>Hallo rekan Rizal, Hi, Mas Hermansyah, met kenal....
>Sepegetahuan saya, di negara2 Eropa barat dan US, kalau ada peraturan yang >diskriminatif, maka biasanya langsung timbul reaksi dari masyarakat, bahkan >demonstrasi. Sdh pasti mas, namanya negara demokrasi. Tetapi karena memang minoritas, demonstrasinya tidak banyak. >Tapi, kalaupun ada UU atau peraturan yang terkesan diskriminatif dan kaum >minoritas tidak bisa menggagalkannya, yah inilah risiko demokrasi, terpaksa >suara mayoritas harus diterima dengan sportif. >Untuk kaum muslim yang sudah kelompok minoritas kemudian terlalu kaku pula >pada pendiriannya, bisa masuk akal kalau larangan berjilbab misalnya, >mereka lihat sbg. menginjak-injak hak azasi mereka. Nah, disini saya bingung, jadi apa yang membedakan negara yang menganut demokrasi dengan negara totalitarian/fascist/communist, kalau mereka menekan kelompok minoritas hanya karena mereka mayoritas atau karena mereka berkuasa? Karena setau saya hanya negara-negara tersebut yang selalu hantam-kromo terhadap hak-hak asasi orang lain. Dan yg lebih menggelikan lagi, kalau tidak mau dibilang memiriskan/memilukan, USA melalui Department of State dan European Union, selalu mengeluarkan "Laporan Tahuan" mengenai Hak-hak asasi manusia dan pelanggarannya. Dan kalau tidak salah memasukan Indonesia dan sudah tentu Cina daratan sebagai negara yang tidak menghormati kebebasan pelaksanaan kegiatan agama golongan minoritas. Mengkaitkan dengan hal pelarangan jilbab, membuat saya termenung, kok bisa2nya mereka nunjuk hidung kita dan bilang: "kowe orang tidak melindungi kaum minoritas punya hak2", tetapi secara simultan mereka juga melakukan hal yg sama. Bukankah ini sejenis diskriminasi dan lebih buruk lagi Blatant Hipocrisy? Saya sih tidak mempermasalahkan wajib atau tidak memakai jilbab/kerudung, hanya menitikberatkan jika orang memakainya karena keyakinannya, sudah seharusnya tidak boleh ada yg melarang karena itu berhubungan dengan hak-hak asasi manusia yang diakui oleh Piagam PBB dan mungkin UUD negara mereka. Kalau dibilang minoritas lah wong Jews di Eropa juga minoritas dan sikh di Singapura juga minoritas, tetapi kenapa mereka diperbolehkan? Eh, punteun dulu, nih mas. Saya tidak ada maksud buruk lho membuat mas jadi gak enak. Wassalam, Rizal "The only easy day was yesterday" _________________________________________________________________ Add photos to your messages with MSN 8. Get 2 months FREE*. http://join.msn.com/?page=features/featuredemail --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
