> Wah, asyiknya dobel-dobel :D ... itulah enaknya punya kualitas spt
> mas Motulz ini ... dimana2 dibutuhkan :) .. btw, yang saya lihat
waduh, mas Doni ini pinter sekali membalik-balikan nih..
selalu merendah dengan mengangkat yang lain..
> kayaknya untuk jadi seorang freelancer yang sukses dan dihargai ..
> kita harus punya itu yah .. 'kualitas' dan 'pengalaman' ... CMIIW
> Yang saya sayangkan, ada pendapat seorang teman kalau freelancer
> 'nggak bisa dipegang' .. padahal menurut saya seorang freelancer sejati
> justru lebih tau apa yang namanya 'dikejar deadline' ... CMIIW
namanya juga freelancer, nggak bisa di tembak rata.. karena penilaiannya
itu sangat subyektif, masak gara2 pernah dikecewain salah seorang
freelancer
terus nggak berani kerjasama dengan freelancer lain.. itukan sama juga
dengan pernah makan baso di satu tempat nggak enak terus kapok nggak mau
makan baso lagi hehehe.. :)
kuncinya : jadilah pribadi freelance yang baik dan tanggung jawab
> +AD4-di keduanya itu memang banyak bedanya hanya utk masalah berpakaian
> +AD4-sih sama aja, boleh santai asal sopan, kaos nggak masalah.. hanya
> +AD4-dingin euy..(rata2 kerja bareng di ruang server).
>
> Iya, mau minta smooking working room kayaknya 'terlalu pagi' hehehe
> tapi sadar juga sih kalau asap rokok nggak match ama ruang AC, menjadikan
> rekan satu ruang perokok pasif dan komputer warnanya jadi kecoklat2an
> hehehe ... tapi beberapa orang nggak bisa kerja maksimal tanpa merokok ..
> kayaknya 'sumpek-ide' ..
ini cerita umum sekali, apalagi di dunia kreatif.. tapi kalo buat
freelancer
kan harusnya nggak masalah karena dia bisa bekerja di mana dia suka
> +AD4-perusahaan yang bisa menerima kondisi ini, menurut saya adalah
> +AD4-perusahaan yang mengerti jalan dan pola kerja online, pola kerja SOHO..
> kalo memang
> +AD4-harus meeting F2F, tinggal bikin janji aja.. terus ya datang.
>
> Ini yang disayangkan juga ... belum yakinnya beberapa perusahaan dengan
> pekerja Freelancer .. seorang rekan yang kebetulan lulusan Arsitektur
> dan sudah kerja tetap di perush. non Internet, tapi seneng web design juga
> dan punya 'konsep' ... http://www.witoelar.com/satya
> juga menyayangkan perusahaan selalu meminta pekerja Full time / In-House ..
masuk akal juga untuk sebuah perusahaan yang tdk mau menerima freelance,
mereka
khawatir dengan banyak hal, seperti tanggung jawab, kerjasama dengan
pegawai lain,
asuransi, tunjangan, etika sesama pegawai, sosialisasi.. hal tsb masih
banyak
perlu dipertimbangkan.. apalagi perusahaan dengan manajemen besar..
kalo mau gampang pilih perusahaan yang mau menerima freelance menurut
saya,
cari perusahaan yang orientasi kerjannya cepat, progressive, dan
online-working
dengan begitu perusahaan diuntungkan dengan minimum space buat pegawai,
minim
perangkat, listrik dll (karena kerjaanya di bawa pulang)
berikut itu cuma pendapat pribadi lho.. CMIIW
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]