Saya dengan teman2 RumahDunia bikin bendera Gong Media Cakrawala,
dimaksudkan sebagai unit usaha.
Lalu bikin BANTEN STAR. Ini juga cara menjaring "umat" baru untuk Rumah
Dunia. Selama ini RD identik dengan orang susah.
Nah, setelah terpilih 20 finalis, anak2 muda di BANTEN STAR yang ganteng
dan cantik diajak kumpul di Rumah Dunia. Mereka tertarik  dan sekarang
mereka ikut jadi relawan. Mereka nanti akan jadi "public figure" atau
"kehumasan" Rumah Dunia yang mengusung budaya literasi. Mereka juga akan
siap menjadi relawan, mengajari anak-anak miskin yang datang ke Rumah
Dunia. Mereka akan jadi "etalase" yang otaknya akan kami isi dengan
literasi...

Lalu, kami mau bikin film SAIJA ADINDA.
Crewnya sineas muda Banten yang tergabung di Scene Ten dibawah komando
PJ Audio Visual Rumah Dunia, Jack La Mota. Kami udah meyebar hampir
seratusan proposal. Tapi, tak satupun yang trtarik. Para kapitalis
Jakarta itu lenih suka menyuruh kita jadi operator, yang menjalankan
ide-ide massal mereka.
Ada produk telekomunikasi, mereka mau ngasih Rp. 1,5 jt tapi minta
branding di acara. Mereka mau ngasih TV 14 inchi, juga minta branding.
Ada yang nyuruh kita jualan produk mereka dan minta branding. Begitulah
par pemodal dari Jkt.

Justru para pemodal daerah (Banten) yang secara modal terbatas,
mendukung kami. Distro 78, gerai pakaian membantu kami 1 jt. Restoran2
lokal (ayam bakar ciceuri, Bella resto cafe, pizza steak and italy, s
rizky, dan ma haji) mendukung kami berupa konsumsi untuk syuting. Selain
itu, tidak ada.

Saya coba-coba nyebar sms ke para cagub; TS-Ben, Zul-MH, dan MM. Atut-M,
Irsyad-S, saya nggak punya kontaknya. Saya meminta mereka mendukung
gerakan budaya literasi lewat film SAIJA ADINDA ini dengan kisaran Rp. 1
jt - 5 jt.
TS menjawab, "Saija Adinda yang ditulis oleh Max Havelaar sudah melukai
warga Lebak. Itu jawaban khas priyayi. Saya jawab, "Adipati Kartanegara
di Max Havelaatr tak ubahnya seperti jawara Banten masa kini, menindas
rakyat." 

Tiba-tiba hp saya berdering, "Saya, Zuel! Ana suka baca novel-noveng
antum!"
Saya tanya, "Zuel mana nih?' Dia tertawa, "Zuel cagub Banten."
Hahaha....
Dan dia nyumbang secara Pribadi Rp. 1 jt. Alhamdulillah...

Tetap semangat
gg



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Tedi
Sent: Monday, September 11, 2006 6:40 PM
To: [email protected]
Subject: [WongBanten] masalah pencantuman title

On 9/11/06, M. Rafiudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Di gang depan rumah saya ada tulisan " SELAMAT ATAS
> DEKLARASI CAGUB DR. ZULKIFLIMANSYAH SE.MM.MBA DAN
> ...... (kutang lebih spt itulah bunyinya). Kata teman
> saya yg orang Solo : "Ndeso banget tuh orang". Kata
> orang Rangkas mah : "Dusun jasa Dak !!
>
> Hare gene masih gak malu tuh pemer titel ???!!! Orang
> PKS kan yang paling rajin pakai jargon2 agama kalau
> ngomong ,harusnya bisa lebih low profile dong ???


menurut saya tidak perlulah terlalu ekstrem melarang pencantuman title
.. normal-normal aja orang nulis titelnya .. selama memang dia punya
title tersebut. yg bermasalah itu kalo orang marah seandainya orang
lain lupa menyebut titlenya atau titlenya itu menjadi kebanggaan
satu2nya dia hehe lebih parah lagi mencantumkan title yg bukan
miliknya.

lumrah juga menurut saya pak tryana di semua (?) spanduknya menulis
'gelarnya' sebagai pendiri banten .. bu atut dimana nulis gelar nya
sebagai plt ... wajar2 saja sbg salah satu bentuk memperkenalkan diri
ke calon pemilih (yg nggak wajar itu kampanye atas biaya dinasnya)

kalo ngobrol dg pak zul ini ... belum pernah saya melihat dia
membanggakan titelnya ... biasa aja. kalo kirim email juga dibawahnya
hanya dia tulis 'zul' ... tanpa gelar etc. begitu di header emailnya
tanpa embel2 gelar etc. kalo kenalan sama orang juga dia hanya bilang
Zulkieflimansyah bukan 'nama saya Doktor Zulkieflimasyah'

masalah jargon agama .. selama bukan tujuan yg jelek apa salahnya ..
pak tryana dimana2 spanduknya pakai hal itu menurut saya positif2 aja
memberi pesan baik ke masyarakat. masak mas Rafiudin sebagai pendukung
beliau menganggap itu negatif??
yg masalah kalao orang menjadikannya sebatas slogan tapi jauh dari
kenyataan. selama tidak ada bukti kebalikannya .. IMHO biasa ajalah
dan positif aja.

> apalagi titel akedemis gak jamin orang bisa jadi
> pemimpin dan manager yg baik gitu loh !!
>

memang begitu.


tedi - tangerang


Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links



    (Yahoo! ID required)

    mailto:[EMAIL PROTECTED]


 





Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke