Ada Mas Kris.
Media Indonesia, hari Kamis 13/Nov 2003. Dikti sekitar 170 M kemudian 
Dikdasmen 160 M. Bahkan Irjen katanya sudah minta bantuan interpol untuk 
menangani dosen Tugas Belajar yang tidak mau kembali.
Salam
Suryadi
 ------------
Krishna S. Pribadi writes: 

> APakah Media Indonesia menunjukkan data2nya (besar dan jenis korupsinya,
> dari kegiatan/proyek/program yg mana?) atau jangan jangan hanya perkiraan
> saja. Saya sangat berminat untk mendapat data2nya, siapa tahu saya bisa
> mengurangi satu sumber korupsinya dengan jalan tidak terlibat lagi dalam
> kegiatan2/proyek/program di DIKTI, he he.
> Mas Gatot HP, ada komentar nih....
> Wassalam
> Krishna 
> 
 ----- Original Message -----
> From: "Suryadi Siregar" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, November 14, 2003 10:52 AM
> Subject: [yonsatu] Re: Re Re: Iran (Re: Re: Sekularisme) & Korupsi 
> 
> 
>> Bang Aden  dkk
>> Maaf numpang lewat, kalau diskusi tentang korupsi aku ikut gatal untuik
>> nulis. Biang kerok dari semua permasalahan dinegara kita ini ada pada
>> pembinaan SDM yang amburadul. Coba lihat institusi yang bertanggung jawab
>> dalam pembinaan intelektualitas dan moral bangsa adalah yang paling korup
> di
>> republik ini. Juara dari tahun ke tahun selalu Depdiknas atau Departemen
>> Agama. Untuk Depdiknas sendiri, Media Indonesia kemarin(rabu atau
>> kamis?)mengungkapkan korupsi terbanyak ada di Direktorat Pendidikan
> Tinggi.
>> Jadi biang kerok semua ini ternyata didominasi oleh golongan
> terpelajar,yang
>> banyak bergelar Prof.Dr.KH .. Kasihan bangsa ini sudah membiayai PT
>> lulusannya ternyata banyak jadi...maling, he..he
>> Salam
>> Suryadi


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke