Assalamua 'Alaikum pak Dosen,

It was my great pleasure to be acquaited with you.

Your notion that poem could effectively enhance
people's work ethos was surprising to me. Although it
is the first time I heard, I must agree with you since
I trust you as one of just few "lucky" people who is
supposed to have good understanding on how economy
operates.

In my previous e-mail, I did not at all mean to
surpress the existence of poem and its associates. I
just would like to emphasize the importance of
mastering technology and economics in context of
eliminating poverty in our society which I believe to
be the entry point to escape from the vicious poverty
circle.It was simply the matter of priority that we
should take into our consideration. That's all!

I should admit that panthun and its derivations
(poem,poetry,etc)have been thousands years exist in
our culture. It can be as means of entertaining
people,remembering the Creator and even to CURE some
diseases. And the last mentioned "theurapeutic"
function of phantun (the great-grandparent of poem)
which has been still widely practiced in some rural
areas in Lebak and that I still remembered to date as
below :

Minyak Aing minyak daroak (1) 
Di usapkeun kana awak (2)
Pantesan barudak ting jaroak (3)
Horeng(4)geh awak aing bau bayawak(5)..

Puiih..puiihhh.. cageur sia !!!  


notes:



*(1) oil extracted from a plant
*(2) body
*(3)screaming like seeing ghost or frightening things
or animals
*(4) apparently
*(5) grandchild of commodo (kumaha ngaing bae lah..)
*(6) to be healthy, get better



--- Boyke Pribadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> puguuuhhh...padahal syair dan pepatah dari india dan
> cina justru banyak 
> mempengaruhi etos kerja mereka. Syair yang tepat
> dapat mengajarkan 
> kelembutan budi, kecerdasan nurani, membangun jiwa, 
> mengajak kembali kepada 
> kekuatan alam dan bahkan meng-agung-kan SANG
> PENCIPTA. Memang ada juga syair 
> yang membuat kita terlena. Tapi selain itu, syair
> dapat pula digunakan 
> sebagai alat utk mengkomunikasikan suatu pesan.
> Bukankah ada suatu komunitas 
> di Aceh justru dapat selamat dari tsunami
> dikarenakan mereka mempelajari 
> tanda-tanda tsunami melalui syair yang diajarkan
> turun temurun?....
> hikmahnya bagi kita, cobalah berpikir
> integral-komprehensif. jangan 
> memandang sesuatu hanya dari sudut yang kita tahu.
> padahal mungkin lebih 
> banyak sudut yang kita tidak tahu dari pada yang
> kita tahu??
> 
> eiiit....ngomong-ngmong ngahuleung...justru
> peradaban manusia skrg sedang 
> bergerak menuju 'dreamer society' setelah secara
> berturutan dimulai ; 
> phisycal society, industrial society, information
> society (knowledge based 
> economy). Itulah sebabnya perusahaan sekaliber HONDA
> menggunakan 'power of 
> dream' sebagai semboyannya.  Maksudnya dimulai
> dengan mimpi atau lamunan 
> tentang masa depan yang lebih baik, maka diharapkan
> dapat menimbulkan 
> motivasi untuk meraih mimpi tersebut. Itulah kenapa
> Soekarno berkata tentang 
> raih cita-cita setinggi langit dengan maksud; "coba
> kita punya mimpi maka 
> itu artinya kita punya cita-cita, dan kalo punya
> cita-cita berarti kita 
> berusaha mengggapainya".
> Atau maksud kang rapi itu BENGONG bukan
> ngahuleung...atuh eunya kang...ayam 
> tetangga saya juga 'game over' gara-gara bengong.
> ayam sory.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke