Hafsah:
  Tetapi hal itu terjadi karena dizaman dulu semua sapi2 diternak sehingga 
dijaga kesehatannya. Sebaliknya babi tidak diternak tetapi diburu dihutan 
sehingga kualitas dagingnya tidak secermat kualitas daging sapi.
  --
   
  Jaman dulu sapi dan babi diternak-an ditempat terbuka dan juga terjadi di 
jaman sekarang...mereka cari makan ditempat terbuka juga..itu berlaku baik sapi 
maupun babi...di bali sapi makan di kebun2...tidak beralaskan sepatu dan/atau 
sandal..telanjang kaki saja!
   
  Di Abad 30 M, Di daerah yerusalem...babi2 juga diternak-an dan ada 
penjaga..mereka tercatat tidak makan di tempat2 becek
   
  buktinya?

  matius 8:28-33  
  Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan 
dua orang ... Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari 
makan....Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam 
danau dan mati di dalam air. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu 
   
  markus 5:11-14 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang 
mencari makan,...Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari 
tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah 
penjaga-penjaga babi itu
   
  Tidak ada bukti bahwa penyebab semuanya PASTI BABI
  
Hafsah Salim <muskitaw...@yahoo.com> wrote:
          Dizaman dulu memang se-olah2 daging sapi lebih bersih dari daging babi
karena daging babi lebih banyak yang mengandung cacing pita.

Tetapi hal itu terjadi karena dizaman dulu semua sapi2 diternak
sehingga dijaga kesehatannya. Sebaliknya babi tidak diternak tetapi
diburu dihutan sehingga kualitas dagingnya tidak secermat kualitas
daging sapi.

Dizaman sekarang, bukan cuma sapi saja diternak juga daging babi. 
Yang dipelihara itu khusus babi potong yang kualitas dagingnya sangat
prima bahkan bisa dimakan mentah2 seperti ikan tuna. Kebersihan
daging babi sekarang ini lebih baik daripada daging sapi atau kambing
karena babi itu lebih mudah diternak daripada sapi. Lagipula sekarang
ini telah diciptakan dengan bioteknologi jenis babi peliharaan yang
sama sekali berbeda dari babi hutan, baik warnanya maupun tampak
fisiknya sama sekali berbeda. Kalo babi hutan tampak bercaling
menyeramkan karena memakan hewan lain, maka babi potong peliharaan
sekarang ini tidak lagi makan hewan lain melainkan diberi protein
khusus dari daging sapi. Kadar lemak dan kholesterolnya juga lebih
rendah daripada daging sapi. Lebih dari kesemuanya itu, sekarang ini
daging babi bisa lebih murah daripada daging sapi karena ongkos
pencegahan penyakit pada sapi lebih banyak daripada babi.

Terbukti sekarang, sapi memiliki lebih banyak jenis penyakit daripada
babi sehingga harus menyewa dokter hewan yang memeriksanya setiap hari
apalagi susunya juga sangat rentan sekali pencemaran sehingga harus
selalu dirawat secara antiseptik.

Kalo mau membandingkan daging babi dan sapi secara Islam, maka ajaran
Islam sudah menjadi kadaluwarsa tidak lagi menjadi kenyataan melainkan
hanyalah kepercayaan yang sama sekali tidak punya dasar fakta2 yang
mendukungnya. Saya kira hal ini tak perlu kita perdebatkan lagi
kesemuanya sudah jelas.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

--- In zamanku@yahoogroups.com, Roslan Salleh <roslan.sal...@...> wrote:
>
> 
> Wirajhana.....anda memang betul sekali. Ilmu kedoktoran pemakanan
mengesahkan kecelakaan daging babi.
> 
> Silakan mereka yg enggan mempercayai.....carikan di internet atau
tanya terus pada doktor.
> 
> History of Discovery (return to top)
> Tapeworm infections have been recorded in history from 1500 B.C.
and have been recognized as one of the earliest human parasites.
Taenia solium infection has been recognized since biblical times and
the parasite life cycle has been identified by the 1850s. Although T.
solium and T. saginata are very similar, the extraintestinal T. solium
infection is far more dangerous and serious.
> 
> 
> Transmission/Reservoir (return to top)
> T. solium has a very similar transmission pattern to T. saginata.
Humans are the only known definitive hosts for the T. solium. Human
infection begins with the ingestion of infected raw or undercooked
pork. The T. solium larvae gets digested out of the meat and attaches
itself to the upper small intestine region. There it will mature and
increase its number of proglottids. Terminal gravid proglottids will
break off from the main body and will either pass out with the stool
or worm its way out of the anus. In certain cases, 3 or 4 attached
proglottids will pass out together. The eggs housed in the proglottids
will be released and remain viable in the soil, sewage, and land for
weeks.
> 
> However, unlike T. saginata, both pigs and humans can become
intermediate hosts to the T. solium. When pigs and humans ingest the
eggs, the oncospheres will pierce through the intestinal walls, travel
through the circulatory system, and plant itself in the subcutaneous
and intramuscular tissues such as the brain and eyes. Cysticercosis
will develop in these areas and will become invective in 9-10 weeks.
Pigs will die in several months. In humans, cysticercosis has a
variety of damaging effects on the central nervous system, vision, and
brain functions. 
> In humans, autoinfection of T. solium eggs can occur by reverse
peristalsis of the intesine. 
> 
> Epidemiology (return to top)
> T. solium is found everywhere in the world. However, prevalance of
T. solium are high in Mexico, Central and South America, Africa, Asia,
Spain, and Portugal. Areas of poor sanitation, large fecal human
contamination, and areas where pigs or swines graze have high rates of
T.solium infection. Countries where people like to eat their meat
undercooked (like some parts of Europe and Asia) also have high
infection rates. Taeniasis and cysticercosis are very rare in Muslim
countries
> 
> |r|i|c|o| <rpara...@...> wrote:
> Wong referensinya AQ, ya salah maning salah maning...
> 
> 
> From: Wirajhana 
> Sent: Monday, December 08, 2008 9:59 PM
> To: zamanku@yahoogroups.com 
> Subject: [zamanku] Deci: Cacing Pita (was: pembunuhan massal)
> 
> 
> 
> 
> Deci:
> lebih sehat makan sapi, domba dan kambing daripada makan babi atau
anjing, karena selain menjijikkan, babi dan anjing ternyata membawa
penyakit antara lain seperti cacing pita.
> ----
> Jadi anda pikir..sapi, domba, kambing tidak ada cacing
pitanya...anda keliru dan kalo bodo lebih baik rajin baca:
> Pertama,
> semua binatang berpotensi dengan cacing pita dan antrax
> cacing pita itu bisa dimana aja, Cacing pita terbagi dalam cacing
pita babi, cacing pita sapi dan cacing pita ikan. Dalam pembahasan ini
adalah cacing pita babi.
> 
> 
> Taenia saginata, which is also known as the "beef tapeworm",
though it also infects humans, and can only reproduce while in the
human gut. 
> Taenia solium, which is known as the "pork tapeworm". Like Taenia
saginata humans serve as its primary host, and it can only reproduce
by the dispersal of proglottids while in the gut. These reinfect pigs
when human faeces is improperly disposed of. This infection is most
common in parts of Africa. 
> Taenia pisiformis, which is common in wild dogs and in rabbits,
who serve as intermediate hosts. 
> Taenia crassiceps 
> Taenia gonyamai, parasite of antelope (larval-) and lions (adult
forms).[1] 
> Taenia taeniaeformis, which uses rodents as intermediate hosts
and then inhabits cats as the definitive host.
> bahkan di Ikan juga ada:
> http://id.wikipedia.org/wiki/Cacing_pita_ikan
> 
> Kalo udah kadung cacingan dan ngga punya duit, bisa pake labu kuning:
> Labu Kuning Penawar Racun dan Cacing Pita yang Kaya Antioksidan 
> Gizi.net - Labu kuning atau waluh merupakan bahan pangan yang kaya
vitamin A dan C, mineral, serta karbohidrat. Daging buahnya pun
mengandung antiokisidan sebagai penangkal pelbagai jenis kanker.
Sayang, sejauh ini pemanfaatannya belum optimal.
> 
> Buah labu dapat digunakan untuk pelbagai jenis makanan dan cita
rasanya enak. Daunnya berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat
untuk dijadikan kuaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun
binatang berbisa, sementara bijinya menjadi obat cacing pita.
> Kedua,
> Siapa bilang Daging merah SEHAT? malah banyak bahayanya:
> http://en.wikipedia.org/wiki/Red_meat:
> Cancer Recent studies indicate that red meat could pose a notable
increase in cancer risk. Some studies have linked consumption of large
amounts of red meat with breast cancer,[6] colorectal cancer,[7][8]
stomach cancer,[9] lymphoma,[10] bladder cancer[11] and prostate
cancer.[11][12] Furthermore, there is convincing evidence that
consumption of beef, pork, lamb, and goat from domesticated animals is
a cause of colorectal cancer.[13] Professor Sheila Bingham of the Dunn
Human Nutrition Unit attributes this to the haemoglobin and myoglobin
molecules which are found in red meat. She suggests these molecules,
when ingested trigger a process called nitrosation in the gut which
leads to the formation of carcinogens.[14][15]
> Eating cooked red meat may increase the likelihood of cancer
because carcinogenic compounds called heterocyclic amines are created
during the cooking process. Heterocyclic amines may not explain why
red meat is more harmful than other meat, however, as these compounds
are also found in poultry and fish, which have not been linked to an
increased cancer risk.[16]
> 
> Cardiovascular diseases Red meat has a high content of saturated
fat, which is associated with cardiovascular diseases.[11]
> A 1999 study funded by the National Cattlemen's Beef Association,
an advocacy group for beef producers, involved 191 persons with high
cholesterol on diets where at least 80% of the meat intake came from
either lean red meat in one group, or lean white meat in another. The
results of this study showed nearly identical cholesterol, and
triglyceride levels in both groups. This study suggests that lean red
meat may play a role in a low-fat diet for persons with high
cholesterol. [17] [18]
> 
> Other health issues Regular consumption of red meat has also been
linked to bone loss,[19] type 2 diabetes,[20] hypertension[11] and
arthritis.[11]
> Nah, resiko makan Sapi, Domba, kambing dan Babi ternyata sama...
> Ketiga, 
> Berita baiknya semua bisa mati dengan memasak yang tepat
> bukankah sudah diajarkan untuk memasak daging ayam dengan suhu yang
benar (saat gencar2nya wabah flu burung?) 
> versi amerika silahkan lihat cara masak daging:
> The roundworm Trichinella spiralis is killed at about 140 degrees
F (actually at 137 degrees F). Because thermometers can be inaccurate,
most experts recommend cooking to 150 degrees F.
> 
> The wording of a CDC (Centers for Disease Control) recommendation
from 1998 (as a result of recent cases caused by cougar jerky in the
southwestern US) is as follows:
> 
> "Cooking is one of the most common methods of assuring that
¡Trichinella¢ are destroyed; a temperature of 170 F (77 C)
substantially exceeds the thermal death point and is usually achieved
if the meat is cooked until it is no longer pink "
> Note the wording "170 F substantially exceeds" - they are being
extremely cautious. Again, the actual temperature that kills the
Trichinella is about 140 degrees F.
> A meat thermometer is a very handy tool to use when 
> cooking to test for the final temperature of your pork!
> 
> Nah, anda boleh cinta Islam..tapikan tidak harus tolol!
> 
> --- In zamanku@yahoogroups.com, Deccy Ambasador <deccy@> wrote:
> >
> > Dear All juga :
> > lebih sehat makan sapi, domba dan kambing daripada makan babi atau
anjing, karena selain menjijikkan, babi dan anjing ternyata membawa
penyakit antara lain seperti cacing pita.
> > 
> > lagi pula sapi lebih enak di makan daripada disembah-sembah,
apalagi dianggap sebagai tunggangan dewa.
> > 
> > 
> > 
> > "
> > ---------------------------------
> > Apakah saya bisa menurunkan berat badan? 
> > Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!"
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Alamat E-mel baru yang tersedia pada Yahoo! 
> Dapatkan nama E-mel yang telah lama anda mahukan pada @ymail dan
@rocketmail yang baru.
> Cepat sebelum orang lain mendapatkannya!
> 
> ---------------------------------
> Nikmati lebih banyak perbualan di blog dan tapak web 
> Alaminya dengan Online Pingbox Creation Wizard
>



                           

       

Kirim email ke