ieu tambahan, mangrupa proses kreatif alias pangalaman si kuring nulis. 

(proses kreatif) menulis novel untuk mengibur

Enam novel telah saya tulis: Louisiana Louisiana (2003), Rakkaustarina(2004), 
Fetussaga (2005)-ketiganya diterbitkan Grasindo, lalu Epigram(2006), Dong Mu 
(2007) keduanya diterbitkan GPU,dan Opik Sok Cool, nih(MIzania, 2008), ditambah 
satu buku non-fiksi Pengantar Desain Mebel(Kiblat, Bandung). 

Tulisan lain berupa artikel desain atau kebudayaan dimuat di koran. Artikel ini 
kompensasi saya karena merasa tidak bisamembuat cerpen. Di setiap acara ngobrol 
soal novel, selalu ada yangtanya bagaimana membuat novel. Jawaban standar saya, 
ya ketik saja,karena cara saya memang begitu. Ketik saja. Nanti juga jalan 
sendiri.Kelima novel itu dibuat dengan jurus sebisanya saja karena saya 
tidaktahu rumus atau teori menulis novel. Cita-cita saya memang ingin 
jadipenulis, tapi penulis cek :)

Novel yang terbit 2007, Dong Mu, terilhami oleh dua orang insinyurIndonesia 
yang bekerja di luar negeri: Kang Suhermanto Duliman, ahlinuklir yang bekerja 
di Badan Tenaga Atom Dunia (IAEA) dan kang YayaRukayadi, ahli bioteknologi di 
Seoul Korea Selatan. Keduanya selainnarasumber bahan Dong Mu juga sekalian saya 
jadikan nama tokohutamanya. Dimata saya mereka adalah wajah lain kita: 
orang-orangIndonesia yang memberi bukti bahwa bangsa kita–dengan 
pendidikan,perjuangan dan lingkungan yang baik- dapat mencapai kualitas 
tinggi,tidak kalah dengan bangsa lain. Kedua orang ini, dan pastinya 
masihbanyak yang lain di dalam maupun di luar negeri, memberi saya harapanatas 
kualitas bangsa dan saya harus sebarkan semangat ini. Denganlatar itulah saya 
berani minta endorsment pada Menteri Negara Risetdan Teknologi, Pak Kusmayanto 
Kadiman.

Tentu agar menjadi novel harus ada cerita. Kebetulan sekali di dunianyata, 
Korea Utara melakukan percobaan rudal yang dicurigai berhululedak nuklir dan 
menghebohkan media dan dunia (terutama negaratetangganya dan Barat). Saya ikuti 
terus perkembangan berita itu dariKompas. `Riset' kecil juga dilakukan: baca 
buku tentang nuklir karyadosen Fisika ITB, (alm) Pak Hans Wospakrik, Dari 
Atomos Hingga Quarks(KPG), keluyuran di internet soal dua Korea, nanya sarjana 
fisikayang saya kenal. Beruntung setahun sebelumnya saya dikirim bukutentang 
Seoul dan Korea Selatan oleh seorang staf lokal KBRI Seoul.Cerita tentang 
operasi militer, kebetulan saya suka cerita (buku danfilm) perang, yang terbaru 
saya baca adalah Perang Eropa dan PerangPasifik karya PK Ojong.

Sebagai seorang amatir dalam mengarang novel, apalagi genre thriller/detektif 
atau spionase –misalnya Dong Mu begitu- tentu saja sayatidak bisa membuat 
cerita dengan kompleksitas atau kerumitan ceritayang tinggi seperti novel luar. 
Dong Mu tentu berbeda dengan novelyang di negaranya berjibun cerita detektif 
dan spionase. Dalam novelitu saya merasa harus bercerita latar biografis 
tokoh-tokohnya karenayang paling ingin saya ceritakan adalah proses mereka jadi 
`orang'yang semoga memberi semangat pada yang baca dan meskipun bekerja diluar 
negeri, bisa menunjukkan kecintaannya pada Tanah Air dengankeahlian 
masing-masing. Di Dong Mu, saya meledek Amerika yang selaluhero di Holywood dan 
presidennya kege-eran -merasa jadi presiden dunia- itu dengan membuat agen CIA 
jadi pecundang dan dibebaskan orangsipil Indonesia!

Jurus Menulis: Minat dan Latihan
Hanya bermodal senang baca sejak kecil, ditambah kehadiran komputerdan 
internet, keinginan untuk menghibur orang, lalu insomnia, membuatminat menulis 
yang lama pingsan, siuman kembali setelah menulis tesis(2001). Pada usia 35, 
lahir novel pertama saya Louisiana Lousianadengan setting di negeri kelahiran 
HC Andersen, Denmark. Kebetulantahun 1997, sempat keluyuran di negeri itu dan 
tetangganya.Pengalaman pernah di sana saya jadikan latar, tapi ceritanya, 
sihcampuran antara kisah nyata dan rekaan. Tapi latar Finlandia dalamnovel 
Rakkaustarina saya peroleh dari buku, e-mail teman yang kuliahdi sana dan 
internet. Malah sepotong pengalaman teman saya itu sayaadopsi ke Rakkaustarina.

Tahun 1980an akhir, ketika mulai tinggal di Bandung untuk kuliah,saya coba 
minat menulis itu dengan ngarang cerpen roman remaja –masihpakai mesin ketik- 
lalu dikirim ke majalah remaja. Sukses, tidaksatupun pernah dimuat! Minat itu 
langsung pingsan karena kebetulankuliah Seni Rupa di ITB tiga perempatnya 
menggambar. Ketika untuk pertama kalinya saya lulus kuliah (semester pertama 
1994) minat menulis siuman dipicu menulis skripsi. Yang pertama saya 
lakukanadalah mengirim lamaran untuk jadi wartawan ke Majalah Tempo. 
Lucunya-atau sialnya- justeru di minggu itu Tempo dibredel rejim Orde Baru! 
Minat menulis kembali pingsan karena saya lalu bekerja di konsultan desain 
interior di Jakarta lalu Bandung yang 90% pekerjaannya menggambar. 

Minat menulis tumbuh lagi ketika saya `terdampar' dikampus Itenas, karena 
diajak mengurus majalah kampus tigabulanansebagai tukang nyari berita plus 
kontributor amatiran kalau masihada halaman kosong. Majalah itu jadi media 
latihan saya menulis,ditambah e-mail dan milis. Lama kelamaan saya makin lancar 
menulis.Mungkin karena kurang kerjaan dan bakat tukang ngibul, kalau 
dekatkomputer ide cerita sering antri.

Menggambar Dengan Kata
Latar belakang akademis Seni Rupa cap gajah duduk membuat saya senangmenggambar 
dan melukis, spesialisasi saya, Desain Interior tentutidak relevan untuk 
dijadikan dasar penulisan novel. Tapi itumenyumbang juga bagi cara saya menulis 
cerita yang -kata orang-cenderung rajin menjelaskan detail tertentu. Karena 
cerita lewatkalimat, saya harus menggambar dengan kata-kata. Tujuannya, 
semogajalan cerita mudah dibayangkan pembaca.

Cara atau proses dalam seni dan desain juga dipakai untuk menulisnovel yaitu 
membuat sketsa yang dalam bahasa lain disebutbrainstorming: memindahkan semua 
gagasan yang ada di kepala(persisnya saya tidak tahu betul apa memang benar di 
kepala, dihidung, di ujung jari atau di tempat lain) ke dalam kalimat, 
lalumasing-masing di simpan di file komputer. Nanti di periksa 
kembali,ditambah, dikurangi, di copy paste dengan cerita di file lain, jadibab 
sendiri atau paragraf. Pendeknya ya, merakit rangkaian cerita. Dibeberapa 
novel, saya selipkan seni rupa, desain, arsitektur, sekedarberbagi `dunia 
keindahan'.

Dalam menentukan nama dan tokoh figuran, biasanya saya meminjam namadan figur 
dari dunia nyata untuk pegangan karakter tokoh tersebut,kemudian ditambah 
seperlunya sesuai karakter di novel. Beruntungsehari-hari saya main di kampus. 
Beberapa tokoh di novel saya,terutama figuran adalah nama teman, mahasiswa 
saya, bahkan ada namaanak teman. Nama Sasti dalam Epigram dalam dunia nyata 
adalahmahasiswi saya, dipakai untuk nama tokoh dengan siapa Kris pernahmenjalin 
cinta di Sevilla. Beberapa mahasiswa malah pesen nebeng namabeken di novel, 
meskipun kalau sudah terbit inginnya gratis. Hehe.Tokoh Nara di Epigram dalam 
dunia nyata baru berusia lima-enam tahun.Tokoh-tokoh di Louisiana Louisiana, 
kecuali tokoh utama, di dunianyata, orangnya ada, dengan sedikit perubahan 
secukupnya.

Beberapa bagian dari cerita terutama yang menyangkut emosi tokoh ataupengalaman 
batin, saya pakai bahan baku dari pengalaman. Misalnyapengalaman ketika ditolak 
atau diputuskan perempuan yang saya taksir–ini sering terjadi dulu, dan 
diterima-yang ini jarang terjadi,dipakai untuk menggambarkan kondisi yang 
kurang lebih demikian.

Motivasi
Saya menulis novel itu hanya untuk menghibur saja, jadi dibuat ringan-ringan 
saja. Mungkin juga karena saya vertebrata yang mudah sekalitertawa -entah 
karena syaraf atau gila- dalam seluruh novel saya adaelemen humornya. Tapi di 
Dong Mu unsur humor minim sekali karenakelabakan merangkai cerita.

Novel Fetussaga dapat disebut intermezzo, karena berbeda sekalidengan dua novel 
terdahulu dan yang kemudian. Novel ini diilhami darikondisi anak mertua yang 
sedang mengandung anak pertama. Ada sebersitpertanyaan iseng muncul. Selain 
seperti yang ditulis ahli kandungandalam berbagai buku, apakah sang jabang bayi 
atau janin itu punyakegiatan lain?

Menulis cerita dengan tokoh seorang jabang bayi menyenangkan dan lucu,karena 
saya harus dapat menyelami kira-kira seperti apa pikiran `calon manusia' yang 
tentu saja sulit dan tidak mungkin. Semangatcalon bapak mendorong saya membaca 
buku-buku tentang jabang bayi dikandungan. Yang membantu novel itu rampung saya 
kira adalah selainjiwa anak-anak yang masih terus ada juga antusiasme karena 
akan jadiseorang ayah -fase hidup paling menakjubkan dalam hidup saya.Sebagian 
setting adalah cerita sejarah dan legenda kampung halamansaya di Priangan 
Timur, unsur budaya lokal yang setengah ceritanyaberada dalam wilayah alam 
gaib, dunia bangsa siluman. Seperti diRakkaustarina, ada setting pantai 
Pangandaran, tempat piknik favoritsaya.

Novel Epigram berbahan dasar kisah nyata peristiwa demo 5 Agustus 1989ketika 
mendagri ke kampus ITB yang didemo Fadjroel Rachman, EninSupriyanto, Abdul 
Sobur, Jumhur Hidayat, dll. Selebihnya saya fokuspada cerita fiktif dua orang 
yang bisa kabur ke Eropa dan Amerika,Kris dan Nara dan bagaimana keduanya 
menjalani hidupnya denganmembawa trauma termasuk rasa bersalah di tengah 
prestasi gemilangmereka dan juga urusan cinta. Sebagian bahan Epigram saya 
dapatkanlewat cerita pelaku, ditambah biar rada seru. Salah satu settingnovel 
itu, paviliun Indonesia di World Ekspo Sevilla 1992, bahannyadari kawan yang 
perannya diganti Sasti.

"Mang, kenapa sih kebanyakan novelnya bersetting di luar negeri?""Karena saya 
tidak bisa menulis novel dengan setting di luarangkasa. Haha…"

Novel Opik Sok Cool, nih! Menyalurkan hobi ketawa & kritik
Hobi lain saya bercanda atawa berkelakar. novel yg sangat mewakiliadat gila 
saya itu adalah yg terbit taun 2008. Opik Sok Cool, nih!Mizania Mizan. karena 
gila banget, saya pakai nama lain yg tak kalahlutju-buat sementara pihak, Jurie 
G Jarian. yg ini full komedi.meski sebenarnya soalnya serius dan pernah 
mewarnai negeri ini:teroris! saya buat tentara juga manusia. sekompi tentara yg 
ke hutanuntuk membebaskan mahasiswa yg disandera teroris saya permak 
jadipasukan riang-gembira. sampai ada orang yg baca lalu ga yakin, "Apabisa 
tentara sekonyol itu?" belum tahu ya? kekonyolan atau tentarayg bahkan di 
tengah perang masih bisa bercanda saling ledek itu hasildengar cerita dari 
seorang veteran. jadi ga fiksi-fiksi amat. hehe

terus juga saya ngeritik soal cara berpakaian sebagian perempuanmuslimah: pakai 
jilbab tapi jeans dan kaos ketat. jadi buat apa dongrambut ditutup kalau badan 
hanya dibungkus ngepas? seperti leupeut.heuheu.

konsep dasar cara berpakaian muslimah, sesungguhnya adalah"menghilangkan" 
bentuk tubuh. tidak semata soal bungkus.
------
sebagian dimuat MATABACA Januari 2008

Kirim email ke