I got you: U are lecturer at UNIRTA, faculty of economic, age around 37 to 38 ??
I have been so hectic now and will rever back to you asap. Rgrds, rafi --- Boyke Pribadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > puguuuhhh...padahal syair dan pepatah dari india dan > cina justru banyak > mempengaruhi etos kerja mereka. Syair yang tepat > dapat mengajarkan > kelembutan budi, kecerdasan nurani, membangun jiwa, > mengajak kembali kepada > kekuatan alam dan bahkan meng-agung-kan SANG > PENCIPTA. Memang ada juga syair > yang membuat kita terlena. Tapi selain itu, syair > dapat pula digunakan > sebagai alat utk mengkomunikasikan suatu pesan. > Bukankah ada suatu komunitas > di Aceh justru dapat selamat dari tsunami > dikarenakan mereka mempelajari > tanda-tanda tsunami melalui syair yang diajarkan > turun temurun?.... > hikmahnya bagi kita, cobalah berpikir > integral-komprehensif. jangan > memandang sesuatu hanya dari sudut yang kita tahu. > padahal mungkin lebih > banyak sudut yang kita tidak tahu dari pada yang > kita tahu?? > > eiiit....ngomong-ngmong ngahuleung...justru > peradaban manusia skrg sedang > bergerak menuju 'dreamer society' setelah secara > berturutan dimulai ; > phisycal society, industrial society, information > society (knowledge based > economy). Itulah sebabnya perusahaan sekaliber HONDA > menggunakan 'power of > dream' sebagai semboyannya. Maksudnya dimulai > dengan mimpi atau lamunan > tentang masa depan yang lebih baik, maka diharapkan > dapat menimbulkan > motivasi untuk meraih mimpi tersebut. Itulah kenapa > Soekarno berkata tentang > raih cita-cita setinggi langit dengan maksud; "coba > kita punya mimpi maka > itu artinya kita punya cita-cita, dan kalo punya > cita-cita berarti kita > berusaha mengggapainya". > Atau maksud kang rapi itu BENGONG bukan > ngahuleung...atuh eunya kang...ayam > tetangga saya juga 'game over' gara-gara bengong. > ayam sory. > > > ----- Original Message ----- > From: "Jaya, Komarudin" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, September 13, 2006 9:29 AM > Subject: RE: [WongBanten] masalah pencantuman title > > > > cetek amat sih .. > > > > > > -----Original Message----- > > From: M. Rafiudin [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Wednesday, September 13, 2006 1:06 AM > > To: [email protected] > > Subject: RE: [WongBanten] masalah pencantuman > title > > > > > > Salam kang Gola Gong, > > > > Saya yakin itu hanya perbedaan pola pikir seorang > > pengusaha dan seorang penyair. > > > > Kalau kita mau realistis, sebetulnya yang sekarang > > menikmati "surga" kekayaan Indonesia pada umumnya > > bukanlah Priyayi apalagi Jawara sebagaimana > menurut > > kang GG. Tapi kelompok etnis yang populasinya > hanya > > 2.5% dari total penduduk Indonesia namun menguasai > 60 > > - 75% hampir semua sektor ekonomi di Indonesia > > (Richard Mead,Cross Cultural Management. hal.309). > > Saya sama sekali tdk bermaksud mengangkat > sentiment > > thdp kelompok etnis tertentu, sekedar membuka > fakta > > saja. Kalau mau survey, silahkan kunjungin pameran > PPE > > di Kemayoran (biasanya bulan Oktober) dan > simpulkan > > sendiri. > > > > Sementara kenyataanya sebagian saudara2 kita > terjebak > > dalam lingkaran kemiskinan tanpa ujung : Miskin--> > > kurang akses ke pendidikan dan kesehatan-->tidak > > produktif (pengasilan rendah)-->Miskin ---> dan > akan > > begitu seterusnya dari generasi ke generasi. > > > > Mungkin ada baiknya kita "benchmarking" dari > kebijakan > > strategis dua raksasa ekonomi dunia saat ini:RRC > dan > > India ! Yang punya "pasukan" insinyur dan ekonom > :70 > > -80% dari total sarjana yang ada di msg2 negara > tsb. > > Dan ternyata mereka cukup berhasil baik sbg > > professional maupun entrepreneur dan akhirnya bisa > > memperbaiki kesejahteran banyak orang miskin. Yah > > begitulah kang..Jadi kalau di Banten > > ,khususnya,terlalu banyak penyair emang kurang > bagus > > juga. Kasihan! anom keneh seueur teuing ngahuleng > > teh.. > > > > Dan kalau boleh saya kasih saran sama kang GG: > "Jangan > > kembangkan budaya meminta! Hidup ini hanya untuk > > memberi dan menerima. Hanya orang yang bermental > > pengemislah yang boleh meminta". Punten bilih abdi > > magahan ngojay ka bebek mah.. > > > > pamit heula kang! > > rafi > > > > > > --- "Heri Hendrayana H (Golagong)" > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > >> Saya dengan teman2 RumahDunia bikin bendera Gong > >> Media Cakrawala, > >> dimaksudkan sebagai unit usaha. > >> Lalu bikin BANTEN STAR. Ini juga cara menjaring > >> "umat" baru untuk Rumah > >> Dunia. Selama ini RD identik dengan orang susah. > >> Nah, setelah terpilih 20 finalis, anak2 muda di > >> BANTEN STAR yang ganteng > >> dan cantik diajak kumpul di Rumah Dunia. Mereka > >> tertarik dan sekarang > >> mereka ikut jadi relawan. Mereka nanti akan jadi > >> "public figure" atau > >> "kehumasan" Rumah Dunia yang mengusung budaya > >> literasi. Mereka juga akan > >> siap menjadi relawan, mengajari anak-anak miskin > >> yang datang ke Rumah > >> Dunia. Mereka akan jadi "etalase" yang otaknya > akan > >> kami isi dengan > >> literasi... > >> > >> Lalu, kami mau bikin film SAIJA ADINDA. > >> Crewnya sineas muda Banten yang tergabung di > Scene > >> Ten dibawah komando > >> PJ Audio Visual Rumah Dunia, Jack La Mota. Kami > udah > >> meyebar hampir > >> seratusan proposal. Tapi, tak satupun yang > trtarik. > >> Para kapitalis > >> Jakarta itu lenih suka menyuruh kita jadi > operator, > >> yang menjalankan > >> ide-ide massal mereka. > >> Ada produk telekomunikasi, mereka mau ngasih Rp. > 1,5 > >> jt tapi minta > >> branding di acara. Mereka mau ngasih TV 14 inchi, > >> juga minta branding. > >> Ada yang nyuruh kita jualan produk mereka dan > minta > >> branding. Begitulah > >> par pemodal dari Jkt. > >> > >> Justru para pemodal daerah (Banten) yang secara > >> modal terbatas, > >> mendukung kami. Distro 78, gerai pakaian membantu > >> kami 1 jt. Restoran2 > >> lokal (ayam bakar ciceuri, Bella resto cafe, > pizza > >> steak and italy, s > >> rizky, dan ma haji) mendukung kami berupa > konsumsi > >> untuk syuting. Selain > >> itu, tidak ada. > >> > >> Saya coba-coba nyebar sms ke para cagub; TS-Ben, > >> Zul-MH, dan MM. Atut-M, > >> Irsyad-S, saya nggak punya kontaknya. Saya > meminta > >> mereka mendukung > >> gerakan budaya literasi lewat film SAIJA ADINDA > ini > >> dengan kisaran Rp. 1 > >> jt - 5 jt. > >> TS menjawab, "Saija Adinda yang ditulis oleh Max > >> Havelaar sudah melukai > >> warga Lebak. Itu jawaban khas priyayi. Saya > jawab, > >> "Adipati Kartanegara > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
