu itu, beliau bilang, kalau ada apa-apa
menyangkut masjid, tolong, saya diberi tahu. Sekarang,
masjid dalam tahap renovasi. Kami sudah coba mencari
keberadaan keluarga Pak Sewaka, tapi tak juga
ketemu,” kata Dain (87), pelaku sejarah yang juga
warga setempat, ketika ditemui, Rabu (9/8).

Di kampung tersebut juga dibangun satu prasasti untuk
mengenang peristiwa itu. Bupati Tasikmalaya, Tatang
Farhanul Hakim sempat mengucapkan janji akan segera
mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan. Kini,
masyarakat sedang menanti-nanti janji
itu.(Hazmirullah/”PR”-Ai
Setiadi/”Priangan”)***

Sumber:
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/14/selisik/lain02.htm


=====
Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
[Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke