From: muskitawati <muskitaw...@yahoo.com>
To: zamanku@yahoogroups.com
Sent: Wed, December 16, 2009 9:32:13 PM
Subject: [zamanku] Re: Tafsir Penciptaan Bumi versi Al-Quran

  

Penulis diatas ini hanyalah satu contoh dari jutaan rakyat Indonesia yang 
merusak cara berpikirnya dengan keimanan Islam.

Tafsir itu hanyalah tebak2an yang sama sekali tidak ada jaminan benar.

Malaikat, Jibril, Tuhan, Allah, Dewa, Jin, Setan, dan Thian kesemuanya adalah 
simbol2 abstract dari berbagai agama yang dijadikannya sebagai "variable" untuk 
menggantikan kelemahannya dalam berpikir sehingga tak perlu memikir.

Satu hari dimanapun dan diplanet manapun dalam alam semesta ini waktunya adalah 
sama, yaitu rentang waktu terbitnya matahari di Timur hingga terbenamnya di 
Barat.  Jadi tidak ada satupun tempat dimuka bumi ini dan juga dalam galaxy 
Bimasakti kita yang memiliki kadar waktu sehari = 50 ribu tahun.  Bahkan di 
kutub sekalipun, rentang terbitnya dan terbenamnya matahari secara teoritis 
adalah 6 bulan bukan 50 ribu tahun.

Begitulah, seperti sudah saya katakan sebelumnya, TAFSIR itu hanyalah tebak2an 
sama sekali bukan analysis seorang peneliti.  Artinya, janganlah sekalipun anda 
berdebat dengan merujuk kepada tafsir karena setiap orang bisa bebas memberi 
tafsir apa saja tak perlu bukti dan tak perlu dipercaya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Menanggapi pernyataan Ny. Muskitawati di atas,
Terlihat dari pernyataan Ny. Muskitawati, bahwa Nyonya adalah seorang atheis. 
"Variabel" yang Nyonya sebutkan di atas sebagai pelengkap kelemahan manusia 
dalam berpikir adalah sebuah pembodohan terhadap konsep keagamaan itu sendiri. 
Yang perlu Nyonya ketahui adalah dalam konsep keagamaan, keyakinan atau iman 
adalah suatu hal yang mutlak. Keyakinan ini timbul atas dasar yang berbeda-beda 
untuk tiap-tiap individu. Namun, bukanlah sebagai alasan dari kemalasan 
berpikir sebagaimana Nyonya nyatakan. Saya sering bertukar pikiran tentang ini 
dengan penganut atheis, dan saya menemukan beberapa dari mereka yang memang 
cerdas, tapi saya mulai beranggapan bahwa Nyonya bukan salah satu dari golongan 
yang cerdas tersebut.
Pernyataan kedua dari Nyonya, dimana Ny. Muskitawati menyatakan bahwa satu hari 
di planet manapun adalah sama, adalah pembodohan terhadap ilmu ilmiah yang sama 
sekali menyatakan hal yang berbeda. Seharusnya Nyonya melakukan riset terlebih 
dahulu tentang berapa lamakah satu hari di Planet Mars atau Venus atau Jupiter 
atau Saturnus, yang kesemuanya memiliki lama yang berbeda masing-masing, supaya 
tidak nampak sebegitu bodohnya.
http://starryskies.com/solar_system/venus/a_day_and_a_year_on_venus.htm
Link tersebut merupakan salah satu contoh bahwa 1 hari Venus adalah lebih dari 
setahun waktu di Bumi.
Saya yakin kita semua adalah orang yang terbuka untuk berpendapat, namun 
hendaknya menggunakan otak dan bukan hanya emosi saja.
Tanggapan selanjutnya adalah, maka sangat dimungkinkan jika ada sebuah tempat 
dalam galaksi kita, maupun dalam galaksi lain, dimana satu hari disana adalah 
50 ribu tahun di Bumi, atau bahkan sebaliknya.

Salam,
Stephanus Iqbal 


      

Kirim email ke