aya tambahan info deui, pakait jeung "lutung kasarung", duka teuing nyambung
duka henteu. geuning carita "loetoeng kasaroeng" teh, cenah mangrupa film
munggaran nu diproduksi di indonesia. ieu geura dongengna:

*Loetoeng Kasaroeng* adalah film <http://id.wikipedia.org/wiki/Film> pertama
yang diproduksi di Indonesia <http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia>. Film
bisu ini dirilis pada tahun 1926 <http://id.wikipedia.org/wiki/1926> oleh *NV
Java Film Company*. Disutradarai oleh dua orang
Belanda<http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda>,
G. Kruger <http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=G._Kruger&action=edit>dan
L.
Heuveldorp<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=L._Heuveldorp&action=edit>dan
dibintangi oleh aktor-aktris pribumi, pemutaran perdananya di kota
Bandung <http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung> berlangsung dari tanggal 31
Desember <http://id.wikipedia.org/wiki/31_Desember>
1926<http://id.wikipedia.org/wiki/1926>sampai 6
Januari <http://id.wikipedia.org/wiki/6_Januari>
1927<http://id.wikipedia.org/wiki/1927>di dua
bioskop <http://id.wikipedia.org/wiki/Bioskop> terkenal *Elite* dan *Oriental
Bioscoop* (*Majestic*).


PR, Selasa, 13 April 2004

Film Nasional:
Dari Loetoeng Kasaroeng, Badai Pasti Berlalu, hingga AADC

Perkembangan film di Indonesia dimulai sejak bioskop mulai masuk di tanah
air lewat pengaruh besar dari kolonial Belanda. Waktu itu kalender sobek
masih nunjukkin tahun 1900, alias awal abad ke-20. Film yang diputer di
bioskop masih film-film impor dari Eropa dan Amerika. Sebagian cuman bisa
diliat tanpa didenger (baca: bisu) dan belum full colour kayak di
bioskop-bioskop 21 sekarang.

Dua puluh enam tahun kemudian, film nasional pertama, "Loetoeng Kasaroeng"
mulai diputer. Film bisu hitam putih ini jadi simbol penolakan sama terpaan
film asing yang makin deras masuk. Perusahaan film punya Londo, pemerintah
Belanda dan pejabat-pejabat lokal yang "dipalak", jadi donatur pembuatan
filmnya. Meskipun sutradara, produser, dan kru film orang Belanda, yang jadi
aktor dan aktrisnya adalah para pribumi penggiat seni yang mereka "bajak".

Dan dunia perfilman nasional pun terus berkembang. Di era 70-an ditandai
oleh munculnya film-film komedi a la Ateng dan Bing Slamet, selain "Badai
Pasti Berlalu" yang booming hebat. Meski "mujadul" alias muka jaman dulu,
belia pasti udah pada kenal 'kan sama aktor dan aktrisnya? Kalo belum sempet
nonton, kebangetan tuh. You've missed an important link of Indonesian movie
history!

Another 80's box office local movie: "Pengkhianatan G 30 S/ PKI", hehehe.
Enggak percaya? Jelas aja lah, waktu itu anak-anak sekolahan se-Indonesia
kudu banget nonton film ini. Yang enggak serem sih, "Naga Bonar" dan
"Kejarlah Daku Kau Kutangkap" yang dibintangi Dedy Mizwar.

Menjelang era '90-an, satu film tentang cowok soleh, seksi, tajir, dan
jagoan jadi primadona. Right! "Catatan Si Boy" yang saking suksesnya, sempet
dibikin triloginya. Onky Alexander yang jadi aktornya sempet jadi idola
kayak Keanu Reeves yang keren abis di "The Matrix" (lagi-lagi: trilogy).
Selepas itu, perfilman nasional sempet lesu dan mulai bergairah lewat
aktor-aktor seperti Sally Marcelina atau Reynaldi yang, ahem, "panas".

Dewasa ini, seiring tumbangnya Orde Baru, karya-karya sineas muda kita mulai
dipirit publik lewat judul-judul seperti "Jelangkung", "Ada Apa Dengan
Cinta", "30 Hari Mencari Cinta", "Arisan!", dan banyak lagi. "Petualangan
Sherina" di tahun 2000 jadi trigger bangkitnya perfilman nasional kita.

Tapi, sempet enggak, "panas" pas abis keluar dari bioskop gara-gara
kepikiran kalo belia bisa bikin yang lebih wah? Kalo iya, berarti belia
punya sense buat jadi film maker seperti Riri Reza, Dennis Adhiswara, atau
sineas-sineas muda lainnya. Kalo sempet, buktiin dong, kalo poster film
buatan belia bisa nempel di sebelah poster film nasional lainnya...
(roby/belia)***




On 8/23/07, trias santosa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Hiji pangakuan yen US teh boga pakulitan hideung, beda jeung walanda nu
> kulitna bodas, aya dina kaulinan barudak ceuk kolot baheula:
> *Paciwit ciwit lutung, si lutung pindah ka luhur.*
> Keun bae hideung oge, mun teu hideung moal diaku US.
> Kaulinan ieu euweuh meunang eleh, sakadar hiburan jeung ngalatih budak
> leutik dina gerak motorik jeung respon, alus keur kasehatan.
>
> Punten ari Lutung Kasarung, Kasarung hartosna naon nya? cik wartosan,
> manawi aya nu uninga?
>
> Kang Trias
>
>
>
>
> ------------------------------
> Building a website is a piece of cake.
> Yahoo! Small Business gives you all the tools to get 
> online.<http://us.rd.yahoo.com/evt=48251/*http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting/?p=PASSPORTPLUS>
>
>  
>

Kirim email ke