Rendah, Kesadaran Akan Sejarah RENDAHNYA kesadaran masyarakat Jawa Barat terhadap pendokumentasian sejarah daerahnya telah menyebabkan terkuburnya sejumlah fakta historis pemerintahan Jabar semasa Perang Kemerdekaan. Padahal, melalui catatan-catatan sejarah itulah, kita dapat mengetahui ritme kehidupan di masa lalu.
Sebagai contoh, melalui sejumlah dokumentasi sejarahlah kita mengetahui alotnya perjuangan yang dilakukan Pangeran Diponegoro pada masa penjajahan Belanda. Karena itu, pengabaian terhadap fakta historis hanya akan menyebabkan masyarakat terasingkan dari sejarahnya sendiri. Hal ini pula yang terjadi di Jabar, di mana masyarakatnya cenderung tidak peduli dengan fakta historis daerahnya, khususnya mengenai sejarah pemerintahan Provinsi Jabar di era Perang Kemerdekaan. Rektor Universitas Widyatama Mame Sutoko mengungkapkan hal itu saat ditemui PR di kantornya, Jln. Cikutra, Bandung, Kamis (11/8). Menurut Mame yang juga putra alm. Brigjen Sutoko, lemahnya dokumentasi sejarah pemerintahan Jabar inilah yang menjadi salah satu penyebab kaburnya sejarah pemerintahan Jabar pada era Perang Kemerdekaan. Karakter masyarakat yang abai terhadap dokumentasi sejarah itu pula yang telah mengakibatkan sejarah pemerintahan Jabar teralienasikan dari pemiliknya, yaitu warga Jabar. Sebagai contoh, banyak masyarakat Jabar yang tidak mengetahui pada masa pemerintahan Gubernur Jabar Mas Sewaka (1947-1952), ibu kota Jabar pernah dipindahkan dari Bandung ke Lebaksiuh (70 km selatan Tasikmalaya) pada tahun 1947 - 1948. Wilayah terpencil itu menjadi pusat pemerintahan sekira enam bulan (Agustus 1947-Februari 1948). Pemindahan tersebut dilakukan demi mempertahankan wilayah Jabar dari upaya Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Meski masa pemerintahan di Lebaksiuh cukup singkat, tetapi nilai sejarahnya sangat besar. Karena itu, sejumlah perguruan tinggi tertarik untuk mengkajinya, salah satunya adalah Universitas Siliwangi (Unsil), Tasikmalalya. ** Dalam hasil kajian tim peneliti Unsil disebutkan, pascaperang kemerdekaan, Belanda banyak melancarkan serangan ke wilayah Jabar, karena daerah ini merupakan pusat kegiatan birokrasi militer dan sipil. Belanda menginginkan semua basis militer di Jabar hancur, sehingga akan melemahkan pergerakan para pejuang pada masa itu. Tercatat, sejumlah fasilitas yang diserang di antaranya adalah lapangan udara Parigi (Serang), lapangan udara Kalijati (Subang) dan lapangan udara Cibeureum (Tasikmalaya). Bandung pun tidak luput dari serangan tersebut. Serangan gencar dari Belanda yang memaksa Sewaka memindahkan pusat pemerintahan dari Bandung ke Lebaksiuh. Setidaknya, melalui relokasi tersebut, pemerintah masa itu ingin menunjukkan pada rakyatnya, pemerintahan Jabar masih tetap eksis meski diserang Belanda. Untuk menangkis agresi Belanda tersebut sekaligus mengoordinasikan badan-badan perjuangan baik yang bersenjata maupun yang tidak bersenjata, maka di Bandung pada 15 Oktober 1954 dibentuklah Majelis Daerah Perjuangan Pertahanan Priangan (MPPP) yang dipimpin oleh Sutoko. Pada 19 desember 1945, lembaga ini menjadi MPPP (Majelis Persatuan Perjuangan Priangan) dan tetap dipimpin oleh Sutoko. Masih dalam kajian tim peneliti Unsil, disebutkan di dalam MPPP tersebut bergabung sejumlah organisasi perjuangan, yaitu Laswi, Hizbullah, Sabilillah, Barisan Merah Putih (BMP), Angkatan Pemuda Indonesia (API), Laskar Rakyat (LR), Pasukan Istimewa (PI), Pasukan Garuda Putih (PGP), Pasukan Beruang Merah (PBM), Angkatan Muda Kereta Api (AMKA), Angkatan Muda PTT, dan Pemuda Sosialis Indonesia (Persindo). MPPP ini kemudian menjadi salah satu unsur pembentuk Wehrkreise III yang dipimpin Sutoko. Sekira sebulan sebelum Agresi Militer Belanda I (1 Juli 1947), Sutoko dipindahtugaskan ke Tasikmalaya dan menjabat sebagai Kepala Staf Pertahanan Jabar sekaligus komando Wehrkreise III dibawah pimpinan A.H Nasution. Sutoko membawahi pemerintahan sipil Jabar pimpinan Gubernur Sewaka. Wehrkreise dibentuk A.H. Nasution di Padayungan, Tasikmalaya, 20 Juli 1947 . Saat itu situasi di Bandung sudah tidak aman bagi pemerintahan Gubernur Sewaka yang kemudian memindahkan pemerintahan sipil ke Lebaksiuh, Tasikmalaya. Seiring dengan pemindahan pemerintahan sipil tersebut, Wehrkreise III juga ikut bergabung di dalamnya. Hasil kajian tim peneliti Unsil menyebutkan, Sutoko kerap mendampingi Gubernur Sewaka untuk menginformasikan segala aktivitas gerakan gerilya tentara Siliwangi melawan agresi Belanda. Eksistensi tentara Siliwangi sangat penting dalam mendukung perjuangan masyarakat Jabar melawan agresi Belanda. Setidaknya, kemampuan pasukan Siliwangi bertahan merupakan bukti bahwa Belanda belum bisa sepenuhnya menguasai seluruh daerah Jabar. Wehrkreise adalah pembagian daerah pertempuran dalam lingkaran-lingkaran (kreise) yang dapat mengadakan pertahanan (wehr) secara mandiri. Lembaga ini menjaga pertahanan dengan cara memanfaatkan potensi keadaan wilayah semaksimal mungkin, yaitu keunggulan dari segi medan, demografi, dan kemampuan wilayah. Keberadaan Wehrkreise ini tidak hanya melibatkan tentara tetapi juga rakyat. Oleh karena itu, lembaga ini berperan penting dalam membangkitkan semangat juang rakyat melawan penjajahan. Pada masa itu, rakyat yang berpartisipasi dalam Wehrkreise, sering kali bertugas sebagai kurir (pasuratan) yang harus berani masuk ke daerah musuh untuk menyampaikan pesan dari para pejabat pemerintahan sipil di Lebaksiuh kepada para pemimpin gerilya. Karena itu, Sutoko sebagai Komando Wehrkreise III saat itu punya peranan penting dalam mengorganisasi perjuangan pasukan Siliwangi bersama rakyat. (Icha/PR)*** Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/14/selisik/lain05.htm ===== Situs: http://www.urang-sunda.or.id/ [Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

