oh....ternyata tryana syam'un termasuk keturunan ahlul bait
ya...pantesan.... :)

On 9/18/06, Yusron Heryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> MENGENAL SOSOK H.TRYANA SYAM'UN
>
> Dalam sebuah rapat penting yang dihadiri para tokoh masyarakat Banten pada
> tanggal 4 February 2000, TRYANA SYAM'UN secara bulat dipercaya sebagai Ketua
> Umum Badan Koordinasi Pembentukan Propinsi Banten (BKPPB). Melalui
> organisasi ini, TRYANA SYAM'UN...tentu dengan dukungan tokoh dan lapisan
> masyarakat Banten, memimpin perjuangan mewujudkan cita-cita yang lama
> tertunda, akibat rintangan politik ketika itu, yaitu "MENDIRIKAN PROVINSI
> BANTEN".
>
> Allhamdulillah, berkat tekad dan ijin Allah ST, cita-cita itu terlaksana.
> Banten resmi berdiri sebagai provinsi pada tanggal 4 Oktober 2000.
>
> Menunjuk figure TRYANA SYAM'UN untuk memimpin pembentukan Provinsi Banten,
> tentu bukan tanpa alasan. Pada diri  putra pasangan H.Tubagus Masduki dari
> Kadupeusing dan Hj.Baonah dari Kadumerak (Pandeglang), tersimpan kombinasi
> beberapa sifat positif yang diperlukan, kedermawanan, taat beragama, pintar,
> memiliki watak kepemimpinan, peduli terhadap rakyat kecil dan masa depan
> bangsa dan negaranya.
>
> Terlahir dari lingkungan keluarga dengan latar dua wajah budaya Banten
> (Ulama dan Jawara), TRYANA SYAM'UN kecil, seperti layaknya anak-anak
> masyarakat Banten ketika itu, banyak menghabiskan waktunya belajar mengaji
> dan pencak silat, selain belajar di sekolah dasar dan madrasah. Pengalaman
> ini kelak menjadi modal penting TRYANA SYAM'UN bergaul secara akrab dengan
> para ulama dan jawara, dua kekuatan pada masa lampau bekerja saling
> bahu-membahu melindungi rakyat Banten, melawan kekuatan jahat penjajah dan
> penjarah. "Keliru besar, jika ada orang yang mempersamakan jawara dengan
> segala bentuk kekerasan, apalagi yang merugikan rakyat. Jawara
> sejatinya  bukan preman". Hanya oknum yang tidak bertanggung jawab ketika
> peran jawara disalahgunakan.
>
> Usai menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah (di Lebak), Tryana
> Syam'un  melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Jakarta, hingga
> menamatkan gelar kesarjanaan di bidang Ekonomi. Sadar untuk segera hidup
> mandiri, iapun mulai belajar bekerja. Beliau memulai karirnya di dunia
> perbankan khususnya di City Bank, sebuah bank terkemuka. Namun dalam
> perkembangan lebih lanjut, dengan didasari bakat-bakat kewirausahaan yang
> dimilikinya, TRYANA SYAM'UN berhenti bekerja saat berada di puncak karirnya,
> sebagai bankir professional dan merintis kegiatan bisnis.
> Sepak terjang dan kerja keras TRYANA SYAM'UN sejak usia mudanya,
> mengantarkan putra Asli Banten ini tumbuh menjadi pengusaha sukses dan tahan
> banting. Terbukti ketika sejumlah perusahaan yang dipimpinnya sempat
> sempoyongan dihantam badai krisis, Tryana Syamun dan kongsinya berhasil
> memulihkannya kembali.
>
> Sukses TRYANA SYAM'UN  dengan setumpuk kesibukannya di dunia bisnis, tidak
> membuat kepeduliannya terhadap masyarakat menjadi luntur, karena pada
> dasarnya TRYANA SYAM'UN adalah juga seorang aktivis kemasyarakatan. Ini
> dibuktian dengan keterlibatannya di berbagai organisasi, yang sebagian besar
> beliau sendiri turut terlibat mendirikannya. Beliau menjadi Pendiri dan
> Ketua Umum Assosiasi Leasing/Lembaga Keuangan Indonesia, Wakil ketua
> Asosiasi Leasing/Lembaga Keuangan Asia dan Australia, Anggota Penasehat
> Majelis Nasional KAHMI, Ketua Umum Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi
> Banten, Anggota Pendiri dan Pembina Yayasan Saija dan Adinda (Lebak),
> Anggota Pendiri dan Pembina Yayasan Sumur Tujuh (Pandeglang), Pendiri dan
> Ketua Umum Dynamika Study Club, Ketua Umum Forum Komunikasi dan Kerjasama
> Usahawan Serantau, dan sebagainya.
>
> Kini pada usianya yang memah tidak muda lagi, TRYANA SYAM'UN tak lagi
> banyak disibukan oleh perkara teknis perusahaan. Sebagian besar perusahaan
> yang dimilikinya atau perusahaan-perusahaan dimana beliau berkongsi, telah
> dipercayakan kepada tenaga-tenaga muda professional. Beliau hanya duduk
> sebagai Komisaris Utama atau Dewan Komisaris. Dengan demikian jika diridhoi
> oleh Allah SWT, beliau berniat untuk memaksimalkan pengabdiannya kepada
> masyarakat Banten.
>
> MENGAPA BERNIAT JADI GUBERNUR
>
> Kalau semata kemewahan jabatan yang dikejarnya, banyak orang menganggap
> Tryana Syam'un adalah orang pertama yang dipilih menjadi Gubernur Banten,
> lima tahun yang silam. Ketika itu sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPRD
> membujuk agar Tryana Syam'un  maju sebagai calon gubernur. Opini Publik
> memihak dan memberi peluang besar kepadanya, karena dinilai sukses menjadi
> ujung tombak memimpin perjuangan pendirian Provinsi Banten.
>
> Tetapi peluang itu, dengan segala kerendahan hati, beliau menolak lewat
> surat terbuka yang khusus beliau kirimkan. Belakangan beliau mengemukakan
> "Tidak etis rasanya kalau ketika itu saya harus jadi Gubernur, sebab kita,
> tentu saja denga dukungan banyak pihak, baru saja berhasil memperjuangkan
> Banten menjadi provinsi. Perasaan saya menolak karena tak ingin dibilang
> pamrih jabatan".
>
> Kini, TRYANA SYAM'UN berketapan hati, berniat maju sebagai calon gubernur
> dalam Pilkada Banten 2006, demi visi dan kepedulian yang ingin
> diperjuangkanya bagi masa depan masyarakat Banten. Perjalanan lima tahun
> pemerintahan Banten sekarang, cukup memberi TRYANA SYAM'UN kesadaran tentang
> banyak hal dari provinsi ini yang harus dibenahi. Sumber Daya Manusia, Alam,
> dan Budaya Banten yang sebenarnya sangat potensial, harus segera bisa
> diselamatkan lewat corak kepemimpinan pemerintah yang lebih amanah, terbuka
> dan berorientasi kerakyatan. "Kita hanya dapat melakukan perbaikan di
> Banten, jika kita berada di dalam system, bukan di luar system".
>
> Bagi beliau dua musuh bebuyutan bagi sebagian besar mayarakat banten,
> adalah kemiskinan dan kebodohan. Dua musuh ini telah menenggelamkan  ke
> lembah ketertinggalan. Kondisi sebagian besar wilayah Banten, pada 61 tahun
> usia kemerdekaan negeri ini, pada kenyataannya tidak beranjak jauh dari
> kondisi jaman baheula. Kedua musuh Banten utama itu juga melukiskan ironi
> besar, sebab sumber daya ekonomi Banten tidaklah buruk, dan jaraknya hanya
> "selemparan batu" dari Ibu Kota Jakarta. Mungkin ada sesuatu yang salah
> menurut beliau.
>
> TIGA PROGRAM UTAMA TRYANA SYAM'UN
>
> 1.      Ekonomi : menciptakan sebanyak mungkin lapangan ekonomi, karena
> mendapatkan pekerjaan dan kehidupan ekonomi yang layak adalah hak asasi
> setiap warga yang dilindungi konstitusi. Pangangguran dan kemiskinan yang
> begitu banyak di Banten, selain akibat dari krisis ekonomi yang
> berkepanjangan, juga akibat tidak efisiennya pengelolaan pembangunan di
> Banten. Menciptakan wilayah Banten yg menyenangkan bagi para penanam
> modal/investor, merupakan cita-cita bersama bagi seluruh rakyat Banten.
>
> 2.      Pendidikan : meningkatkan kualitas dan jumlah sarana fasilitas
> pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Secara formal
> jenjang pendidikan yang ditempuh mencakup pendidikan dasar, menegah dan
> tinggi. Pendidikan itu juga dilakukan secara informal, terutama yang
> berkaitan dengan muatan local yang dimiliki Banten. Dalam bidang pendidikan
> tinggi, misalnya : Banten selama lima tahun kedepan hendaknya memiliki
> satu  perguruan tinggi yang berkalober nasional (Center of Excellent) dengan
> bidang-bidang keilmuan yang memiliki kegunaan praktis bagi pembangunan
> Banten.
> 3.      Kesehatan : pembangunan pusat-pusat kesehatan masyarakat di setiap
> desa dan rumah sakit utama di tingkat Provinsi, memerlukan tekad yang kuat
> dari pemerintah daerah karena terkait langsung dengan hak dasar rakyat yang
> harus dipenuhi. Adanya kasus gizi buruk yang dialami oleh masyarakat Banten,
> menunjukan bahwa tidak semua angota masyarakat dapat mengakses layanan
> kesehatan dengan mudah, karena kemiskinan, jarak yang jauh, jalan yang rusak
> dan jumlah fasilitas yang terbatas.
>
> VISI TRYANA SYAM'UN TENTANG MASA DEPAN BANTEN
>
> Maysarakat Banten adalah bagian dari masyarakat dunia yang memiliki hak
> untuk tumbuh dan berkembang menuju kehidupan yang lebih modern, sejahtera,
> dengan tetap berpijak pada watak dan modal social serta budayanya. Untuk itu
> visi pembangunan Banten kedepan haruslah memuat beberapa hal pokok sebagai
> berikut :
>
> 1.      Banten baru, memerlukan sosok kepemimpinan yang sanggup merubah
> kultur kerja birokrasi pemerintahan yang lebih sesuai dengan tantangan
> global: professional, efektif dan efisien, amanah dan berorientasi melayani
> rakyat.
>
> 2.      Untuk memperbesar pendapatan ekonomi Banten guna membiayai  semua
> sektor pembangunan di Banten, pemerintah harus mengambl langkah aktif
> menjalin kerjasama ekonomi dengan jaringan investor (nasional dan asing).
> Karena mengejar berbagai ketertinggalan pembangunan banten, tidak mungkin
> hanya berbasis pada sumber-sumber konvensional pendapatan asli daerah (PAD).
>
> 3.      Di bidang politik, pemerintah bersama-sama dengan kekuatan politik
> lainnya harus menjalin hubungan yang saling menguatkan, untuk menegakkan
> prinsip-prinsip kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab.
>
> 4.      Pemerintah membangun hubungan dialogis dengan berbagai elemen
> masyarakat, seperti : ulama, tokoh masyarakat, kalangan akademisi, LSP,
> pers/jurnalis, pemuda, mahasiswa, budayawan, dan sebagainya. Karena pada
> dasarnya, setiap langkah dan proses pembangunan di Banten, harus menjadi
> pengalaman kolektif seluruh warga Banten.
>
> 5.      Semangat keagamaan yang merupakan cirri khas masyarakat Banten,
> perlu di-revitalisasi menjadi kekuatan untuk membanguna moral social yang
> luhur. Karena itu segala bentuk pendidikan agama di Banten (madrasah,
> pesantern,majelis taklim) harus menjadi bagian tak terpisahkan dari
> pembangunan Banten kedepan.
>
>
> Salam,
> Yusron Kamal
>
>
> Tetap Semangat Mencintai Banten!
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


-- 
Sesama muslim itu diikat oleh tali persaudaraan; ia tidak menganiaya
saudaranya, tidak menghinakannya, tidak mengkhianatinya. Seyogyanya seorang
muslim berusaha sungguh-sungguh untuk bersilaturahmi dengan saudaranya,
saling membantu, saling menyayangi, bersama-sama mengulurkan tangan,
membantu orang yang membutuhkan pertolongan (Imam Ja'far As-Shadik)


[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke