> Ignatius I Gde Manuke <ignatiusigdeman...@...> wrote: > Coba kamu lihat tafsirnya secara benar. > QS 70:4. Malaikat-malaikat dan Jibril > naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari > yang kadarnya limapuluh ribu tahun.[1510] >
Penulis diatas ini hanyalah satu contoh dari jutaan rakyat Indonesia yang merusak cara berpikirnya dengan keimanan Islam. Tafsir itu hanyalah tebak2an yang sama sekali tidak ada jaminan benar. Malaikat, Jibril, Tuhan, Allah, Dewa, Jin, Setan, dan Thian kesemuanya adalah simbol2 abstract dari berbagai agama yang dijadikannya sebagai "variable" untuk menggantikan kelemahannya dalam berpikir sehingga tak perlu memikir. Satu hari dimanapun dan diplanet manapun dalam alam semesta ini waktunya adalah sama, yaitu rentang waktu terbitnya matahari di Timur hingga terbenamnya di Barat. Jadi tidak ada satupun tempat dimuka bumi ini dan juga dalam galaxy Bimasakti kita yang memiliki kadar waktu sehari = 50 ribu tahun. Bahkan di kutub sekalipun, rentang terbitnya dan terbenamnya matahari secara teoritis adalah 6 bulan bukan 50 ribu tahun. Begitulah, seperti sudah saya katakan sebelumnya, TAFSIR itu hanyalah tebak2an sama sekali bukan analysis seorang peneliti. Artinya, janganlah sekalipun anda berdebat dengan merujuk kepada tafsir karena setiap orang bisa bebas memberi tafsir apa saja tak perlu bukti dan tak perlu dipercaya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
