>Begitulah kalau Islam hanya difahami sekedar "budaya" (menurut
>terminologi Pak HermanSyah), jilbab hanya sekedar simbol dan
>asesoris belaka, tidak mencerminkan "pembeda" sebagaimana
>antara lain tujuan pewajiban pemakaian jilbab.
Salah besar menurut saya kalau kita melihat budaya itu hanyalah sekedar 
simbol dan asesoris.  Budaya adalah cerminan peradaban manusia pada suatu 
masa.  Agama menurut ilmu pengetahuan masuk kedalam budaya, karena agama 
mencerminkan cara pandang manusia pada kurun waktu tertentu (sampai 
sekarang).  Maka kalau kita bicara budaya masyarakat sekarang, kita bisa 
mengatakan bahwa budaya masyarakat sekarang adalah budaya yang 
berketuhanan.  1000 Tahun lagi mungkin budayanya sudah dicirikan oleh hal 
yang lain lagi, misalnya berbudaya 'universalisme'.  Tapi, 1000 tahun lagi 
saya sudah tidak didunia lagi, jadi, ya EGP aja deh.

Barangkali rekan2 yang backgroundnya Anthropologi  bisa share knowledge 
mengenai kebudayaan.

Salam hangat,
HermanSyah XIV.






<[EMAIL PROTECTED]>
11/10/2003 14:33
Please respond to yonsatu

 
        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        [yonsatu] Re: Komentar wanita pakai jilbab dari Utami!


AWW.

"Tahu" dan mematuhi aturan adalah dua hal yang berbeda. Semua
orang tahu KKN haram dan dilarang oleh hukum, tapi toh banyak
yang melakukan.
> Saya yakin mahasiswi Univ.Muhammadiyah ini mengerti dan tahu
> apa yang dimaksud dengan "prinsip jilbab adalah menutup
> aurat " seperti definisi yang disampaikan Bung Doedoeng.
> Tapi mengapa mereka berjilbab setengah-setengah ??? Kenapa

Saya yakin sebgian besar bukan karena terpaksa, tapi hanya
sekedar mengikuti mode. Ada istilah "jilbab gaul", ya, yang
seperti itu tadi.

> sih, seperti ogah-agahan ?? Apa ada unsur keterpaksaan
> ??Sepertinya bukan kemauan mereka untuk berjilbab. Jangan2
> seperti kata Joni, mereka akan merasa lega kalau sudah
> diwisuda.


Begitulah kalau Islam hanya difahami sekedar "budaya" (menurut
terminologi Pak HermanSyah), jilbab hanya sekedar simbol dan
asesoris belaka, tidak mencerminkan "pembeda" sebagaimana
antara lain tujuan pewajiban pemakaian jilbab.
Fenomena seperti inilah yang saya sebut sebagai pemahaman Islam
etnis. Dari sisi ini memang muslim di Indonesia mayoritas,
namun seperti sinyalemen Rasululloh, mereka seperti buih di
tengah lautan, dan eksistensinya diperebutkan seperti seekor
domba di tengah-tengah srigala. Tapi kalau mendefinisikan
muslim dari sisi "sistem" maka sesungguhnya muslim di Indonesia
adalah minoritas.

> Kalau ditingkat ibu2 lebih heboh lagi,biasanya berjilbab
> penutup kepala dan kebawahnya pakai baju kurung. Entah
> karena tubuh yang melar dan bajunya belum sempat
> disesuaikan, Wah minta ampun deh,dada sama pantat (maaf)
> saling balapan bergoyangnya ( wah batal enggak ya puasanya
> nih :-) ) Dan kalau liat acara di RCTI (?) Tembang Kenangan,
> Dansa yo Dansa TVRI.......wah, ibu2 berjilbab itu hot
> dansanya. Ya, mbok kalo mau dansa dicopot dong jilbabnya.
>

Saya amat sangat setuju apabila ketentuan pelarangan jilbab di
Perancis tersebut adalah untuk pelarangan kemunafikan.
>
> Jangan2 larangan berjilbab di Perancis itu, bukan jilbabnya
> yang
> dilarang, tapi kemunafikannya itu.
>
> Wass,
>





--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke