Assalamu'alaikum teman2 se - CORPS ,
Kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM , TDL dan TELKOM , sudah banyak
mengundang protes ,... dan nampaknya Pemerintah belum tergerak untuk menerima protes
tersebut sebagai masukan dan pertimbangan untuk memperbaiki kondisi perekonomian
negara kita . Sikap yang terbaca : JALAN TERUS !!
Diantara rekan se-CORPS , ada yang mengambil posisi pro , dan ada juga yang kontra
,... dan ternyata ada pula yang menyikapinya dengan mencari alternatif jalan keluar
dsbnya . Pada kesempatan ini , kami ingin berbagi pemikiran dengan mencoba mencari
latar belakang segala kenaikan tersebut dan dari sana kita mencoba menganalisa ,
apakah kebijakan tersebut sudah tepat atau masih perlu dikaji dan dipertimbangkan
kembali .
1. PILIHAN WAKTU : Pemerintah menetapkan kebijakan tersebut pada awal tahun ,
dengan harapan supaya cocok dengan jadwal tahun anggaran , dan untuk menghindarkan
gejolak demo masyarakat pada periode mendekati tahun 2004 . Jika kenaikan ini
bisa diterima dengan "lapang dada" oleh masyarakat , maka Pemerintah masih punya
peluang sekali lagi untuk menaikkan lagi harga2 tersebut pada tahun 2003 . Jadi ,
tahun 2004 diharapkan amaaaaaan .
Pertimbangan ekonomi dikalahkan dengan pertimbangan politik .
2. HARGA MINYAK DUNIA : dalam salah satu butir pertimbangan kenaikan harga BBM ,
harga minyak mentah dunia menyebabkan harga minyak yang dijual di Indonesia juga
harus naik . Persoalannya , disamping menghasilkan minyak mentah (yang dibor CALTEX
, TOTAL , PERTAMINA dll) , Indonesia juga mengimpor minyak dari negara2 Timur Tengah
. Jadi , kalau harga minyak dunia naik , kita malah repot ,... kalau harga turun
bagaimana ?? Apakah harga minyak dalam negeri juga ikut turun ??? Jadi , kemanakah
gerangan keuntungan dari penjualan minyak Indonesia ke luarnegeri yang sering
disebut "windfall profit ??
Kalau mengikuti jalan pikiran si-polan , tentunya pembelian minyak harus dikurangi
dan kalau bisa minyak yang kita hasilkan kita olah sendiri , khan kita sudah 57
tahun merdeka . Apakah kilang2 minyak kita tidak layak untuk mengolah minyak
mentah LN ?? Bagaimana Balongan dan Cilacap ??
Dalam catatan perhitungan si-polan , mestinya tercatat sbb.: - hasil minyak
Indonesia ...............BPD , harga jual US$..../barrel
- beli minyak dari LN ................BPD , harga beli US$.../barrel
Selisih dari jual-beli minyak ini , US$ .......... , masuk kas negara sebagai
pendapatan negara .
Karena harga jual dalam negeri harus terjangkau oleh masyarakat luas , maka terdapat
subsidi BBM , yang akan dihapuskan secara bertahap .
Saat ini , si-polan beserta seluruh rakyat Indonesia yang menjadi obyek kebijakan
Pemerintah boleh berharap , ... kapankah Pemerintah secara tegas dan penuh
keyakinan menghentikan (atau minimal mengurangi) pembelian minyak mentah (apalagi
solar , BBM siap pakai dll) dari LN disaat harga minyak mentah dunia naik , dan
justru Indonesia mengekspor sebanyak2nya minyak mentah Indonesia yang terkenal ,
untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya devisa negara yang kita perlukan untuk
pembangunan .
Alasan harga minyak dunia untuk menaikkan harga BBM dalam negeri , sesungguhnya
tidak fair bagi rakyat Indonesia yang telah mempercayakan pada Pemerintah
pengelolaan hasil bumi dan segala kekayaan alam yang terkandung didalamnya . Perlu
transparansi untuk meredam kegelisahan masyarakat .
3. TARIF DASAR LISTRIK dan TARIF TELKOM : Kenaikan TDL dan Tarif TELKOM yang
terkait dengan kenaikan BBM , telah dijelaskan kepada masayarakat dengan dasar
pemikiran penghapusan subsisi BBM . Oleh karena subsidi BBM dihapus , harga
BBM untuk pembangkit listrik dan TELKOM jadi ikut naik , karena itu tariff dasar
listrik harus naik , dlsbnya . Secara sederhana , si- polan melihat ada relevansinya
, tetapi , hatinya terusik juga karena selama ini tidak pernah ada kejelasan
tentang production cost PLN untuk menghasilkan 1 kWh listrik . Hal yang sama untuk
TELKOM , dimanakah hubungan antara kenaikan harga BBM dengan ongkos produksi .
