Thanks rekan Doedoeng, 
Salam hangat,
HermanSyah XIV.




<[EMAIL PROTECTED]>
11/04/2003 14:14
Please respond to yonsatu

 
        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        [yonsatu] Re: Menyambut Ramadhan - Rada Beda Nih


AWW.

Pak HermanSyah dan yang lainnya, berikut ini ada artikel
menarik dari eramuslim.com tentang penyebab ditolaknya do'a,
terkait dengan diskon dosa di bulan Ramadhan yang dianggap
"take for granted" saja oleh sebagian orang. Inilah sebagian
syarat-syarat diskon dan eliminasi dosa tersebut.
Wassalam. DZArifin.

Do'a adalah otaknya ibadah. Kegiatan berdo'a juga merupakan
salah satu sarana bagi seorang muslim mendekatkan diri
kepada-Nya. Dan lebih dari itu, do'a adalah tambatan segala
pinta kepada Yang Esa.
Setiap hari, bahkan setiap saat seorang muslim senantiasa
melantunkan do'a, menyampaikan segala permohonan dan harapan
baik dikala lapang, terlebih dikala sempit. Dan Allah pun
berjanji akan mengabulkan permohonan seorang hamba yang memohon
pada-Nya: "Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,
maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdo'a kepada-Ku", ??. (Q.S.Al Baqoroh :
186).
Namun seringkali?..sekian banyak do'a telah dilantunkan, sekian
banyak majlis dzikir telah merebak bak jamur di musim hujan,
istighosah kubropun entah berapa kali
dilaksanakan??kenyataanya, do'a tak kunjung mendapat jawaban.
Persis seperti kondisi di negri ini. Krisis ekonomi tak kunjung
berakhir, bencana demi bencana silih berganti menimpa. Berbagai
upaya do'a telah dilakukan bersama, namun Alloh belum jua
memberikan asa yang kita pinta. Gerangan apakah penyebab
do'a-do'a kita belum terjawab?
Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu
sedang dilanda kemelut sosial. Kebetulan mereka kedatangan
ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Masyarakat Basrah
pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham, "Wahai Abu
Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham), Allah berfirman dalam
Al-Quran agar kami berdoa. Kami warga Basrah sudah
bertahun-tahun berdoa, tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan
Alloh?
Ibrahim bin Adham menjawab, "Wahai penduduk Basrah, karena hati
kalian telah mati dalam sepuluh perkara. Bagaimana mungkin doa
kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah,
tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. Setiap hari kalian
membaca Al-Quran, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul, tetapi kalian
meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. Setiap hari kalian
membaca ta'awudz, berlindung kepada Allah dari setan yang
kalian sebut sebagai musuhmu, tetapi setiap hari pula kalian
memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Kalian selalu
mengatakan ingin masuk syurga, tetapi perbuatan kalian justru
bertentangan dengan keinginan itu. Katanya kalian takut masuk
neraka, tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri
kedalamnya. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan,
tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk
menghadapinya. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain,
tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu
melihatnya. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah, tetapi
kalian lupa mensyukurinya. Kalian sering menguburkan jenazah
saudaramu, tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari
peristiwa itu."
Terakhir ia mengatakan, "Wahai penduduk Basrah, ingatlah sabda
nabi, "Berdoalah kepada Allah, tetapi kalian harus yakin akan
dikabulkan. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak
berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main."
Kisah lain terjadi ketika di Basrah Irak, dilanda kekeringan,
kesulitan air dan hujan tak jua turun. Maka penduduk Basrah
sepakat untuk mengadakan sholat istisqo' untuk meminta hujan.
Para ulama dan tokoh masyarakat hadir untuk melakukan sholat
dan berdo'a meminta keridhoan Alloh menurunkan hujan. Namun
hingga beberapa kali sholat istisqo' dilaksanakan, hujanpun tak
jua turun.
Hingga suatu malam di masjid, usai sholat istisqo' siang
harinya, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani melihat seorang
berkulit gelap, berwajah sederhana, dengan betis tersingkap
yang terlihat kecil, dan perut buncit datang di malam buta,
ketika masjid telah sepi. Yang belakangan diketahui Malik bin
Dinar, ia adalah budak seorang yang sangat kaya raya di Basrah,
yang malamnya habis untuk menangis karena bermunajat kepada
Alloh dan siangnya habis untuk sholat dan puasa.
Budak tersebut di masjid melakukan sholat dua rakaat dengan
bacaan surat yang tidak terlalu panjang. Ruku' dan sujudnya
juga sama pendeknya dengan lama berdirinya. Usai sholat dia
menengadahkan tangan ke langit sambil berdo'a yang di dengar
oleh Malik bin Dinar:" Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu
yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang
sebenarnya tidak mengurangi kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa
yang ada pada-Mu sudah habis? Ataukah perbendaharaan
kekuasaan-Mu telah hilang? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu
dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami
hujan secepatnya".
Setelah mendengar itu Malik bin Dinar berkata, " Belum lagi dia
menyelesaikan perkataannya, angin dingin tebal menggelayut di
langit. Kemudian tidak lama, hujan turun dengan begitu
derasnya. Subhaanalloh, do'a seorang budak yang serta merta
dikabulkan-Nya.
Kini.....marilah kita berkaca diri. Ketika do'a-do'a kita tak
di dengar, ketika do'a-do'a kita tak terjawab, barangkali ada
diantara sepuluh hal yang dikemukakan oleh Ibrahim bin Adham di
atas terjadi pada diri kita. Bila memang ada, sudah
selayaknyalah kita berbenah diri. Beristighfar
sebanyak-banyaknya, demi memperoleh ampunannya. Melakukan
taubat, taubatan nashuha, sambil terus berusaha melakukan
berbagai upaya yang mendukung terhadap hal-hal yang kita pinta.
Dan jangan pernah berhenti berdo'a, karena Alloh akan
menganggap kita sebagai orang yang sombong bila kita tidak
memohon pada-Nya. "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kamu
kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya
orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" ( Q.S.Al
Mu'min:60).
Robb......bimbinglah kami, agar kami menjadi orang-orang yang
senatiasa menggantungkan diri hanya kepada-Mu, dan senantiasa
mengharap rahmat-Mu. Aamiin. Wallohu a'lam bishowwab.



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--[YONSATU - 
ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>





--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke