jadi tulisan salah saurang jurnalis, novelis, cerpenis ieu kabuktian meureun nya kang.. ::cutat::
[bukan puisi] sebatang rokok, secangkir darah ini bukan puisi tentang sebatang rokok, secangkir darah lupakan, lupakan bahwa rokok itu merusak kesehatan (kalau memang tubuh si perokok kuat, gimana?) lupakan, lupakan bahwa rokok itu mempercepat kematian (kata siapa? meski stephen hawking sudah bisa melayang di angkasa, ajal tetap saja misteri luar biasa) tapi mungkin boleh juga sesekali diingat bukubuku lama tentang derita buruh perkebunan tembakau dalam gubuk paman tom di amerika sana tapi mungkin boleh juga sesekali dibuka bukubuku yang belum terlalu lama tentang derita buruh tembakau deli yang berlangsung cukup dekat di sini ini bukan puisi tentang sebatang rokok, secangkir darah tapi sebatang rokok memang bisa mendongkrak kekayaan para pemilik perkebunan hingga bercokol di daftar 500 orang terkaya versi majalah fortune atau forbes tapi sebatang rokok memang begitu luar biasa dibandingkan teh atau hasil kebun lain yang hanya mampu membuat para pemilik kaya tapi tidak superduperkaya tapi sebatang rokok memang bisa membuat para sastrawan yang asyik menulis lupa bahwa di tengah pesan kemanusiaan pada barisbaris prosa atau puisinya yang diukirnya dengan indah yang ia hirup adalah secangkir darah dan secangkir darah dan secangkir darah dan secangkir darah dari para buruh tembakau yang berabadabad berada dalam strata terendah bahkan di kalangan buruh sendiri secangkir darah yang keluar lagi dalam segantang asap menari indah di depan mata para sastrawan yang sibuk mencari inspirasi untuk memanusiakan manusia (har! har!) bukan, ini bukan puisi tentang secangkir rokok, sebatang darah karena para sastrawan hanya bisa menulis teks dan lupa menjadikan tubuhnya sendiri sebagai teks ohoi! lupakan, lupakan bahwa rokok itu mempercepat kematian seperti propaganda pemerintah di kemasan lupakan, lupakan bahwa rokok itu mengabadikan perbudakan seperti dikisahkan bukubuku sastra : karena kita memang tak pernah membaca. ~a~ (puisi di luhur meunang nyieun akmal n. basral, jurnalis tempo, nu ngaran novel imperia jeung kumcerpen "ada seseorang di kepalaku yang bukan aku". meunang maling kuring (dh) ti milis apsas) On 5/31/07, irpan rispandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hanjakal kang Dudi ngan nampilkeun data ti "satu sisi mata uang". dimana rokok teh ngadatangkeun duit anu teu saeutik pikeun nagara. (padahal nu saha Nagara teh? nagara teh bogana pejabat korup jeung pengusaha rakus.) rahayat mah ngan ukur jadi sapi perah. abi coba nambahkeun "Sisi mata uang" anu hiji deui. http://www.tasikmalaya.go.id/interaksi/artikel/artikel03.html ._,___
-- dh ~:ngadék sacékna, nilas saplasna:~ :.nu dipalar lain pamuji, panyepét nu dipénta!.: datiparang.blog.com . deha.wordpress.com

