Alhamdulillah. Terimakasih infonya. Akhirnya kita dapat mengenal Pak Try dari email Kang Ocon ini.
-----Original Message----- From: Yusron Heryono Sent: Monday, September 18, 2006 11:26 AM To: [email protected] Subject: [WongBanten] Mengenal Sosok H.Tryana Syam'un MENGENAL SOSOK H.TRYANA SYAM'UN Dalam sebuah rapat penting yang dihadiri para tokoh masyarakat Banten pada tanggal 4 February 2000, TRYANA SYAM'UN secara bulat dipercaya sebagai Ketua Umum Badan Koordinasi Pembentukan Propinsi Banten (BKPPB). Melalui organisasi ini, TRYANA SYAM'UN...tentu dengan dukungan tokoh dan lapisan masyarakat Banten, memimpin perjuangan mewujudkan cita-cita yang lama tertunda, akibat rintangan politik ketika itu, yaitu "MENDIRIKAN PROVINSI BANTEN". Allhamdulillah, berkat tekad dan ijin Allah ST, cita-cita itu terlaksana. Banten resmi berdiri sebagai provinsi pada tanggal 4 Oktober 2000. Menunjuk figure TRYANA SYAM'UN untuk memimpin pembentukan Provinsi Banten, tentu bukan tanpa alasan. Pada diri putra pasangan H.Tubagus Masduki dari Kadupeusing dan Hj.Baonah dari Kadumerak (Pandeglang), tersimpan kombinasi beberapa sifat positif yang diperlukan, kedermawanan, taat beragama, pintar, memiliki watak kepemimpinan, peduli terhadap rakyat kecil dan masa depan bangsa dan negaranya. Terlahir dari lingkungan keluarga dengan latar dua wajah budaya Banten (Ulama dan Jawara), TRYANA SYAM'UN kecil, seperti layaknya anak-anak masyarakat Banten ketika itu, banyak menghabiskan waktunya belajar mengaji dan pencak silat, selain belajar di sekolah dasar dan madrasah. Pengalaman ini kelak menjadi modal penting TRYANA SYAM'UN bergaul secara akrab dengan para ulama dan jawara, dua kekuatan pada masa lampau bekerja saling bahu-membahu melindungi rakyat Banten, melawan kekuatan jahat penjajah dan penjarah. "Keliru besar, jika ada orang yang mempersamakan jawara dengan segala bentuk kekerasan, apalagi yang merugikan rakyat. Jawara sejatinya bukan preman". Hanya oknum yang tidak bertanggung jawab ketika peran jawara disalahgunakan. Usai menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah (di Lebak), Tryana Syam'un melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Jakarta, hingga menamatkan gelar kesarjanaan di bidang Ekonomi. Sadar untuk segera hidup mandiri, iapun mulai belajar bekerja. Beliau memulai karirnya di dunia perbankan khususnya di City Bank, sebuah bank terkemuka. Namun dalam perkembangan lebih lanjut, dengan didasari bakat-bakat kewirausahaan yang dimilikinya, TRYANA SYAM'UN berhenti bekerja saat berada di puncak karirnya, sebagai bankir professional dan merintis kegiatan bisnis. Sepak terjang dan kerja keras TRYANA SYAM'UN sejak usia mudanya, mengantarkan putra Asli Banten ini tumbuh menjadi pengusaha sukses dan tahan banting. Terbukti ketika sejumlah perusahaan yang dipimpinnya sempat sempoyongan dihantam badai krisis, Tryana Syamun dan kongsinya berhasil memulihkannya kembali. Sukses TRYANA SYAM'UN dengan setumpuk kesibukannya di dunia bisnis, tidak membuat kepeduliannya terhadap masyarakat menjadi luntur, karena pada dasarnya TRYANA SYAM'UN adalah juga seorang aktivis kemasyarakatan. Ini dibuktian dengan keterlibatannya di berbagai organisasi, yang sebagian besar beliau sendiri turut terlibat mendirikannya. Beliau menjadi Pendiri dan Ketua Umum Assosiasi Leasing/Lembaga Keuangan Indonesia, Wakil ketua Asosiasi Leasing/Lembaga Keuangan Asia dan Australia, Anggota Penasehat Majelis Nasional KAHMI, Ketua Umum Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten, Anggota Pendiri dan Pembina Yayasan Saija dan Adinda (Lebak), Anggota Pendiri dan Pembina Yayasan Sumur Tujuh (Pandeglang), Pendiri dan Ketua Umum Dynamika Study Club, Ketua Umum Forum Komunikasi dan Kerjasama Usahawan Serantau, dan sebagainya. Kini pada usianya yang memah tidak muda lagi, TRYANA SYAM'UN tak lagi banyak disibukan oleh perkara teknis perusahaan. Sebagian besar perusahaan yang dimilikinya atau perusahaan-perusahaan dimana beliau berkongsi, telah dipercayakan kepada tenaga-tenaga muda professional. Beliau hanya duduk sebagai Komisaris Utama atau Dewan Komisaris. Dengan demikian jika diridhoi oleh Allah SWT, beliau berniat untuk memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat Banten. MENGAPA BERNIAT JADI GUBERNUR Kalau semata kemewahan jabatan yang dikejarnya, banyak orang menganggap Tryana Syam'un adalah orang pertama yang dipilih menjadi Gubernur Banten, lima tahun yang silam. Ketika itu sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPRD membujuk agar Tryana Syam'un maju sebagai calon gubernur. Opini Publik memihak dan memberi peluang besar kepadanya, karena dinilai sukses menjadi ujung tombak memimpin perjuangan pendirian Provinsi Banten. Tetapi peluang itu, dengan segala kerendahan hati, beliau menolak lewat surat terbuka yang khusus beliau kirimkan. Belakangan beliau mengemukakan "Tidak etis rasanya kalau