Hallo rekan Rizal, >Intinya adalah jangan ada diskriminasi dalam praktik tersebut, yg selama ini >ada beberapa negara barat yang mengaku demokrasi tetapi melakukan praktik >diskriminasi.
Sepegetahuan saya, di negara2 Eropa barat dan US, kalau ada peraturan yang diskriminatif, maka biasanya langsung timbul reaksi dari masyarakat, bahkan demonstrasi. Tapi, kalaupun ada UU atau peraturan yang terkesan diskriminatif dan kaum minoritas tidak bisa menggagalkannya, yah inilah risiko demokrasi, terpaksa suara mayoritas harus diterima dengan sportif. Untuk kaum muslim yang sudah kelompok minoritas kemudian terlalu kaku pula pada pendiriannya, bisa masuk akal kalau larangan berjilbab misalnya, mereka lihat sbg. menginjak-injak hak azasi mereka. Orang2 semacam itu kelihatannya perlu belajar dari anda atau mas Sukris bagaimana caranya bisa bersikap lentur :-). Salam hangat. HermanSyah XIV. --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
