Analisa ini atra bohong ageung...didamel ku jalmi anu teu aya wawasan sareng pangalaman di widang energi safreng pertamangan. kanggo ngabuktoskeun nan mah gampil...tinngal ngagabung damel didunya energi sareng pertambangan....
On 2/20/09, Rick Saputro <[email protected]> wrote: > > http://www.jatam.org/content/view/668/1/ > > > Editorial JATAM : Gas Dongi & Kunjungan Hillary [image: > PDF]<http://www.jatam.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=668> > [image: > Print]<http://www.jatam.org/index2.php?option=com_content&task=view&id=668&pop=1&page=0&Itemid=1> > on Wednesday, 18 February 2009 > > Views : 92 > > Jangan heran, jika SBY-JK memperlakukan kedatangan Hillary Clinton bagai > pemodal mengunjungi propertinya. Bukan, pemimpin negara berdaulat, yang > menggunakan momentum kunjungan ini mendesakkan upaya-upaya renegosiasi > kontrak-kontrak migas dan tambang yang merugikan negara. Termasuk, > ExxonMóbil, juga PT Freport Indonesia dan Newmont, dua tambang emas > terbesar yang seharinya membuang 340 ribu ton tailing ke alam Indonésia. > > Hari ini, Hillary Clinton Menteri luar negeri Amerika Serikat berkunjung ke > Indonésia, membicarakan masalah pangan dan energi. Sebenarnya, kunjungan ini > bagai kunjungan pemodal meninjau salah satu propertinya, yang bernama > Indonésia. Negara yang pemerintahannya setia melayani konglomerasi modal AS > menghisap energi fosil dari sejumlah blok migas terkaya, yang dikuasai > ExxonMobil di Aceh, Kepulauan Natuna dan Cepu, Unocal-Texaco di Kaltim, > Chevron-Caltex di Riau, Conoco di Papua dan lainnya. Belum lagi pengerukan > emas dari dua tambang terbesar di Indonésia, milik PT Freeport dan Newmont. > > Kedatangan Hillary memastikan pasokan energi negaranya aman. Amerika > Serikat tak mungkin melepas Blok Natuna yang diputus kontraknya oleh > Indonesia dari ExonMobil, karena kinerja yang buruk. Natuna memiliki > cadangan gas terbesar di dunia, mencapai 222 triliun kaki kubik (tcf). Nilai > gás nya mencapai 335,32 miliar dolar AS atau Rp3.350 triliun dengan asumsi > harga minyak 40 dolar AS per. Kini, ExxonMobil bersama Shell dan perusahaan > China sedang mengikuti tender ulang blok Natuna. Menlu AS ini akan > memastikan blok Natuna kembali ke pangkuan mereka dan perusahaan-perusahaan > AS dijamin beroperasi, tanpa gangguan. > > Barrack Obama, atau siapapun kepala negaranya, agenda utama AS adalah > mengamankan pasokan energinya. Ini berkaitan dengan rakusnya rakyat AS, yang > populasinya hanya 5% penduduk dunia, tapi mengkonsumsi sedikitnya 25% > energi fosil dunia, dan tak berencana untuk menurunkannya. > > Anehnya, Indonésia menyambut kedatangan Menlu AS ini dengan bangga dan > pasrah. Sekitar 2800 polisi dikerahkan untuk mengamankan kunjungan ini. > Berbeda, dengan rakyat Kanada yang mengirmkan surat protes terhadap > kedatangan Obama yang akan bertemu dengan Stephen Harper, Perdana Menteri > Kanada, 19 Februari besok. Obama memilih berkunjung ke Kanada, dibanding > Indonésia. Sebab, Kanada memasok 20 persen kebutuhan impor minyak AS, yang > sebagian besar diambil dari oil sand. Mereka mengirimkan memperingatkan > pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan perluasan eksploitasi dan > impor minyak dari Kanada. "Tar sands oil isn't part of the new energy > economy", ungkap mereka dalam suratnya. > > Ironisnya, jika AS berupaya segala cara mengamankan pasokan energi > fosilnya, pemerintahan SBY-JK justu sebaliknya. Lewat berbagai cara, migas > di hisap, batubara dikeruk, diekspor sebesar-besarnya. Tak peduli harganya > murah, tak peduli ketahanan energi dalam jangka panjang terancam. Yang > penting, rente dagang kekayaan energi fosil ini terus mengucur, membiayai > pemerintahan SBY-JK dan parti-partai berkuasa. > > Itu yang terjadi dengan penjualan gás dongi Senoro – milik Pertamina dan > Medco, yang ditandatangani 22 Januari lalu, negara disinyalir rugi lebih Rp > 20 triliun sepanjang 15 tahun. Pasokan gás dari untuk bahan pupuk dalam > negeri juga terancam tak dipenuhi, jika kontrak ini diteruskan. Kejadian ini > hanya mengulang cerita yang terjadi pada kasus lapangan gás milik Britis > Petroleum Tangguh di Papua. > > Cadangan gas Tangguh mencapai 14,4 TCF. Proyek ini dikerjakan oleh BP. 80% > hasil penjualan akan dipakai untuk menutupi biaya investasi dan produksi, > sisanya di bagi untuk