ketika itu saya harus jadi Gubernur, sebab kita, tentu saja denga dukungan banyak pihak, baru saja berhasil memperjuangkan Banten menjadi provinsi. Perasaan saya menolak karena tak ingin dibilang pamrih jabatan". Kini, TRYANA SYAM'UN berketapan hati, berniat maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Banten 2006, demi visi dan kepedulian yang ingin diperjuangkanya bagi masa depan masyarakat Banten. Perjalanan lima tahun pemerintahan Banten sekarang, cukup memberi TRYANA SYAM'UN kesadaran tentang banyak hal dari provinsi ini yang harus dibenahi. Sumber Daya Manusia, Alam, dan Budaya Banten yang sebenarnya sangat potensial, harus segera bisa diselamatkan lewat corak kepemimpinan pemerintah yang lebih amanah, terbuka dan berorientasi kerakyatan. "Kita hanya dapat melakukan perbaikan di Banten, jika kita berada di dalam system, bukan di luar system". Bagi beliau dua musuh bebuyutan bagi sebagian besar mayarakat banten, adalah kemiskinan dan kebodohan. Dua musuh ini telah menenggelamkan ke lembah ketertinggalan. Kondisi sebagian besar wilayah Banten, pada 61 tahun usia kemerdekaan negeri ini, pada kenyataannya tidak beranjak jauh dari kondisi jaman baheula. Kedua musuh Banten utama itu juga melukiskan ironi besar, sebab sumber daya ekonomi Banten tidaklah buruk, dan jaraknya hanya "selemparan batu" dari Ibu Kota Jakarta. Mungkin ada sesuatu yang salah menurut beliau. TIGA PROGRAM UTAMA TRYANA SYAM'UN 1. Ekonomi : menciptakan sebanyak mungkin lapangan ekonomi, karena mendapatkan pekerjaan dan kehidupan ekonomi yang layak adalah hak asasi setiap warga yang dilindungi konstitusi. Pangangguran dan kemiskinan yang begitu banyak di Banten, selain akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan, juga akibat tidak efisiennya pengelolaan pembangunan di Banten. Menciptakan wilayah Banten yg menyenangkan bagi para penanam modal/investor, merupakan cita-cita bersama bagi seluruh rakyat Banten. 2. Pendidikan : meningkatkan kualitas dan jumlah sarana fasilitas pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Secara formal jenjang pendidikan yang ditempuh mencakup pendidikan dasar, menegah dan tinggi. Pendidikan itu juga dilakukan secara informal, terutama yang berkaitan dengan muatan local yang dimiliki Banten. Dalam bidang pendidikan tinggi, misalnya : Banten selama lima tahun kedepan hendaknya memiliki satu perguruan tinggi yang berkalober nasional (Center of Excellent) dengan bidang-bidang keilmuan yang memiliki kegunaan praktis bagi pembangunan Banten. 3. Kesehatan : pembangunan pusat-pusat kesehatan masyarakat di setiap desa dan rumah sakit utama di tingkat Provinsi, memerlukan tekad yang kuat dari pemerintah daerah karena terkait langsung dengan hak dasar rakyat yang harus dipenuhi. Adanya kasus gizi buruk yang dialami oleh masyarakat Banten, menunjukan bahwa tidak semua angota masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah, karena kemiskinan, jarak yang jauh, jalan yang rusak dan jumlah fasilitas yang terbatas. VISI TRYANA SYAM'UN TENTANG MASA DEPAN BANTEN Maysarakat Banten adalah bagian dari masyarakat dunia yang memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang menuju kehidupan yang lebih modern, sejahtera, dengan tetap berpijak pada watak dan modal social serta budayanya. Untuk itu visi pembangunan Banten kedepan haruslah memuat beberapa hal pokok sebagai berikut : 1. Banten baru, memerlukan sosok kepemimpinan yang sanggup merubah kultur kerja birokrasi pemerintahan yang lebih sesuai dengan tantangan global: professional, efektif dan efisien, amanah dan berorientasi melayani rakyat. 2. Untuk memperbesar pendapatan ekonomi Banten guna membiayai semua sektor pembangunan di Banten, pemerintah harus mengambl langkah aktif menjalin kerjasama ekonomi dengan jaringan investor (nasional dan asing). Karena mengejar berbagai ketertinggalan pembangunan banten, tidak mungkin hanya berbasis pada sumber-sumber konvensional pendapatan asli daerah (PAD). 3. Di bidang politik, pemerintah bersama-sama dengan kekuatan politik lainnya harus menjalin hubungan yang saling menguatkan, untuk menegakkan prinsip-prinsip kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab. 4. Pemerintah membangun hubungan dialogis dengan berbagai elemen masyarakat, seperti : ulama, tokoh masyarakat, kalangan akademisi, LSP, pers/jurnalis, pemuda, mahasiswa, budayawan, dan sebagainya. Karena pada dasarnya, setiap langkah dan proses pembangunan di Banten, harus menjadi pengalaman kolektif seluruh warga Banten. 5. Semangat keagamaan yang merupakan cirri khas masyarakat Banten, perlu di-revitalisasi menjadi kekuatan untuk membanguna moral social yang luhur. Karena itu segala bentuk pendidikan agama di Banten (madrasah, pesantern,majelis taklim) harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan Banten kedepan. Salam, Yusron Kamal Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