Tidak ingatkah dikau , wahai Pemerintah , bahwa dalam setiap kenaikan harga yang
ditetapkan pemerintah , terdapat multiplier effect yang luar biasa dampaknya pada
kehidupan masyarakat ??
DIRUT PLN menyatakan bahwa TDL akan naik bertahap , hingga akan mencapai harga
sekitar 7,5 mills US$ per kWh pada tahun 2005 nanti , sehingga mendekati harga
yang diharapkan dari listrik swasta . Pernyataan ini , se-olah2 bertujuan untuk
menjadi trigger menarik investasi listrik swasta di Indonesia , dan menunjukkan pula
pengakuan PLN bahwa harga listrik yang wajar adalah sekitar harga tersebut . Mengapa
PLN meletakkan standard harga LN ??
Mengapa DIRUT PLN tidak membuat pernyataan yang bisa men-trigger rakyat Indonesia
agar mereka mampu membeli listrik PLN dan dengan aliran listrik yang murah tersebut
mereka semua dapat meningkatkan pendidikan keluarganya , menaikkan taraf hidupnya ,
meningkatkan kemampuan bekerja dan otomatis meningkatkan produktifitasnya ??
Apakah DIRUT PLN telah memberikan penjelasan tentang bedanya production cost per
kWh listrik yang dihasilkan sebelum tahun 1998 (sebelum krisis moneter) dengan
production cost tahun 1998 sampai sekarang ??? Berapakah sebenarnya harga listrik
yang dihasilkan sendiri oleh PLN ??
4. KOMPENSASI PADA MASYARAKAT ?? : Memang telah dinyatakan pula tentang adanya
kompensasi kenaikan BBM dll. tersebut . Kompensasi tersebut seharusnya tidak hanya
berperan seperti sebutir permen yang bisa menghentikan tangis anak kecil . Dari
daftar sasaran proyek yang akan mendapatkan kompensasi tersebut , tidak terlihat
adanya konsep tentang energi alternatif , penghematan penggunaan BBM , peningkatan
kemampuan masyarakat dalam bidang ekonomi , teknologi tepat guna , public services
dll . Program yang telah disiapkan dalam rangka pemanfaatan dana kompensasi BBM ,
terlihat seperti lomba kreatifitas dari masing2 Departemen untuk menggunakan dana ,
tanpa mengikut sertakan kebutuhan masayarakat yang paling mendasar .
Program tersebut mencerminkan minimnya konsep yang terpadu yang bisa menjawab
tantangan dari persoalan BBM itu sendiri .
Kebijakan dan keringanan pajak bagi barang impor , justru semakin menunjukkan
bahwa kebijakan pemerintah ini tidak memiliki jiwa yang sehat . Dengan kenaikan
BBM , TDL dan TELKOM , justru seharusnya industri dalam negeri dilindungi .
Produksi barang dalam negeri jelas akan meningkat harganya karena adanya berbagai
kenaikan tersebut . Untuk meningkatkan daya saing , seharusnya barang impor yang
sejenis dinaikkan pajaknya . Penurunan bea masuk dan pajak dari berbagai barang
impor , akan semakin menghancurklan industri dalam negeri .
Jadi , untuk siapakah sebenarnya kompensasi kenaikan BBM ini diberikan , untuk
rakyat kah atau untuk para petualang yang selalu mendapat kesempatan dibalik semua
peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah .
5. SIKAP CORPS : Sangat menggembirakan respons rekan2 CORPS Menwa ITB , yang
tergerak untuk mencari alternatif energi yang lebih murah , lebih cocok bagi
masyarakat pedesaan dan mencoba mencari solusi dari permasalahan yang ada di daerah
terpencil . Sifat dari latar belakang pendidikan para anggota CORPS , dapat menjadi
modal dasar yang penting dalam upaya2 mengatasi masalah tersebut .
Dalam menyikapi persoalan kebijakan Pemerintah yang mengundang masalah tersebut ,
sebaiknya CORPS lebih memfokuskan pada usaha2 yang bisa mengurangi beban
masyarakat . Kita harus yakin bahwa dalam setiap permasalahan yang diturunkan ,
terdapat berbagai peluang yang dapat disiasati agar menjadi suatu karya bhakti yang
bermanfaat bagi banyak orang .
Melalui rangkaian pemikiran diatas , dapat disampaikan , bahwa persoalan "
pro-kontra " memang diperlukan untuk menjadi pedoman dan latar belakang konsep
pemikiran , Tetapi jauh lebih penting adalah langkah2 nyata dilapangan , berbuat
sesuatu dan meletakkan batu tapak (milestone) satu persatu menuju suatu sistim
masyarakat yang kita cita2kan bersama .
Semoga bermanfaat dan dapat diwujudkan dalam waktu yang secepatnya .
Wassalam ,
Priyo P. Soemarno
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>