indonesia dan BP. Kontrak penjualan berlangsung dari > 20-50 tahun. Ironis, produksi LNG ini diekspor ke Fujian, Korea, Jepang, > Filipina dan AS. Kontrak pengiriman LNG, bahkan telah dilakukan manakala > Tangguh belum berproduksi. Sehingga pemerintah harus menutup kebutuhan > ekspor dari Bontang dan Arun. Gas Tangguh juga dijual murah, US$ 2.4 per > juta mmbtu. Harga ini jauh dibawah gas Bontang yaitu US$ 3.5 per mmbtu, > bahkan lebih murah dibanding harga gas di Barat Daya Australia, yang > mencapai US$ 3.6 per mmbtu yang dijual ke tempat dan durasi waktu yang > sama, propinsi Guangdong selama 25 tahun. Kontrak ini akan merugikan negara > hingga Rp 750 triliun atau US$ 75 miliar. > > Kerugian negara juga dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan. Dari 29 kontrak > migas yang diaudit lembaga itu pada 2004-2007, ada indikasi kerugian negara > sekitar US$ 24,4 miliar. Semua terjadi antara lain karena ketidakpatuhan BP > Migas terhadap peraturan. Dan juga karena ketidakberesan kontrak dengan > swasta, dengan potensi kerugian sekitar US$ 2,3 miliar. Sebagian besar > ladang migas ini dimiliki perusahaan AS, Chevron, Conoco dan ExxonMobil. > > Saat ini, 85% produksi gas bumi dijual kepihak asing, termasuk AS. > Sementara sisanya untuk memenuhi kebutuhan domestik. Akibatnya kebutuhan gas > bumi sebesar 22,24% untuk pasokan listrik tak terpenuhi, karena kendala di > antaranya; (a) tidak tersedianya sumber pasokan gas yang mencukupi, (b) gas > yang tersedia jumlahnya sangat terbatas yaitu sekitar 50 s/d 200 mmscfd > dengan jangka waktu pasokan hanya 1-2 tahun, dan (c) belum tersedianya pipa > dari landing point ke pembangkit (RUPTL PLN, 2006-2015) > > Berlawanan dengan upaya pemerintah AS, yang berusaha mengamankan kebutuhan > energinya. SBY-JK, jelas membiarkan krisis energi terjadi dan bertambah > parah, karena jawabannya diserahkan kepada mekanisme pasar. Buktinya, > diujung kepemimpinannya, SBY-JK gagal menggeser posisi Indonesia hanya > sebagai sumber kerukan dan pasar produk asing. > > Jangan heran, jika SBY-JK memperlakukan kedatangan Hillary Clinton bagai > pemodal mengunjungi propertinya. Bukan, pemimpin negara berdaulat, yang > menggunakan momentum kunjungan ini mendesakkan upaya-upaya renegosiasi > kontrak-kontrak migas dan tambang yang merugikan negara. Termasuk, > ExxonMóbil, juga PT Freport Indonesia dan Newmont, dua tambang emas > terbesar yang seharinya membuang 340 ribu ton tailing ke alam Indonésia. > Profil JATAM [image: > PDF]<http://www.jatam.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1> [image: > Print]<http://www.jatam.org/index2.php?option=com_content&task=view&id=1&pop=1&page=0&Itemid=3> > > Jaringan Advokasi Tambang adalah jaringan organisasi non pemerintah (ornop) > dan organisasi komunitas yang memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah > HAM, gender, lingkungan hidup, masyarakat adat dan isu-isu keadilan sosial > dalam industri pertambangan dan migas. > > Indonesia tidak hanya menanggung praktek pertambangan yang destruktif di > atas tanah dan sumber daya alamnya. Tetapi juga telah memiliki daftar > panjang menyedihkan tentang pelanggaran HAM termasuk penggusuran paksa, > hilangnya sumber kehidupan serta kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. > > > JATAM bekerja dengan masyarakat korban di banyak daerah di Indonesia yang > dirusak oleh kegiatan pertambangan dan migas. Posisi dan tuntutan JATAM > lahir dari keprihatinan terhadap penghancuran masiv lingkungan dan sosial > ekonomi masyarakat setempat akibat industri pertambangan dan migas. JATAM > menemukan banyak fakta dilapang bahwa industri pertambangan mensejahterakan > adalah mitos belaka. > > Landasan JATAM adalah Pengelolaan secara adil dan bijak kekayaan tambang > dan sumber energi hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat dan menjamin > keberlanjutan keselamatan rakyat dan ekosistem kini dan masa depan". > > Filosofi dasar JATAM adalah terciptanya perlakuan yang adil dan > keterlibatan bagi semua orang sejalan dengan hak-hak asasi manusia dan > nilai-nilai lingkungan hidup. Filosofi ini merupakan motivator utama dibalik > semua kegiatan JATAM. > > Kegiatan-kegiatan JATAM bertujuan untuk mewujudkan hak hidup masyarakat > Indonesia di lingkungan yang sehat, produktif, bahagia, dan berkelanjutan. > Dalam kegiatannya JATAM dibatasi oleh Etika dan Nilai-nilai Dasar JATAM. > > Siapapun, baik individu atau kelompok yang bergerak memperjuangkan > pengelolaan pertambangan dan energi lebih adil dan bijak kedepan, serta > mendukung posisi JATAM, bisa terlibat dan mendukung kerja-kerja JATAM. > Kerja-kerja JATAM dilakukan dalam bentuk pendampingan masyarakat korban, > riset, pendidikan, kampanye penyadaran publik, advokasi kebijakan dan proses > litigasi. > > *Sejarah > * > JATAM lahir pada tahun 1995, pada saat masyarakat korban tambang dan ornop > pendamping mereka bertemu dalam sebuah Workshop Advokasi Tambang di > Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Workshop ini melahirkan kesadaran dan > kesepakatan diantara seluruh partisipan tentang perlunya dibentuk suatu > organisasi jaringan untuk advokasi tambang. Sebanyak 45 partisipan dari > segala penjuru tanah air termasuk panitia pengarah dari Taratak (Sumatra > Barat), LPLH (Aceh), LEWIM (Kalimantan Selatan) dan Yayasan Tanah Merdeka > (Palu) serta 4 aktifis ornop dari negara lain turut mendeklarasikan lahirnya > JATAM. > > Keorganisasian dan mandat JATAM disusun pada pertemuan nasional > konstituennya di tahun 1999, di Tomohon, Sulawesi Utara dan tahun 2003 di > Ciloto Bogor. Pertemuan ini memberikan mandat dan posisi strategis JATAM > untuk mendorong upaya moratorium atau penghentian sementara pemberian ijin > dan aktifitas pertambangan dalam kerangka penataan ulang dan perbaikan > pengelolaan pertambangan di Indonesia. Pada Pertemuan Nasional selanjutnya > pada November 2003 di Ciloto – Bogor, JATAM dimandatkan untuk mendorong > Pengelolaan secara adil dan bijak kekayaan tambang dan sumber energi hanya > untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat dan menjamin keberlanjutan keselamatan > rakyat dan ekosistem kini dan masa depan. > > * Keorganisasian* > > JATAM terbuka bagi siapapun baik lembaga maupun individu yang melakukan > perlawanan terhadap pertambangan dan migas. Keterbukaan dimaksudkan sebagai > upaya untuk melibatkan sebanyak-banyaknya sumberdaya dalam upaya organisasi > mencapai tujuan-tujuan. > > Keanggotaan atau Konstituen JATAM adalah individu, masyarakat korban > tambang, dan NGO yang bergerak melakukan advokasi tambang. > > *Nilai-nilai Dasar * > • Partisipatif > • Demokratis > • Keadilan Gender > • Anti kekerasan > • Solidaritas > • Non Partisan > • Non Diskriminatif > • Keadilan antar generasi > • Perilaku Bijak terhadap Ekosistem > > *Etika * > > - Tidak menerima dana dari perusahaan tambang dan jasa pertambangan > serta perusahaan lain yang merusak dan mencemari lingkungan > - Tidak menerima dan mengerjakan program-program yang dirancang atau > yang didanai oleh perusahaan pertamabngan dan jasa pertamabngan kecuali > yang > didasari pada kesepakatan dengan masyarakat yang setara dan tidak mengikat > - Tidak boleh menjadi konsultan untuk kepentingan perusahaan tambang > dan pihak-pihak lain yang merusak lingkungan dan melanggar HAM > - Tidak mendukung dan berpartisipasi dalam upaya yang bertentangan > dengan perjuangan JATAM > - Apabila terbukti konstituen JATAM telah melanggar nilai-nilai dasar > dan etika JATAM maka akan kehilangan hak sebagai konstituen jatam. > > *Logo * > > Logo JATAM melambangkan: > > - Hubungan yang tidak terpisahkan antara konstituen JATAM yang sedang > bekerja untuk suatu kondisi ideal yang dicita-citakan. > - Simpul - simpul dalam logo mengartikan suatu mekanisme kerja gerakan > yang terdiri dari simpul kampung, simpul pulau dan simpul inti. > - Gerakan JATAM tidak tersentralisasi pada satu simpul tertentu, > melainkan berupa suatu gerakan bersama-sama konstituen dan publik > pendukungnya. > > > *Konstituen * > > - Organisasi non-pemerintah yang ikut terlibat dalam pembentukan awal > JATAM > - Organisasi non-pemerintah yang sejalan dan mendukung gerakan JATAM > - Organisasi komunitas yang telah melakukan perlawanan terhadap praktek > buruk pertambangan dan migas > - Masyarakat yang sedang melawan perlakuan buruk pertambangan dan > migas > - Generasi masa depan > > > *Alamat Kontak* > Jl Mampang Prapatan II No. 30 RT 04/07 - Jakarta Selatan 12790 > > Telp. 021-79181683, Fax 021-7941559, > > email : [email protected] This e-mail address is being protected from spam > bots, you need JavaScript enabled to view it website : www.jatam.org > > >

