> Saya ingin kembali pada "kepercayaan" saya dan pernah saya kemukakan
> dalam milis ini, bahwa sumber ketidak beresan di Tanah Air tercinta ini
> adalah KEMISKINAN.
> 
> >Tidak semuanya, mas. Yang paling membikin Tanah Air tercinta ini 
_berantakan_ adalah hampir semua (sorry)yang menjadi: pejabat, pemimpin, 
wakil rakyat _bermental buruk_ , yang penting aing mah dapat .... 
teruskan sendiri, perioda berikut masih/harus dipilih lagi oleh ...gang 
gue. sorry yaa mas-mas, akang-akang pemimpin, komamdan, dan pejabat. 
please... pikirkan dan tengoklah hati nurani anda. 
> 
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Syafril Hermansyah [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Thursday, November 13, 2003 4:30 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [yonsatu] Re: Iran (Re: Re: Sekularisme) & Korupsi
> 
> 
> On Thu, 13 Nov 2003 11:48:57 +0700
> Abdullah Sodik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> [ ... ]
> 
> > Jadi menurut hemat saya, gambaran kasar tersebut memberi indikasi 
> > bahwa tinggi-rendahnya korupsi tidak banyak berkait dengan agama, 
> > tetapi lebih terkait dengan tatanan hukum yang jelas dan tegas yang 
> > diiringi penegakan hukum berat terhadap para koruptor.
> 
> Mungkin benar begitu ...tp adakah yg tahu kriteria "korupsi" yg
> digunakan oleh Global Corruption Index atau Transparency International
> Index seperti apa ?
> 
> Tolok ukur kita terhadap sesuatu sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
> Misalkan saja orang-2x yg lama bekerja di rumah sakit, maka kriteria
> (dan tolok ukur) dia dalam menentukan seseorang sakitnya "parah" atau
> tidak parah akan berbeda dg orang biasa; shg sering kita jadi "gemes"
> melihat perawat yg lamban beresponse padahal pasiennya sudah parah.
> 
> Kita sering mendengar akhir-2x ini mengenai betapa malangnya negeri ini
> krn departemen yg mendidik kita (depdiknas), yg mengurusi soal moral
> (dep. agama), yg mengurusi kesehatan (DepKes) dan mengadili
> benar/tidaknya (DepKeh dan Kejaksaan) mrpkan departemen terkorup di
> negeri ini. Tentu saja mereka tidak berpendapat seperti itu, dan ini
> akibat perbedaan kriteria (tolok ukur).
> 
> Saya dulu sempat berpendapat bahwa kalau kita bisa berantas korupsi
> (KKN) maka produktifitas anak negeri ini akan meningkat, tp setelah
> saya
> pikir ulang pendapat itu tidak bagus. Dg pola berpikir seperti itu maka
> kita jadi terperangkap kepada hal-2x negatif yg justru merusak
> produktifitas.
> 
> Mestinya semua orang berpikir soal pencapaian target, dan membuat tolok
> ukur pencapaiannya; shg semua orang berlomba-lomba mencapai tolok ukur
> tsb dan tidak lagi punya waktu untuk melakukan korupsi. Transparansi
> juga akan mencegah niatan berkorupsi, plus meningkatkan semangat
> kompetisi dalam pencapaian target. Siapa yg tidak bisa memenuhi
> kriteria
> produktifitas dalam kurun waktu tertentu, ya langsung mundur jabatan
> ...
> terlihat jelas ukurannya, terlihat jelas maslahatnya bagi orang banyak.
> 
> 
> -- 
> syafril
> -------
> Syafril Hermansyah
> 
> 
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 



--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke