Beja leuir, tina Kompas 28 Desember 2007. Beja ieu ngabejakeun, 
ilmuwan Korea geus bisa ngalakukeun kloning babi. Sabenerna beja teu 
pati aneh, ngan nu matak kaget teh maksud kloning ieu, rek 
numuwuhkeun Babi nu organ awakna bisa digunakeun ku jelema! Beu, 
lamun bener teh bakal jadi kontroversi "panjang" deui, pangpangna di 
Dunya Islam jeung urang Yahudi nu ngaharamkeun ngadahar Babi.

Bejana dihandap ieu:

Kloning Babi dari Sel Induk 
Bisa Digunakan untuk Transplantasi Organ Manusia

SEOUL, JUMAT - Sejumlah ilmuwan Korea Selatan hari Kamis (27/12) 
menyatakan telah menemukan cara yang lebih efisien untuk 
menghasilkan klon babi. Hasil kloning tersebut bisa menghasilkan 
organ transplantasi yang cocok bagi manusia. 

Sekelompok ilmuwan Korea Selatan itu menyatakan, kloning tersebut 
menggunakan sel induk yang diekstraksi dari sumsum tulang babi untuk 
menghasilkan klon embrio. Keberhasilan ini merupakan lompatan tinggi 
sukses dari penelitian tentang sel induk. 

Para peneliti di bidang kedokteran ini mencoba membuat klon 
berukuran lebih kecil daripada ukuran normal babi dengan bobot 60-80 
kilogram (132-176 pon) di usia dewasanya, agar organ dalam tubuh 
babi tersebut ukurannya sama besar dengan ukuran organ dalam tubuh 
manusia. 

Menurut mereka, klon dari babi tersebut adalah yang pertama kali 
menggunakan sel induk. "Ini merupakan metode dengan efisien tinggi 
yang bisa menghasilkan klon babi-mini," kata Seong Hwan-hoo, 
peneliti senior dari National Institute of Animal Science, di Seoul. 

Klon embrio menggunakan sel tubuh hanya memiliki peluang 1 persen 
hingga 5 persen peluang untuk berhasil tetap hidup. Menggunakan sel 
induk, tim ilmuwan itu mengatakan bahwa peluang bisa berhasil tetap 
hidup naik hingga 20 persen. 

Awal Desember 

Empat anak babi hasil kloning sel induk tersebut "dilahirkan" 3 
Desember lalu. Seekor anak babi harus dibunuh guna diambil rantai 
DNA (deoxyribo nucleic acid)-nya untuk dianalisis. Seekor babi 
lainnya mati ketika sedang diberi makan dan dua ekor lainnya tumbuh 
dengan baik. 

"Teknologi ini akan bermanfaat untuk memproduksi modifikasi gen babi-
mini yang organ tubuhnya kemungkinan untuk organ tersebut ditolak 
oleh tubuh manusia lebih kecil," ujar Seong kepada AFP. 

Industri rekayasa biologi Korsel mengalami kemunduran cukup besar 
ketika pencapaian yang diklaim oleh ilmuwan ahli kloning Korsel, 
Hwang Woo-suk, terbukti palsu. Hwang ketika itu mengatakan bahwa dia 
berhasil melakukan kloning sel induk manusia dan janin manusia itu 
telah dimasukkan ke dalam rahim seorang perempuan. 

Ketika dilakukan penelitian terhadap klaim Hwang, ternyata hal itu 
tidak benar. Kloning manusia sejauh ini masih diliputi kontroversi. 

Hwang kini menjalani pengadilan untuk penipuan, tindak kebohongan, 
dan pelanggaran etika serta beberapa tuntutan lain. Dia dilarang 
melakukan penelitian menggunakan sel telur manusia. 

Sejumlah peneliti bulan November lalu mengumumkan penemuan yang 
mampu mengubah sel kulit menjadi sel induk-yang merupakan blok 
pembangun berbagai organ tubuh dan jaringan. 

Awal bulan ini sebuah tim di Jepang berhasil memulihkan sel sabit 
pada tikus menggunakan sel induk dari tikus dewasa. 

Penemuan sel induk membuka peluang untuk mendapatkan transplantasi 
organ atau jaringan tubuh jika seseorang menderita penyakit. 
Jaringan atau organ tersebut lebih mudah menyesuaikan dengan kondisi 
tubuh penderita karena dikembangkan dari sel induk, bukan dari organ 
orang lain. (AFP/isw) 



Kirim email ke